
Sebenarnya sore itu Alma sudah berjanji akan pergi bersama El untuk menemui Sandra, tapi karena dirinya kelelahan dan tenaganya habis untuk membersihkan seluruh apartemen hanya untuk membuatnya melupakan semua perkataan El yang terus mengusiknya.
Tanpa sadar Alma tertidur di sofa panjang yang ada di ruang keluarga dengan masih membawa kemucing dan juga serbet yang tadinya ia gunakan untuk mengelap semua prabot yang ada di apartemen tersebut, alma melupakan janjinya untuk pergi bersama dengan suaminya. Bahkan Alma mengabaikan beberapa pesan masuk di ponselnya yang di kirim oleh suaminya sedari tadi.
Sedangkan el yang terus berusaha menghubungi alma selama perjalanan kembali ke apartemen untuk menjemput alma, dirinya di buat bingung karena tidak biasanya alma mengabaikan pesan darinya. Biasanya alma akan dengan cepat membalas setiap pesan yang dia kirim kapanpun itu.
Tapi kali ini berbeda dari biasanya, dirinya berulang kali mengirimkan pesan pada alma tapi tak satupun pesan di balas bahkan pesan itu juga belum di baca oleh alma, bahkan beberapa panggilan telfon darinya pun berakhir sebagai panggilan tak terjawab
__ADS_1
El di buat bertanya-tanya sebenarnya apa yang sedang di lakukan alma sekarang, hingga membuatnya mengabaikan semua pesan yang di kirimkan oleh El. Sesibuk itukah alma sehingga tidak mendengar ponselnya berdering berulang kali, El mulai melajukan mobilnya lebih cepat. Tujuannya adalah sampai di apartemen secepat mungkin, el tidak mau membuat sandra menunggu terlalu lama di tempat yang sudah di tentukan.
El yang baru tiba di apartemennya namun tidak melihat keberadaan alma, mencoba untuk memanggil alma beberapa kali namun tidak ada jawaban. El mengedarkan pandangan ke seluruh sudut ruang, di lihatnya alma yang tertidur pulas di sofa panjang yang ada di ruang keluarga.
El duduk di depan alma sambil memperhatikan wajah alma yang terlihat kelelahan, pandangan el tertuju pada kedua mata alma yang membengkak. Dapat di pastikan bahwa alma baru saja menangis dan mungkin wanita di depannya ini menangis dengan waktu yang cukup lama, itu terlihat dari matanya yang membekak cukup besar.
" Kenapa alma menangis."
__ADS_1
" Apakah alma selalu menangis setiap harinya."
" Berapa kali dalam sehari wanita ini selalu menangis seperti ini?"
Berbagai pertanyaan muncul begitu saja di pikiran El, seketika rasa bersalah menyelinap di hatinya. Sungguh dirinya tidak berniat menyakiti alma sedikitpun, alma adalah orang yang datang di waktu yang salah dalam hidupnya. Tapi mau bagaimana pun el sadar dirinya tidak mungkin bisa menyembuhkan luka di hati alma. Karena memang sampai kapanpun dia tidak akan bisa melukis senyum di wajah alma. Untuk el wanita satu-satunya yang harus di bahagiakan adalah sandra tidak ada yang lain.
El menepuk pelan bahu Alma mencoba membangunkan Alma dari tidurnya. El tidak ingin terlambat sampai di tempat yang sudah di tentukan dan membuat sandra kekasihnya menunggu lama disana.
__ADS_1
Alma yang merasa bahunya di sentuh seseorang pun perlahan membuka matanya yang masih terasa sangat berat karena kecapean atau bisa jadi karena matanya yang masih sangat bengkak, samar Alma melihat sosok lelaki tampan tengah duduk di depannya. Alma mencoba menyeka matanya untuk mempertajam pengelihatannya, di perhatikannya baik-baik lelaki yang sedang duduk tepat di hadapannya saat ini, laki-laki ini sungguh sangat mirip dengan mas El, hidungnya yang mancung,sorot matanya yang tajam, dan garis wajahnya yang tegas.
Kenapa ada lelaki yang bisa semirip ini dengan suaminya dan kenapa laki-laki ini duduk di depannya. Perlahan alma mulai sadar, laki-laki mirip suaminya tidak mungkin ada. Lalu siapa laki-laki di depannya ini. Tunggu, tidak mungkin.