
Waktu berjalan begitu cepat sudah seminggu ini Hana serta kedua teman nya sibuk merenovasi cafe yang akan mereka buka dalam waktu dekat ini,setelah bangunan itu tahu siapa pemilik nya Hana langsung bergerak cepat untuk membeli bangunan tersebut beruntuk pemilik bangunan tersebut mau menjual nya dan sekarang sudah menjadi milik Hana.
Setiap pulang kampus mereka akan langsung ke tempat tersebut membantu yang lain karna mereka mengatakan lebih baik mereka saja yang mengubah tempat tersebut jadi bisa sesuka hati mengatur bagaimana letak dan mau seperti apa di buat.
Seperti sekarang ini ketiga nya sudah sampai di bangunan tersebut mereka membantu teman-teman yang lain yang sudah di sana.
"Lebih baik kalian istirahat aja dulu"ucap Hana pada mereka.
"Iya,,noh kami bawa makanan sama minuman juga untuk kalian"ucap Febi menunjuk kan makanan dan minuman yang sempat mereka beli di jalan dan menaruh nya di atas meja.
"Terimakasih"ucap mereka di angguki ketiga nya.
"Ini dinding enak nya di lukis bagaimana yah"ucap Sila menatap dinding di depan nya yang sudah di cat putih polos lebih dulu.
"Terserah saja mau buat seperti apa inti nya gak polos gitu"ucap Hana.
"Mari buat lukisan abstrak"ucap Febi menarik perlengkapan untuk melukis yang sudah mereka beli beberapa hari yang lalu.
"Ayo"ucap Sila dan Hana juga mengambil alat lukis mereka.
Ketiga nya dengan kompak mencoret-coret dinding tersebut tak peduli kotor atau apapun inti nya mereka senang dan bahagia hanya itu yang ada di pikiran mereka.
"Ayo kalian juga ikut gabung buat aja apa yang ada di pikiran kalian seperti apa jadi nya itu urusan nanti"ucap Hana pada mereka.
"Ayo"ajak Robi pada teman-teman nya tersebut ikut bergabung dengan ketiga nya memulai karya mereka masing-masing.
Canda tawa mereka terdengar kuat di dalam bangunan tersebut saling melempar satu sama lain hingga membuat mereka juga ikut berwarna semua namun tak mempermasalah kan nya yang penting bahagia itu lah yang mereka pikirkan.
"Foto dulu buat kenang-kenangan"ucap Hana pada mereka.
"Gila lu masa foto bentuk kek gini"ucap Febi.
"Justru itu ini sebagai bukti kerja keras kita"ucap Hana mengeluarkan ponsel nya.
Jadi lah mereka foto-foto dengan gaya masing-masing yang tak beraturan hingga menjelang malam semua nya sudah selesai.
"Hahaha lihat lah hasil karya kita ini entah seperti apa bentuk nya"ucap Sila menatap dinding yang telah mereka coret-coret tersebut.
__ADS_1
"Tapi bagus juga bukan"ucap Febi merangkul pundak Hana dan Sila.
"Hmm bagus sih"ucap Hana di angguki Sila.
"Kita akan bekerja keras untuk beberapa hari ini agar hari minggu kita sudah buka bagaimana menurut kalian"tanya Hana.
"Boleh Han lebih cepat lebih baik bukan"ucap Robi di angguki yang lain.
"Besok kita diskusi yang lain lagi sudah malam sebaik nya kita pulang keburu ini cat mengering juga"ucap Febi.
"Iya juga sih sebaik nya kita pulang"ucap Hana.
Mereka meninggalkan bangunan tersebut setelah mengunci nya lebih dulu,Hana dan kedua teman nya masuk ke dalam mobil mereka masing-masing dan melajukan nya begitu juga yang lain meninggalkan bangunan tersebut dengan berjalan kaki karna rumah mereka tak jauh dari bangunan tersebut.
Hana yang sudah sampai di rumah masuk dengan keadaan berantakan dengan cat hampir seluruh pakian dan wajah nya membuat orang tua nya menatap Hana geleng kepala.
"Malam semua"sapa Hana dengan senyum manis nya.
"Kenapa kamu kotor begitu Hana tuh lihat wajah kamu juga kenapa ada cat di situ"ucap mama Rani.
"Nama nya juga baru siap ngecat ma ya begini lah"ucap Hana.
"Iya ma Hana ke kamar dulu jangan rindu yah nanti mama gak kuat"ucap Hana cengengesan.
"Anak kamu pa"ucap mama Rani.
"Anak kita ma"ucap papa Adit.
"Iya juga sih"ucap mama Rani di balaa gelengan kepala oleh papa Adit.
"Gimana pa seperti nya Hana gak akan mau menikah sama Regan"tanya mama Rani.
"Mama tenang saja papa sudah tahu bagaimana cara nya"ucap papa Adit.
"Papa gak aneh-aneh bukan"tanya mama Rani.
"Gak lah ma nanti mama akan tahu sendiri"ucap papa Adit.
__ADS_1
"Tapi apa gak masalah pa Hana menikah usia nya masih terlalu muda"ucap mama Rani.
"Mama tenang saja papa yakin Regan bisa membahagiakan Hana ma"ucap papa Adit.
"Bukan begitu pa Hana masih kecil pikiran nya belum cukup dewasa papa lihat sendiri tingkah seperti apa apa papa yakin Regan akan sabar menghadapi nya"ucap mama Rani sedikit khawatir.
"Papa yakin Regan akan bisa menerima Hana ma, Regan lekaki yang baik dan bertanggung jawab dia akan bisa menjaga Hana dengan baik"ucap papa Adit.
"Kalau begitu keputusan papa mama ikut saja yang penting Hana bahagia nanti nya"ucap mama Rani.
Tak lama Hana datang ikut bergabung dengan kedua orang tua nya,ia duduk di tengah-tengah kedua orang tua nya tersebut.
"Gak baik mesra-mesra an berdua doang nanti ketiga nya setan"ucap Hana.
"Kamu dong setan nya"ucap mama Rani terkekeh.
"Beda lah ma masa anak mama yang cantik ini di samain sama setan"ucap Hana.
"Kan kamu yang bilang yang ketiga setan"ucap mama Rani.
"Bagaimana persiapan cafe kalian itu udah selesai"tanya papa Adit.
"Tinggal sedikit lagi pa rencana hari minggu ini kami akan membuka nya"ucap Hana.
"Siapa yang akan memasak di sana mama yakin jika kalian bertiga yang memasak yang ada pengunjung nya akan sakit perut"ucap mama Rani.
"Gak lah ma kami juga tahu kemampuan kami gak ada di bidang itu,anak-anak yang lain bisa masak jadi kami akan bagi pekerjaan nanti nya"ucap Hana.
"Bahan-bahan nya kalian beli di mana"tanya papa Adit.
"Masalah itu sih rencana nya Hana akan mengatakan nya pada yang lain juga soal nya ada juga mereka yang membantu orang tua nya di kampung buat kebun sayuran jadi biar ada tambahan pendapatan mereka Hana ambil yang dari mereka saja selain itu bahan-bahan nya juga masih segar jadi di jamin bagus"ucap Hana.
"Anak siapa sih pintar bener"ucap mama Rani memeluk Hana.
"Anak tetangga ma"ucap Hana.
"Enak saja anak mama kali"ucap mama Rani.
__ADS_1
"Lah sudah tahu anak mama masih saja bertanya anak siapa"ucap Hana ketus membuat orang tua Hana terkekeh mendengar nya.