
Hari ini adalah hari di mana sebuah lembaran baru akan di mulai dan menjadi hari yang paling di tunggu tunggu untuk sebagian orang pada umumnya namun tidak untukku dan mungkin juga untuk calon imamku, hari yang seharusnya menjadi hari paling bahagia dan bersejarah untuk semua pasangan yang akan menempuh hidup baru dengan segenap cinta dan kasihnya, tapi aku harus melalui hari ini dengan sebuah perjodohan yang tidak aku kehendaki.
Pagi ini saat semua orang pada umummya masih terlelap tidur, aku sudah lebih dulu bangun. Bukan bangun sebenarnya karena dari semalam aku memang tidak bisa tidur, entahlah kenapa aku sangat gelisah hingga tak bisa memejamkan mataku.
Sekitar jam 03.45 MUA sudah datang ke rumahku dan bersiap di kamarku tujuannya sudah pasti untuk merias calon pengantin. Mereka memang sudah berpengalaman jadi seperti sudah mengerti apa yang harus di kerjakan, sebelum kedatangan mereka pagi ini mereka sudah lebih dulu datang malam hari saat di sini sedang berlangsung pengajian.
Mereka datang kemari hanya untuk melukis henna dan juga sibuk mengukir nail art membuat kuku kukuku menjadi cantik dan indah. Ini adalah pengalaman pertamaku menggunakan warna kuku karena sehari hari aku memang polosan, sayang sekali menurutku kalau pakai cat kuku lalu ku gunakan untuk mengerjakan segala pekerjaan rumah, sudah pastilah sia sia karena cat kuku itu sudah dapat di pastikan akan hancur tak berbentuk lagi.
Pagi ini MUA kembali datang kali ini untuk merias ku secara sepenuhnya, ada yang bertugas memoles wajah, ada yang bertugas menata sanggul, ada yang menyiapkan gaun dan hijab, benar benar aku di buat seolah menjadi ratu dalam sehari. Bagaimana tidak semua kebutuhanku selalu di siapkan bahkan sebelum ku minta pun mereka dengan sigap menyiapkan seperti halnya sekarang diriku yang lapar belum sempat aku meminta pun mereka sudah membawakan aku sepiring nasi rames khas menu di acara pernikahan yang ada di kotaku. Aruna dengan tlaten menyuapiku makan sembari terus menggodaku.
Terlihat beberapa MUA yang lain juga sibuk merias ummi dengan riasan natural seseuai dengan permintaan ummi.
.
.
.
Setelah proses rias merias wajah yang panjang dan melelahkan itu selesai semua. Rombongan pengantin bersiap menuju ke masjid Al- Akbar, masjid yang paling besar di kota surabaya yang menjadi tempat berlangsungnya acara ijab kabul.
Dengan menempuh perjalan yang tidak terlalu jauh dengan menggunakan mobil, akhirnya calon mempelai wanita sudah sampai di tempat yang di tentukan, semua bersiap di tempat masing masing. Tak lama kemudian rombongan dari mempelai laki laki pun datang dengan arak arakan pasukan hadrah yang memang di persiapakan oleh abah untuk mengiringi calon mantunya, rombongan itu hadir memenuhi lapangan parkir masjid tempat acara.
__ADS_1
Kini kedua mempelai sudah duduk berdampingan dengan selendang putih menutupi sebagian kepala kedua mempelai, tampak mempelai wanita memakai baju pengantin adat jawa berwarna putih lengkap dengan ronce melati yang menambah kesan ayu dan anggun begitupun mempelai laki laki yang tampak begitu gagah dan tampan dengan balutan baju pengantin jawa berwarna senada, meskipun menggunakan baju adat tapi tak mengurangi sedikitpun ketampanannya.
Ya dapat diakui calon mempelai laki laki memang orang yang tampan sayang saja keduanya tidak terikat rasa yang semestinya. Kedua pengantin itu tampak sangat cocok dan serasi membuat semua tamu undangan yang hadir berdecak kagum.
Begitupun dengan aruna sahabat alma yang bangga sekaligus iri melihat calon suami sahabatnya itu.
" Duhh.. Gusti kapan aku oleh bojo ganteng tur sugih koyok ngunu kui??" Celetuknya sambil senyum senyum sendiri.
Penghulu memberikan sambutan dan juga arahan untuk mempelai laki laki dan juga ayah dari mempelai wanita. Kini tangan mempelai laki laki dan juga tangan ayah dari mempelai wanita saling berjabat tanda ijab akan di mulai.
