
Selesai dengan belanjaan nya yang banyak tersebut akhir nya selesai juga berkat bantuan pelayan karna ia sudah lelah dan juga kurang tahu mana bahan tersebut maka dari itu ia meminta bantuan pelayan di supermarket tersebut. Setelah membayar semua nya dan masuk ke dalam mobil Hana melajukan mobil nya kembali ke cafe untuk mengantarkan belanjaan tersebut karna jam sudah hampir menunjuk kan jam sembilan malam.
Di mobil lain terdapat Regan yang mengikuti Hana ia mengerutkan kening nya saat melihat mobil Hana bukan menuju ke arah rumah melain kan ke arah lain.
"Dia mau kemana malam-malam begini membawa barang-barang seperti itu lagi"guman Regan tetap mengikuti mobil Hana hingga mobil Hana berhenti di sebuah Cafe.
Hana sendiri segera turun dari dalam mobil dan masuk ke dalam ia meminta bantuan teman-teman nya untuk menurunkan barang-barang tersebut,Cafe masih saja ramai sejak ia tinggalkan tadi ia pikir akan sepi karna sudah malam namun dugaan nya salah malah cafe tersebut justru bertambah ramai apalagi terdengar beberapa orang yang bernyanyi segaligus memainkan gitar karna memang mereka menyediakan nya buat siapa yang ingin menyumbangkan suara nya sebagai hiburan.
"Masih ramai aja gua kira udah sepi"ucap Hana pada mereka.
"Hmm seperti nya malam ini kami akan begadang di buat nya"ucap teman Hana yang lain.
"Kami tidak bisa membantu lagi karna harus segera pulang kalau pulang kemalaman bisa-bisa di coret dari kartu keluarga"ucap Hana.
"Gak masalah Han kami juga mengerti lagian masih awal buka jadi masih semangat aja"ucap Robi.
"Kalian pulang saja biar kami yang urus"ucap Rizal salah satu dari mereka.
"Ya sudah kami balik duluan kalian juga gak usah terlalu malam buka nya kita gak buka dua puluh empat jam"ucap Sila membuat yang lain terkekeh.
"Setelah semua nya pergi kami akan tutup juga langsung"ucap Robi.
"Baik lah kami duluan besok siang kami ke sini lagi"ucap Febi mengambil tas nya begitu juga dengan Sila.
Ketiga wanita tersebut segera meninggalkan cafe menuju mobil mereka masing-masing.
"Hari pertama buka ramai nya minta ampun gua kira gak akan sampai seperti itu"ucap Sila saat mereka berjalan ke parkir.
"Hmm gua juga gak nyangka tapi senang juga baru pertama buka udah seramai itu"ucap Hana tersenyum tipis.
__ADS_1
"Senang lah lelah nya juga minta ampun sedari pagi gak ada duduk tenang nya"ucap Febi.
"Nama nya juga kerja ya lelah lah kalau gak mau lelah ya jadi bos dong"ucap Sila.
"Lagian usaha dari nol itu memang harus merasakan lelah dulu nanti kalau sudah berkembang ya tinggal duduk-duduk aja"ucap Hana di angguki kedua nya.
Mereka masuk ke dalam mobil masing-masing dan melajukan nya menuju rumah mereka. Hana yang baru saja sampai segera masuk ke dalam kamar nya dan membaringkan tubuh nya langsung di atas ranjang hari ini melelahkan namun menyenangkan untuk nya membuat nya langsung tidur tanpa mandi.
Sama hal nya dengan Regan yang sedari tadi mengikuti Hana hingga Hana kembali ke rumah nya ia juga langsung tidur karna besok pagi ia ada kelas,pikiran nya yang awal nya kemana-mana mengenai Hana tertawab sudah setelah melihat Hana keluar bersama kedua teman nya tersebut namun yang masih jadi pertanyaan untuk nya kenapa Hana membeli begitu banyak di supermarket membawa nya ke sana.
.......
Pagi hari Hana bangun dari tidur nya langsung mandi karna semalam ia tidak mandi setelah pulang dari cafe,setelah memakai baju ia turun ke lantai bawah.
"Pagi ma,pa"sapa Hana.
"Pagi"ucap mama Rani.
"Gak ma sekitar jam sembilan"ucap Hana.
"Bagaimana cafe kalian itu"tanya papa Adit penasaran.
"Baru buka udah ramai pa dari pagi sampai malam bahkan saat kami pulang masih saja ramai,lelah juga ternyata gak ada istirahat nya"ucap Hana.
"Begitulah kalau bekerja maka nya kalau punya uang tuh jangan di hamburkan ke sana ke sini beli aja seperlu nya sekarang sudah tahu bukan bagaimana lelah nya mencari uang itu"ucap papa Adit.
"Hana gak boros-boros amat pa memang nya papa lihat Hana belanja ini dan itu apa"protes Hana.
"Memang bukan kan papa cuma mengingatkan saja"ucap papa Adit.
__ADS_1
"Iya pa"ucap Hana malas.
"Oh iya papa udah mengatakan jika kamu setuju menikah dengan nak Regan"ucap papa Asit membuat Hana tersedak.
uhukk uhukk
"Papa jangan aneh-aneh deh kapan Hana bilang setuju menikah dengan nya"ucap Hana cepat.
"Pokok nya Hana gak mau menikah dengan nya Hana bisa cari yang lain gak perlu papa jodohkan begitu"ucap Hana beranjak dari duduk nya.
"Kamu mau jadi anak durhaka tidak mendengar ucapan orang tua Hana"ucap papa Adit.
"Pa bukan seperti itu untuk yang satu ini Hana gak setuju"ucap Hana.
"Kamu mau menikah dengan Regan atau kamu gak perlu lagi tinggal di rumah ini"ucap papa Adit datar.
"Kalau cuma itu Hana akan keluar dari sini Hana bisa cari uang sendiri"ucap Hana.
"Sekalian saja kamu gak usah menganggap kami orang tua mu lagi,kami tidak mau memiliki anak durhaka seperti mu yang tidak mau mendengarkan orang tua"ucap papa Adit membuat Hana terdiam.
"Terserah papa saja"ucap Hana pergi ke kamar nya mengambil tas dan kunci mobil nya.
"Pa apa tidak terlalu berlebihan bicara begitu pada nya nanti di berbuat yang aneh-aneh"ucap mama Rani.
"Mama tenang saja dia tidak akan berbuat macam-macam lagian mama pasti tahu bagaimana anak itu"ucap papa Adit.
Memang Hana walaupun bar-bar dan suka seenak nya saja bahkan pembangkang namun ia selalu menuruti keinginan orang tua nya,maka dari itu papa Adit bicara demikan.
Tak lama Hana keluar dari kamar nya berjalan tanpa menatap orang tua nya,ia masih kesal pada mereka yang menjodohkan nya bahkan menyuruh nya menikah padahal ia masih ingin menikmati waktu masa muda nya di usia nya tersebut yang lebih mengesal kan lagi kenapa juga ia harus menikah dengan Regan dosen killer di kampus nya tersebut.
__ADS_1
Cih itu dosen juga kenapa juga belum menikah sih udah tua juga,seharus nya kalau udah tua cari kek yang seusia dengan nya dan menolak perjodohan itu lah ini dia mau aja menikah dengan anak kecil,batin Hana kesal dan malah menyumpah sarapahi Regan.