Menggapai Surgaku

Menggapai Surgaku
Kekasih Lain


__ADS_3

sandra adalah kekasih el, mereka memang sudah lama menjalin hubungan sejak keduannya masih sama sama duduk di bangku kuliah, keduanya sepakat menyembunyikan hubungan mereka dari kedua orang tua masing masing. Karena mereka akan menyampaikan hal tersebut saat waktunya sudah tepat. Yakni saat mereka siap untuk ke jenjang selanjutnya yaitu tunangan dan menikah.


.


.


.


Menjadi CEO muda berbakat dan memimpin perusahaan besar yang sedang berkembang membuat el di sibukan dengan banyaknya pekerjaan dan rutinitas kantor. Seperti saat ini dirinya yang harus memimpin jalannya meeting bersama para pemegang saham. Lama meeting berjalan dengan membahas beberapa point penting di perusahaan sampai akhirnya keputusan akhir di ambil oleh el yang di sambut tepuk tangan oleh semua anggota pemegang saham.


Intercall di tekannya


" Tito kemarilah." Ucapnya saat intercall tersambung. Tak butuh waktu lama asisten pribadi itu langsung bergegas saat bos besarnya memanggil.


" Selamat pagi bos." sapa tito asistennya sambil menyodorkan tablet yang di pegangnya, agar bosnya itu bisa memeriksanya.


El hanya melihatnya sekilas dan memberi instruksi pada Tito agar melonggarkan jamnya di waktu istirahat makan siang karna dia akan pergi keluar bersama Sandra. Tito yang mengerti akan tugasnya hanya bisa menganggukkan kepala.


" Apa ada lagi pertemuan yang mendesak?" Tanya el pada sang asisten yang berdiri tepat di depan meja kerjanya.

__ADS_1


" Tidak Bos, hanya pertemuan dengan dirut PT. Exs yang di undur setelah jam makan siang."


" Bagus." Jawab el. Yang di akhiri dengan keluarnya asisten tito dari ruang kerjanya."


El bersiap pergi untuk menemui Sandra, sebelum akhirnya ponselnya berbunyi. Mama Elma mengabarkan bahwa sekarang beliau dan juga papa Bram sedang berada di bandara karena akan terbang ke surabaya dan meminta El untuk menyusul keesokan harinya.


El hanya mengiyakan perintah kedua orang tuanya yang menyuruhnya menyusul ke surabaya, tanpa menanyakan kenapa mereka mendadak harus pergi ke surabaya. Saat ini yang ada di pikirannya hanyalah sandra tidak ada hal yang lain.


El masih fokus mengendarai mobilnya agar cepat sampai di tujuan, mobil yang berjalan dengan kecepatan sedang itu pun akhirnya sampai juga di depan sebuah rumah sakit bercat putih. Sebuah rumah sakit yang sangat besar dan mewah. Rumah sakit yang cukup terkenal di jakarta karena pelayanannya yang memang baik, terkenal dengan alat alatnya yang lengkap dan canggih. Kedatangannya kemari adalah untuk menjemput kekasihnya yang berprofesi sebagai dokter di rumah sakit tersebut.


Dr. Cassandra adalah dokter spesialis kandungan di sana. Wanita dengan tinggi sempurna,kulit putih,rambut hitam yang panjang dan wajah yang sangat cantik yang mampu membuat semua mata tertuju padanya.


Perlahan el membuka pintu mobilnya yang sudah terparkir di halaman rumah sakit dan berjalan menuju lobby rumah sakit untuk bertanya pada resepsionis.


Tak butuh waktu lama wanita yang di tunggu tunggu pun akhirnya muncul juga. Dari kejauhan senyum cerah sudah menghiasi wajah keduanya saat pandangan mereka bertemu, sesekali sandra terlihat melambaikan tangannya setinggi dada untuk menyapa el yang dari tadi hanya tersenyum melihat sandra berjalan mendekatinya.


" Hai sayang." Sapa el yang langsung meraih pinggang sandra.


" Sayang, malu banyak orang." Sandra yang mendorong dada El dengan lembut. "El, ingat ini di rumah sakit." Terang Sandra.

__ADS_1


" Oke... Aku lepas." Ucapnya sambil melepas pelukannya dari pinggang Sandra. " Tapi awas ya nanti kalau sudah waktunya gak bakal aku lepas meskipun kamu berteriak minta di lepas." Bisik El lirih tepat di telinga sandra yang membuat wanita itu kegelian.


Di dalam mobil sandra tampak sesekali memainkan ponselnya membalas beberapa notif yang sepertinya pesan singkat. Sementara el yang fokus mengendari mobil dengan satu tangan memegang kemudi dan tangan yang lain sibuk mengelus-elus rambut sandra.


Sandra yang awalnya biasa saja mulai gemas dengan aksi kekasihnya itu, karena el yang memang tidak berhenti memainkan rambut sandra, sandra mengambil tangan el dan menjauhkan dari rambutnya.


Tidak habis akal el kembali menggoda sandra dengan mengelus elus pipi mulus wanitanya itu. Sandra yang mulai geram karena tangan el yang kelewat aktif dan tidak bisa diam.


Sandra kembali mengambil dan memegang erat tangan el, sedangkan el yang merasa geraknya terhambat karena Sandra mencekal tangannya pun memilih menepikan mobilnya di sisi jalan yang lumayan sepi. Sandra yang merasa bingung kenapa el tiba tiba berenti di pinggir jalan hanya celingukan.


" El kenapa berhenti? Kan belum sampai." Tanya Sandra yang masih kebingungan kenapa tiba tiba El menghentikan laju mobilnya.


" Sengaja karena aku mau?!" Jawab El dengan senyum tipis di bibirnya.


"Mau, mau apa."


Cup...


Sandra yang belum menyelesaikan kata-katanya sudah lebih dulu di kecup oleh El.

__ADS_1


__ADS_2