
Setelah menjelaskan panjang lebar kepada sandra akhirnya sandra pun mengerti akan posisi el. Mereka berdua setuju untuk tetap menjadi sepasang kekasih dan el berencana untuk membuat kesepakatan dengan Alma.
Sebulan sudah berlalu mereka semua kembali ke aktifitas dan kesibukan masing masing. Keluarga alma yang sudah mulai sibuk untuk mempersiapkan segala keperluan untuk acara pernikahan alma dan el dari mulai masjid untuk tempat akad, gedung untuk resepsi, catering, MUA, undangan, souvenir,baju pengantin dan banyak lainnya.
Semua persiapan di lakukan sendiri oleh Ummi mengingat alma adalah anak tunggal jadi acara pernikahan adalah hal penting untuk keluarga alma.
Sedangkan alma sendiri dirinya harus menjalani serangkaian jadwal yang sudah ummi persiapkan dari mulai fitting baju pengantin sampai perawatan khusus pengantin di salon itu pun saran dari sahabat alma yaitu aruna.
Aruna sangat terkejut ketika mendengar alma akan menikah girangnya bukan main, gadis itu jauh jauh datang dari madiun hanya untuk menemani sang sahabat selama proses persiapan menjelang hari H.
" Al, Ini gimana ceritane kok kamu tiba tiba ae nikah??? kok ya gak pernah ngomong nek kamu iki wes duwe pacar."
" Dia bukan pacarku Run. Kan kamu tau sendiri aku gak pernah pacaran."
" Lha terus?? Kok iso langsung nikah iki gimana ceritane???" Tanya tiara kepo.
__ADS_1
" Dia calon yang sudah di pilihkan abah Run." Jawab alma sambil kembali menata undangan yang sudah di tempeli nama calon undangan.
" Opo al... Di jodoh'ke??? Kowe di jodoh'ke???Sek...sek...sek... lanangan kuwi mesti sugeh toh al??" Tanya Aruna menyelidik, yang hanya di balas dengan anggukan kepala oleh alma.
" Sek,Al !! Calonmu kuwi duduk bapak bapak sing wetenge gedi ngono kui toh al???" Sambil menampilkan ekspresi wajah ngeri.
Alma menghela nafas panjang sambil memutar bola matanya saat mendengar komentar sahabatnya yang ngawur itu. "Umurnya gak jauh beda dari umur kita Run, dan yang pasti dia bukan bapak bapak dengan perut gendut seperti yang ada di pikiranmu itu."
" Alhamdulillah nek gitu, aku hampir ae pingsan denger kamu di jodohin. Emange sopo al sing arep nikah sama kamu? Orang mana, apa kamu pernah ketemu al??"
"kapan??? Neng endi??"
" Kira kira satu bulan yang lalu, disini. Waktu acara tunangan."
" lho kamu tunangan kok gak bilang bilang sih al? Tau ngono kan aku bisa dateng ke sini. Yo'opo bocahe al??ganteng gak??" Aruna bertanya sambil menaikan sebelah alisnya.
__ADS_1
" Semua laki laki itu pada dasarnya ganteng Run, yang membedakan mereka itu cuma akhlaknya saja."
"Kalau kamu nikah, terus nasibnya Mas Abhi piye al??dia sudah tau belom nek kamu rabi?? Terus gimana sama Mas Abhi, dia bilang apa?"
" Sudah Run, waktu itu aku sudah ketemu dan menjelaskan semuanya sendiri ke Mas Abhi. Mas Abhi terkejut, Awalnya dia seperti sangat kecewa tapi dia sama sekali gak marah Run. Dia hanya diam dan mendoakan kebaikan untukku itu saja."
" Beruntung kamu al bisa di cintai laki laki seperti Mas Abhi yang sabar dan telaten... Gak pernah marah meskipun akhirnya harus kecewa."
Pembicaraan kedua sahabat itu terus berlanjut entah sudah berapa lama waktu berlalu tapi pembicaraan keduanya sepeti tidak ada ujungnya.
*****
Sedangkan di kediaman bramasta juga sudah mulai tampak kesibukan tapi tidak seheboh di rumah alma karena memang semua acara diadakan di surabaya tempat tinggal mempelai wanita.
Di sana terlihat beberapa anggota keluarga dan juga sanak saudara baik dari papa bram ataupun dari mama elma. Hanya kerabat dekat saja yang di undang karena tempatnya yang di luar kota. Nanti saat sudah di jakarta mereka akan kembali mengadakan resepsi mewah untuk mengundang semua keluarga dan relasi bisnisnya.
__ADS_1