
Seminggu setelah kelulusan.
Tok... Tok... Tok...
" lho, Nduk. Lha kok masih tidur?" Ummi menepuk bahuku pelan sambil menarik selimut yang sedang membalut setengah badanku.
" Masih ngantuk Ummi, bentar lagi ya Mik." renggekku sambil menaikkan kembali selimut yang kali ini kugunakan hingga menutupiku sepenuhnya dari kaki sampai ujung kepala.
" Wealah... Kok malah pakai selimut maneh? Cah wadon kok bangune siang ngene? Mengko isin karo mertuamu Nduk !!" Ucap Ummi, sambil sibuk menyingkap gorden kamarku yang sekarang terbuka lebar sehingga membuat silau mataku. " Cepet bangun, cah wadon gak boleh males. Jangan bikin Ummi sama abah malu lo nanti." Ucap Ummi yang tidak ku tau pasti apa maksudnya karena nyawaku yang belum sepenuhnya terkumpul.
__ADS_1
" Nduk, ayo bangun?? Srengenge wes nang nduwur kamu kok ya mlungker ae?"
" Nggeh mik... Nggeh... Ini Alma bangun."
" Yawes, buruan mandi sana nanti cepat antar buku buku yang sudah Ummi siapin di meja depan ke anak panti."
" Nggeh, mik."
Mengingat semua itu membuatku merindukan masa masa perjuanganku selama di pondok, masa pendewasaan diri untukku.
__ADS_1
" Ummi, Alma berangkat nggeh. Assalamualikum." sambil ku cium punggung tangan Ummi.
Kegiatanku hari ini adalah ke panti asuhan milik abah. Alhamdulillah abah punya beberapa rumah panti di kota kami dan juga beberapa di luar kota. Abah sengaja mendirikan panti asuhan untuk menampung anak anak yang memang tidak punya orang tua, maklum abah juga salah satu dari mereka. Dulunya abah juga anak panti lalu di angkat dan di besarkan oleh sepasang orang tua angkat yang kini sudah almarhum.
Semua anak panti yang ada di sini nantinya akan di pondokan di pondok pesantren milik Kyai Jabar, pondok yang sama denganku dulu. Anak panti yang sudah lulus akan di bina dan di carikan pekerjaan sampai dapat supaya mereka bisa mandiri dan dapat melanjutkan masa depannya. Banyak anak panti yang sudah lulus dan sudah bekerja namun masih menyibukkan diri dengan datang sekedar membantu keperluan panti.
" Mbak Al, ada tamu di depan."
" Suruh masuk."
__ADS_1
Seperti inilah kesibukanku sehari hari menemui calon donatur untuk panti kami, sekumpulan orang orang dermawan yang terpilih, yang tergerak hatinya dan mau menyisihkan hartanya untuk orang orang yang membutuhkan uluran tangan mereka. Aku beruntung berada di tengah tengah mereka, menjadi bagian dari anak anak panti berbagi suka dan duka bersama mereka. Semoga sampai nanti aku tetap di beri rejeki yang berlimpah sehingga bisa meneruskan perjuangan abah ngurus anak anak panti.