Menggapai Surgaku

Menggapai Surgaku
Paket Misterius


__ADS_3

Alma keluar dari kamar setelah merasa lapar mulai menyerang perutnya, di liriknya jam yang tergantung di dinding menunjukkan pukul tujuh malam, namun keadaan masih tetap sama seperti sebelumnya sepi dan sunyi. Tidak ada tanda tanda kehidupan dari kamar sebelah menandakan sang pemilik hunian memang belum pulang ke rumah. Tinggal di apartement sebesar ini sendirian selalu membuatnya bosan dan kesepian, apalagi di sini tidak ada tetangga yang bisa di ajak bertegur sapa dan beramah tamah.


Di lihatnya meja dapur yang berantakan karena belanjaannya tadi pagi memang belum sempat ditata di tempat semestinya. Alma menghela nafas berat, dirinya yang sungguh malas berada di sini dengan situasi seperti ini.


" Aku kangen suasana rumah, kangen ummi dan abah. Ini bukan rumah bagiku tapi penjara yang menahanku sebagai tawanan disini." Celetuknya pada diri sendiri, sebelum akhirnya.


Kring.... Kring.... Kring....

__ADS_1


Suara telfon di apartemen berbunyi membuyarkan lamunan alma, dirinya bingung antara harus menjawab atau membiarkan saja telfon berbunyi seperti itu, toh pemilik rumah juga sedang tidak ada di tempat saat ini pikirnya. Tak lama telfon pun berhenti berdering, sedangkan alma kembali dengan kesibukannya menata belanjaan yang sedari tadi di anggurkan begitu saja tergeletak di atas meja. Ketika sedang asyik asyiknya menata sayuran di dalam lemari es tiba tiba saja bel apartemen berbunyi, kali ini mau tidak mau dirinya harus membukakan pintunya.


" Permisi bu." Kata seseorang laki laki dengan badan tinggi besar dan berpakaian rapi, terlihat ada tanda pengenal dan logo apartemen di dada sebelah kanannya.


" Iya pak, ada yang bisa saya bantu."


" Oh, makasih pak."

__ADS_1


" Sama sama bu. Kalau gitu saya permisi dulu." Ucapnya sambil berlalu pergi.


Alma kembali kedalam dengan membawa satu kotak besar yang beratnya cukup lumayan. Dirinya merasa keheranan dengan kotak yang tengah di bawanya, apa yang sebenarnya mas el beli dan kenapa dia membeli online keperluannya, padahal bisa saja dirinya menyuruhku untuk membeli barang barang yang dia butuhkan.


Alma memperhatikan detail keseluruhan kotak tersebut, setelah di perhatikan ada yang tidak beres dengan kotak tersebut tidak ada data jelas untuk alamat penerima hanya tertulis nama el rummi di bagian atas kotak tersebut dan kenapa paket ini tidak di bungkus rapi, kenapa hanya di beri lakban di kedua sisinya saja.


Rasa penasaran membawa alma untuk membuka kotak paket tersebut, setelah di buka betapa terkejutnya alma melihat isi dalam kotak tersebut. Kotak itu berisi beberapa barang yang sepertinya milik seorang wanita, banyak sekali perhiasan dan juga barang barang berharga di sana tapi semuanya adalah perhiasan wanita. Benarkah ini di kirim untuk mas el, apa pihak apartemen tidak salah orang kali ini pikirnya.

__ADS_1


Alma merasa ada yang tidak beres maka dirinya memberanikan diri untuk pertama kali menghubungi nomer ponsel el yang di dapatnya tadi siang karena el menghubunginya terlebih dahulu. Pada dering pertama panggilan sudah di terima. Alma menyampaikan kalau dirinya menerima paket yang di kirim oleh pihak keamanan apartemen di bawah, dirinya juga menjelaskan bahwa sempat membuka dan mengecek isi paket tersebut dan memberi tahu kepada el apa isi dari paket yang di terimanya, tanpa banyak bicara el lantas memutuskan panggilan telfon secara sepihak.


__ADS_2