Menggapai Surgaku

Menggapai Surgaku
Perlakuan Kasar


__ADS_3

BRrakkKKK !!!


El masuk ke apartemen dengan membuka pintu secara kasar, el juga sempat membanting daun pintu apartemen setelah terbuka. Terlihat raut wajah marah dan gahar, matanya yang memerah menahan amarah dan nafasnya yang naik turun tak beraturan sepertinya el menempuh perjalanan ke apartemen sambil berlari terlihat dari dirinya yang tersengal sengal mengatur nafasnya.


Alma yang melihat ekspresi wajah suaminya seperti itu sudah bisa menduga bahwa suaminya sedang tidak baik baik saja. Perlahan alma mendekati suaminya dengan membawa segelas air minum yang akan di berikannya pada lelaki yang kali ini menatapnya tajam


" Minum dulu Mas." Ucapnya sambil menyodorkan segelas air mineral, sedangkan el hanya diam dan tetap menatapnya tajam.


" Lain kali jangan lancang membuka dan menyentuh barang barangku tanpa seijinku." Ucapnya dengan nada tinggi.


Alma yang mendengar perkataan el merasa sakit hati, tapi bagaimana pun dirinya memang bersalah karena telah membuka kotak paket tanpa seijin yang punya.


" Maaf Mas, alma salah."

__ADS_1


" Kamu memang berstatus istriku tapi kamu tidak berhak ikut campur segala urusanku." Tambahnya masih dengan nada yang tinggi yang menyakitkan bila di dengar.


Alma hanya menjawab dengan menganggukkan kepalanya pelan, alma begitu takut mendengar el yang berbicara dengan nada tinggi kepadanya, seumur umur alma memang belum pernah mendapatkan perlakuan kasar dari siapapun. Ini pertama kali alma di perlakukan kasar dan itu di lakukan oleh suaminya.


El berjalan memasuki ruang kerjanya dengan membawa kotak yang sudah di buka alma sebelumnya, dirinya berjalan melewati alma begitu saja tanpa memperdulikan perasaan alma sedikitpun. Sedangkan alma yang merasa sangat sedih hanya bisa berlari masuk kedalam kamarnya dan mengunci pintu dari dalam, sesampainya di dalam kamar alma menjatuhkan dirinya ke tempat tidur, membenamkan seluruh wajahnya ke arah kasur dan menangis sejadi jadinya tanpa mengeluarkan suara, alma menumpahkan kekesalan dan kekecewaannya lewat tangisnya namun dirinya tidak ingin el suaminya tau bahwa lagi lagi tangisnya pecah, alma tidak ingin suaminya itu tau betapa rapuhnya dia karena sikap suaminya itu. Alma ingin suaminya tau bahwa dirinya wanita yang kuat,ceria dan bahahia itu saja.


Alma tidak ingin suaminya tau bahwa malam malamnya selalu di rendanya dengan tangisan tangisan yang selalu pecah.


" Shhttt." Umpatnya merasa kesal karena merasa di abaikan.


" Angkat Sayang... Angkat." Gerutunya sambil kembali menekan sebuah nomer di ponselnya.


****

__ADS_1


Alma mencoba menata kembali perasaannya, di ambilnya nafas dalam dalam agar dirinya kembali tenang. Alma mencuci mukanya agar jejak jejak tangisnya tak terlihat lagi, di bukanya pintu kamar perlahan di lihatnya sekeliling yang nampak sepi, alma melangkahkan kakinya menuju dapur dan kembali melanjutkan pekerjaannya yang tadi belum sempat ia selesaikan semua yakni menata sayuran, setelah semua sayuran tertata rapi alma mulai memasak makanan untuknya makan malam bersama el, bagaimana pun keadaannya bagaimana pun kondisinya dirinya tidak boleh melupakan tugasnya sebagai seorang istri. Dia harus selalu menyiapkan kebutuhan suaminya.


Kali ini alma memasak sesuatu yang mudah karena memang sudah terlalu malam untuknya memasak menu yang lengkap. Alma memutuskan mengambil beberapa sayuran dan di potong kecil kecil lalu menumisnya dan menggoreng ayam yang sudah di marinasi sebelumnya. Setelah semua masakan siap untuk di hidangkan, alma pergi ke ruang kerja el untuk mengajaknya makan malam.


Di ketuknya pintu ruang kerja el, pintu yang sebenarnya tidak tertutup namun karena alma teringat kata kata el tadi. Membuatnya ragu kalau memanggilnya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


" Mas, alma udah masakin makan malam. Kita makan dulu Mas." Ucap alma yang berada di ambang pintu kerja el, sedangkan el tetap diam tak menggublis kata kata alma, bahkan el tak menoleh sedikitpun ke arah alma.


" Mas, alma bawakan ke sini ya makanannya biar Mas bisa makan disini." Ucapnya lagi.


" Gak usah, aku gak laper. Tolong tinggalin ruangan ini jangan ganggu aku lagi." Balasnya sangat ketus.


Mendengar jawaban el, alma yang tak kuasa menahan air matanya lebih lama lagi pun memutuskan meninggalkan ruang kerja el dan kembali ke dalam kamar dan mengunci dirinya lagi. Alma pun sudah tidak peduli lagi dengan makan malam suaminya itu, dirinya terlampau kecewa dengan semua sikap kasar el padanya.

__ADS_1


__ADS_2