" Ankahtuka wa zawwajtuka makhtubataka binti (almahyra alal mahri seperangkat alat sholat dan sebuah apartement lengkap dengan isinya) hallan."
" Bagaimana saksi sah??" Tanya penghulu Yang di sambut sorak sorai dari para saksi dengan kata sah... Sah... Sah...
" Alhamdulillah... Allahumma inni as'aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa 'alaih *******."
Kedua mempelai itu pun saling berhadapan. El mencium kening alma istrinya sebagai ungkapan rasa sayang sedangkan alma meraih punggung tangan suaminya untuk di kecup tanda baktinya pada suami. Mereka pun menandatangani beberapa berkas pernikahan dan juga buku nikah. Sekarang keduanya sudah resmi menjadi sepasang suami istri yang sah dimata hukum dan agama.
Sedang di tempat yang sama di sudut ruang hadir seseorang yang dari tadi memperhatikan setiap detail acara dengan berurai air mata. ingin rasanya dia menghentikan acara yang sedang berlangsung di depannya itu. Ya seseorang itu adalah cassandra kekasih dari el rummi laki laki yang sedang melakukan ijab kabul. Sandra datang tanpa sepengetahuan el dia datang hanya ingin melihat secara langsung bagaimana lelakinya orang yang paling dia cintai mengucap janji sehidup semati dengan wanita lain di depannya. Sandra benar benar hancur langitnya seolah runtuh tak kalah melihat lelakinya dengan mantap mengucap ijab untuk wanita lain, hatinya hancur dia tak kuasa menahan pemandangan di depannya yang begitu membuat matanya perih, begitu membunuh hati dan raganya.
Sandra berlari meninggalkan tempat acara dengan derasnya air mata yang mengalir dia tidak lagi memperdulikan tamu undangan yang sedari tadi memperhatikan tingkahnya.
__ADS_1
Tetap di tempat yang sama dengan luka hati yang sama abhi al jabar mencoba tetap tegar melihat wanita yang paling dia cintai di pinang laki laki lain di hadapannya. Abhi memang tidak menangis seperti yang di lakukan sandra tetapi di dadanya sedang berlangsung perang yang bergejolak, yang membara yang saat ini telah membakar seluruh tubuhnya. Namun abhi adalah lelaki yang hebat, lelaki yang bisa menjaga sikapnya untuk tetap tenang, meskipun hatinya hancur karena cinta yang dia jaga selama ini pergi begitu saja meninggalkan rasa yang dapat membunuhnya. Rasa kecewa memenuhi hatinya yang terluka namun abhi ikhlas menerima takdirnya jika memang alma bukanlah jodohnya.
" Selamat ya al. Semoga kamu selalu di berikan kebahagiaan dan pernikahan kamu ini mampu mengantarmu lebih dekat pada Allah."
" Makasih ya Mas. Maafin semua kesalahan alma ya Mas."
" Sudah al. Sebelum kamu minta."
El yang melihat alma berbicara dengan seorang laki laki pun perlahan mendekatinya. Alma yang menyadari kehadiran el pun memanggilnya untuk di perkenalkan kepada abhi.
" Mas, kenalin ini mas abhi anak dari pemilik pondok pesantren yang waktu itu kita datangi waktu nganter anak panti."
Keduanya berjabat tangan sekilas, dari tatapan abhi ke alma saja el sudah tau kalau laki laki di depannya ini ada perasaan pada alma yang sudah menjadi istrinya. Apa alma tidak tau bahwa laki laki ini menaruh hati padanya.
****
Semua orang bersiap menuju ke hotel untuk mempersiapkan acara resepsi. Kesibukan tampak di aula hotel yang sangat luas. Decorasi yang sangat mewah dan elegan sangat terlihat di setiap sudut ruang, warna putih dan silver terlihat mendominasi. Hiasan serta hidangan yang tersaji sangat memanjakan semua tamu undangan. Acara ramah tamah dan salam salaman yang panjang itu berlangsung selama berjam jam lamanya karena banyaknya tamu undangan yang hadir.
Tak terasa acara yang panjang dan melelahkan itu akhirnya rampung juga terlihat dari tamu undangan yang mulai meninggalkan tempat acara satu persatu, kini hanya tersisa keluarga inti saja. Ummi dan abah sudah kembali pulang ke rumah dengan aruna yang ikut pulang bersama mereka.
Hanya tinggal mama elma dan papa bram yang menginap di hotel bersama dengan el, bahkan kamar mereka pun bersebelahan.
__ADS_1