
Hana menatap sebal pada Regan yang duduk di samping nya setelah mereka selesai menandatangi berkas surat nikah dan juga saling tukar cincin pernikahan, kedua nya duduk di kursi yang di sediakan untuk pengantin setelah keluarga mereka mengucapkan selamat atas pernikahan mereka.
"Kenapa menatap ku seperti itu"ucap Sena ketus merasa risih di tatap intens oleh Regan.
"Hanya tak menyangka saja kenapa saya menikah dengan gadis pembuat onar seperti mu"ucap Regan datar.
"Ck seharus nya aku yang berkata seperti itu kenapa juga nasib ku begini harus menikah dengan lelaki tua seperti mu malah killer lagi"sewot Hana.
"Ternyata selain pembuat onar kau juga menyebalkan"ucap Regan membuat Hana berdecih mendengar nya.
"Pengantin baru gak boleh bertengkar begitu kasihan yang melihat nya"ucap mama Ayu menggoda kedua nya.
"Bener mbak biasa nya pengantin baru mesra-mesra an bukan seperti mereka seperti kucing dan tikus"ucap mama Rani.
"Nih orang nyebelin banget ma"ucap Hana.
__ADS_1
"Kalian berdua sama saja ini hari pernikahan kalian jangan ribut begitu malu masa tamu jika kalian ingin ribut nanti masuk ke dalam kamar dulu"ucap mama Rani.
"Bener tuh sekalian saja kalian buatin kami cucu"ucap mama Ayu membuat mata Hana membola mendengar nya.
Cucu dari mana,siapa juga yang mau membuat cucu sama nih orang yang benar saja,batin Hana.
"Mama jangan ngongong yang aneh-aneh deh"ucap Regan pada mama nya tersebut.
"Apa salah nya bukan kah yang mama katakan itu benar,kami ini sudah tua pengen menimang cucu"ucap mama Ayu.
"Lebih baik kalian makan dulu semua orang juga sedang menikmati makan siang"ucap mama Rani mengalihkan pembicaraan melihat Hana terkejut.
"Ohh iya benar ini sudah siang kalian pasti lapar"ucap mama Ayu membenarkan ucapan besan nya tersebut.
"Tunggu sebentar biar mama ambilkan untuk kalian"ucap mama Rani.
__ADS_1
"Ehh gak usah ma Hana saja yang mengambil nya"ucap Hana berdiri dari duduk nya segera mengambil piring tak jauh letak nya dari mereka duduk dan mengisi nya dengan nasi serta lauk.
Selesai ia kembali duduk di tempat nya dan mulai makan dengan santai tanpa mengambilkan nya untuk Regan bahka. ia tak mengajak Regan makan.
"Istri macam seperti mu yang gak mengambilkan makan untuk suami nya"cibir Regan.
"Pak Regan kan punya tangan dan kaki jadi ambil saja sendiri"ucap Hana ketus sambil melanjutkan makan nya.
"Kau tahu berdosa jika istri lebih dulu makan tanpa menunggu suami nya"ucap Regan.
"Dosa nya nanti di tanggung di akhirat pak ini masih di dunia"ucap Hana beralasan membuat Regan geleng kepala tak percaya dengan apa yang gadis di samping nya ucapkan.
Tak ingin berdebat Regan berdiri dari duduk nya mengambil makan untuk nya sendiri karna ia juga sudah lapar tidak sempat sarapan tadi pagi, Sementara Hana yang melihat nya tersenyum puas karna ia memang sengaja tak mengambil kan nya untuk Regan agar lelaki itu kesal.
Memang enak gak gua peduliin salah sendiri kenapa menikah dengan gua dasar lelaki tua gak laku,mana mungkin juga ada yang mau sama dia galak bener belum lagi di kampus killer nya minta ampun siapa yang mau coba,batin Hana menatap sinis punggung Regan.
__ADS_1