Menggapai Surgaku

Menggapai Surgaku
Suara Bidadari


__ADS_3

3 Tahun kemudian.


Dari arah aula terdengar samar lantunan ayat ayat al-qur'an yang di bacakan dengan sangat merdu, yang akan membuat siapa saja orang yang mendengarnya merasakan damai dalam hatinya, suara yang begitu indah itu terdengar di seluruh sudut aula pondok yang sangat luas. Aula yang di bentuk menyerupai pendopo di sebuah padepokan karena desainnya yang unik dan klasik, serta semua bahan dan bangunan yang terbuat dari ukir ukiran kayu jati menambah suasana sakral yang kental. Kayu yang hanya di pernis coklat itu membuat aula menjadi tempat yang paling nyaman untuk di kunjungi para santri ketika waktu luang. Bangunan yang berada di sudut pondok dengan plataran yang sangat luas di penuhi dengan pepohonan menambah suasana asri.


Semua ide dan gagasan pembuatan aula ini tak lepas dari campur tangan seseorang yang begitu pintar cara berfikirnya, siapa lagi kalau bukan putra tunggal pemilik pondok yakni Abhi manyu al jabar. Pria dengan pemikiran maju dan sangat kalem ini mampu menaklukkan hati setiap wanita. Setiap detail pembangunan aula menjadi perhatian khusus untuk abhi bahkan saat pembangunan aula besar itu Abhi sengaja mendatangkan langsung pekerja atau pengerajin kayu ukir dari jepara untuk mendesain aula yang sangat luas di pondok pesantren yang berada di kota dengan sebutan kota santri itu.

__ADS_1


Aula yang lengkap dengan taman baca yang mempunyai rak buku yang berukuran besar dan tinggi, juga ruang diskusi yang biasa di gunakan santri saat akan rembukan dalam menggodok suatu gagasan bila sedang ada acara acara besar di pondok. Kecintaannya pada budaya jawa sangat tertuang di setiap sudut aula ini, karena abhi juga menambahkan satu ruangan yang khusus di buat untuk menaruh seperangkat gamelan jawa peninggalan kakek buyutnya.


Suara lantunan ayat ayat Al- qur'an masih terdengar merdu di dalam aula. Sampai tiba dimana suara itu terdengar begitu lirih hingga sanggup menyayat hati setiap insan yang mendengarnya. Tubuh lemah Alma bergetar karena terisak, tangis sang pelantun itu pecah tak kalah menyuarakan surat yang di bacanya. Alma yang menangis melantunkan ayat demi ayat yang di bacanya membuat si pendengar juga merasakan betapa dasyatnya makna dari ayat tersebut.


Tubuh Alma bergetar dadanya sesak saat teringat Umminya orang yang begitu iya rindukan, orang dengan pelukan terhangat di dunia.

__ADS_1


" Ummi... Ummi... Ummi." Bibir Alma terus menyebut memanggil namanya. " Alma kangen ummi." Alma yang sesenggukan tak sanggup meneruskan kegiatannya menderas mushafnya dia hanya menangis dan terus menangis meringkung memeluk mushafnya seolah itu adalah ummi yang di rindunya, tanpa ia sadari ada orang dengan tatapan penuh arti sedari tadi memperhatikan setiap geriknya.


Lama sudah Abhi berada disana memperhatikan Alma dalam diam entah apa yang ada di pikirannya saat ini. Baik alma dan Abhi keduanya hanya diam di tempat masing masing tanpa ada pergerakan. Begitulah cara Abhi menjaga dan menyayangi Alma dalam diam, dia hanya akan menjaganya dari jauh bahkan tanpa wanita itu sadari. Abhi memiliki rasa yang begitu besar kepada alma namun dirinya sanggup memendam perasaannya sehingga wanitanya tetap nyaman berada dalam jangkauannya.


Abhi memang selalu memperhatikan alma diam diam, memastikan alma selalu bahagia dan tidak mengalami kendala selama belajar di pondokan, cintanya pada alma sanggup membuatnya menahan rasa sakit yang dalam, ia pasrah bila sampai akhirnya nanti cintanya tak terbalas oleh wanitanya. Abhi sengaja menyembunyikan perasaannya memendamnya dalam dalam menunggu saat yang tepat untuk mengutarakan niatnya pada alma, dia tak ingin menyakiti alma dengan gaya pacaran anak jaman sekarang dia benar benar ingin menjaga alma sampai nanti tiba saatnya alma halal baginya. Begitulah abhi dengan ketulusannya.

__ADS_1


__ADS_2