Menikah Dengan Dosen Killer

Menikah Dengan Dosen Killer
Bab 32


__ADS_3

Kini kedua nya berada di dalam kamar saling diam tidak tau mau melakukan apa dan juga canggung karna televisi tidak ada sama sekali di dalam villa itu yang sengaja di buat tidak ada televisi.


"Hemm"dehem Hana yang sudah mulai bosan karha hanya diam saja.


"Kenapa"tanya Regan.


"Bosan mas"ucap Hana.


"Terus mau ngapain agar gak bosan"ucap Regan.


"Entah"jawab Hana mengangkat kedua bahu nya.


"Tidur saja besok pagi kita jalan-jalan"ucap Regan.


"Ck mas gak ingat kalau saat di jalan aku tidur mana bisa tidur lagi dengan cepat begini"ucap Hana kesal sendiri.


"Lalukan saja apa yang membuat mu gak bosan"ucap Regan membuka buku di tangan nya yang ia ambil dari rak buku kecil yang tersedia di sana,ia memang sengaja menaruh banyak buku agar jika bosan ia bisa membuka nya untuk mengurangi kebosanan nya.


Dih dia gak peka amat yah,ajak jalan-jalan sebentar kek keluar baru juga matahari terbenam udah nyuruh tidur segala,kenapa juga mama dan papa jodohin gua sama manusia medel ginian,batin Hana menatap sengit ke erah Regan yang terlihat santai.


"Aku keluar sebentar"ucap Hana ketus beranjak dari atas ranjang keluar dari dalam kamar tanpa mendengar jawaban dari Regan lagi.


"Haiss mana semua gelap lagi"gumam Hana membuka pintu Villa dan duduk di kursi,ia menatap sekeliling yang hanya di sekitar Villa mereka saja yang terlihat terang jika di pandang ke kebun teh hanya samar-samar terlihat cahaya lampu di sana.


"Jalan-jalan sebentar gak apa-apa kali ya sekitar sini doang"gumam Hana melamgkah kan kaki nya ke luar dari Villa berjalan santai melewati Villa-villa yang tak jauh dari Villa mereka tinggal sekarang.


Sesekali ia tersenyum pada mereka yang berada di teras Villa tersebut sebagai bentuk sopan santun,lumayan jauh berjalan Hana menatap ada perkampungan di bawah yang terlihat cukup ramai dilihat dari cahaya lampu yang menerangi kampung tersebut.


Seperti nya itu perkampungan yang di ceritakan nya tadi,batin Hana mengingat perkataan Regan yang akan mengajak nya jalan-jalan besok keliling kampung tersebut.


Hana memilih duduk di kursi bambu yang seperti nya memang di sengaja di taruh di situ untuk siapa yang ingin beristirahat atau menikmati pemandangan di sekitar,ia tersenyum tipis merasakan nyaman dan damai nya di tempat tersebut tanpa ada suara bising kendaraan yang hanya terdengar adalah suata jangkrik.


Sementara di Villa Regan menatap jam dinding di sana sudah menunjuk kan jam sembilan malam berarti Hana sudah keluar dari dalam kamar sekitar dua jam belih membuat nya beranjak dari atas ranjang keluar mencari Hana.

__ADS_1


"Reyhana"panggil Regan.


"Hanaa"panggil nya lagi melangkah kan kaki nya mencari Hana di dalam Villa tersebut.


"Reyhanaaa"panggil Regan lagi dengan suara agak keras namun sama sekali tak ada yang menyahut membuat nya panik.


Ia dengan cepat melangkah keluar dari dalam Villa tak menemukan Hana juga di teras.


"Dia kemana sih sudah malam juga"gumam nya kesal berjalan mencari Hana.


"Reyhanaa"panggil Regan sambil berjalan siapa tahu Hana mendengar panggilan nya.


"Kamu pergi kemana Hana"gumam Regan khawatir terjadi sesuatu pada Hana.


Ia semakin berjalan cepat menyusuri jalan hingga mata nya menatap seseorang yang sedang duduk tak jauh dari nya berhenti. Dengan langkah cepat Regan berjalan menghampiri seseorang tersebut dan memeluk nya dengan erat.


"Ehh mas kenapa"tanya Hana menatap Regan yang terlihat berkeringat dengan nafas tak beraturan.


"Kamu membuat mas khawatir"ucap Regan masih setia memeluk Hana.


"Iya tapi ini sudah malam sekali kamu gak balik juga mas kira hanya duduk di depan saja tadi"ucap Regan melepaskan pelukan nya dan memilih duduk di samping Hana.


"Hanya duduk saja gak asyik maka nya aku jalan-jalan saja"ucap Hana santai.


"Kalau mau jalan-jalan kenapa gak bilang sama mas dulu"ucap Regan cepat membuat Hana mendelik mendengar nya.


"Aku kan sudah bilang lebih awal apa mas lupa ingatan"ucap Hana ketus.


"Ayo pulang ini sudah jam sembilan"ucap Regan.


"Baru juga jam sembilan"ucap Hana.


"Di sini beda sama di kota"ucap Regan.

__ADS_1


"Sebentar lagi aku masih ingin di sini"ucap Hana.


"Jangan lama lagi"ucap Regan di angguki Hana.


"Dingin"tanya Regan.


"Gak"ucap Hana tapi kepala nya mengangguk membuat Regan terkekeh melihat nya.


"Sini mas peluk biar hangat"ucap Regan menarik tangan Hana hingga tubuh Hana berada di pelukan nya.


"Bilang aja modus"ucap Hana ketus tapi tak bergerak dari pelukan Regan membiarkan Regan tetap memeluk nya.


Kedua nya menikmati malam tersebut dengan saling berpelukan satu sama lain,hingga lebih dari sepuluh menit kedua nya diam menatap lampu-lampu yang terlihat terang hingga tak lama tersengar suara petir saling menyambar membuat kedua menatap ke atas.


"Seperti nya akan hujan kita balik saja"ucap Regan.


"Ini mah bukan seperti nya lagi tapi hujan"ucap Hana cepat-cepat berdiri begitu juga dengan Regan.


Tak lama hujan mulai turun membuat kedua nya berlari meninggalkan tempat tersebut,Regan menggandeng tangan Hana agar lebih cepat lagi karna dari tempat mereka ke Villa agak jauh.


"Astaga kenapa juga itu Villa jauh amat lagi"ucap Hana yang kini kedua nya mulai basah hingga mereka tiba di depan Villa orang-orang yang menginap.


"Huhh tetap aja basah"gerutu Hana menatap diri nya sudah basah kuyup setelah kedua nya berhenti di depan Villa penginapan,sedangkan Villa yang mereka tempati ada di paling akhir.


"Kita langsung ke Villa saja sudah terlanjur basah juga"ucap Regan menarik tangan Hana berlari ke Villa mereka tinggal meski sudah tak sebasah tadi karna melewati Villa-villa tersebut hingga kedua nya tiba di Villa mereka sendiri.


"Ini gimana masuk nya ke dalam"ucap Hana menatap Regan.


"Masuk saja mau bagaimana lagi"ucap Regan membuka pintu.


"Ehh nanti kotor semua mas"ucap Hana.


"Besok bisa di bersihkan dari pada kelamaan nanti sakit malah dingin juga"ucap Regan masuk ke dalam rumah di ikuti Hana dari belakang nya.

__ADS_1


Kedua nya masuk ke dalam kamar mereka dengan tubuh sudah gemetar karna begitu dingin belum lagi cuaca di sana memang dingin ditambah kini hujan lebat juga yang membuat suhu di sana terasa semakin dingin.


__ADS_2