
Regan memilih keluar dari Villaberjalan-jalan sambil membeli sarapan untuk mereka berdua karna ia juga tidak bisa tidur lagi setelah bangun. Tak lama setelah Regan pergi Hana membuka mata nya pelan dan menatap keluar jendela yang masih terlihat gelap namun bisa pastikan sudah pagi.
Ia bergegas ke kamar mandi mencuci wajah nya lalu keluar dari dalam Villa istirahat semalaman di tamah obag yang ia minum membuat tubuh nya lebih cepat sehat lagi,ia berjalan menemui ibu-ibu yang memetik teh di sana.
"Pagi bu"ucap Hana ramah.
"Pagi juga neng"ucap ibu ramah tersenyum tipis menatap Hana yang cantik dengan memakai stelab baju tidur,rambut nya di jepit ke atas membuat nya terlihat cantik.
"Boleh saya bantu buk"ucap Hana dengan senyum lebar nya.
"Jangan atuh neng nanti neng nya lelah"ucap ibu cepat karna dapat ia lihat Hana pengunjung yang datang.
"Gak akan buk lagian cuma metik teh doang"ucap Hana yang kini tangan nya ikut memetik teh setelah memperhatikan tangan ibu itu yang begitu cepat memetik teh-teh tersebut.
Akhir nya Hana ikut memetik teh itu sambil bercerita dengan ibu-ibu yang ada di dekat nya,saking asyik nya bercerita ia tak sadar jika Regan menghampiri nya dengan bungkusan di tangan nya.
"Kenapa di sini kamu baru saja sakit"ucap Regan mendekati Hana.
"Pak dosen kenal sama neng Hana"tanya ibu itu.
"Dia istri saya buk"ucap Regan cepat.
"Oalah istri nya pak dosen toh neng Hana kenapa gak mengatakan nya jika istri pak dosen"ucap ibu lain nya yang di balas cengengesan dari Hana.
"Kami kembali dulu ibu-ibu istri saya baru sakit semalam"ucap Regan menarik lembut tangan Hana.
"Silhakan pak dosen"ucap ibu-ibu itu.
"Saya permisi dulu buk,mari"ucap Hana tersenyum tipis.
__ADS_1
"Iya neng terimakasih sudah membantu"ucap ibu itu di angguki Hana.
Kedua nya berjalan meninggalkan ibu-ibu itu semua melewati kebun teh menuju ke villa mereka.
"Kamu masih sakit kenapa keluar"ucap Regan lembut.
"Aku sudah sehat"ucap Hana cuek.
"Ini tangan kamu masih terasa panas"ucap Regan yang masih menggenggam tangan Hana.
"Panas karma memetik teh tadi"ucap Hana singkat membuat Regan menghela nafas pelan.
"Kita sarapan dulu baru minum obat nya kembali"ucap Regan setelah mereka tiba di dalam villa.
Kedua nya kini berada di meja makan dan menikmati sarapan yang Regan belikan tadi, Selesai sarapan Regan memberikan obat yang semalam lagi pada Hana dan memastikan Hana meminum nya.
"Kemaren kenapa gak menunggu mas saat mas memanggil mu malah kamu berlari cepat"ucap Regan dengan hati-hati sambil menatap Hana.
"Jangan berpikir yang eneh-aneh dia cuma bertanya apa ada pekerjaan pada mas kebetulan mas kenal ayah nya dan mas beberapa kali ke rumah mereka maka nya kami saling kenal"jelas Regan membuat kening Hana mengerut bingung.
"Siapa juga yang berpikir aneh kalau kalian saling suka juga gak masalah aku balik lagi ke rumah mama dan papa"gumam Hana pelan karna ia memang belum mencintai Regan walaupun sudah bisa menerima pernikahan mereka sedikit.
"Mas dengar Reyhana"ucap Regan dengan dingin membuat Hana diam.
Tajam juga pendengaran nya perasaan aku cuma bergumam pelan,batin Hana.
"Apa kamu belum juga menerima pernikahan ini hingga kamu bicara dengan mudah begitu"tanya Regan datar.
"Aku tidak tahu"ucap Hana jujur membuat Regan menghela nafas kasar mendengar nya.
__ADS_1
Tanpa kata lagi beranjak dari sana,jujur saja ia memang sudah mulai mencintai Hana dan menginginkan Hana juga agar belajar mencintai nya jika belum mencintai nya setidak nya belajar menerima pernikahan mereka tersebut. Ingin membuat Hana mencintai nya ia tidak tahu bagaimana cara nya karna selama ini ia tidak pernah dekat wanita mana pun.
Huhh kenapa jadi seperti ini sih perasaan tujuan nya juga liburan berasa gak liburan,batin Hana menatap punggung Regan sudah menjauh keluar dari dalam Villa.
"Gua di tinggal lagi sendirian"ucap Hana kesal sendiri di tinggal oleh Regan lagi.
Senyum nya mengembang mengingat ada cafe pohon yang berada di sebelah kebun,ia bergegas ke kamar nya membersihkan tubuh nya lebih dulu setelah selesai ia mengambil dress di atas lutut yang ia bawa memang semua nya baju feminim kecuali baju tidur yang biasa ia pakai,Hana mengikat rambut nya setengah dan membiarkan setengah tergerai lagi. ia mengambil flat soesh yang senada dengan dress yang ia kenakan tak lupa tas nya yang kemaren.
Hana keluar dari dalam Villa dengan kamera di leher nya berjalan santai melewati kebun teh tersebut,lagi-lagi ia melihat Regan dengan wanita itu bukan nya apa-apa ia hanya risih saja sebelum Regan melihat nya ia berjalan menunduk hingga merasa sudah jauh barulah ia berdiri.
"Njirrr pinggang gua sakit di buat nya"gerutu nya tak mau menoleh ke belakang lagi takut Regan melihat nya dan akan memanggil nya lagi.
Tampak cafe pohon itu dari tempat nya berdiri sekarang,Hana memang kamera milik nya dan kini fokus membidik cafe itu yang terlihat seperti di sebuah dunia dongeng yang pernah ia tonton.
Setelah gua balik akan gua tunjukin nih sama tuh curut berdua,batin Hana tersenyum puas dengan hasil gambar yang ia ambil.
"Mau kemana"ucap Regan yang kini ada di belakang Hana membuat Hana terlonjak kaget.
"Astaga bisa gak sih gak usah buat orang kaget"ucap Hana ketus sambil mengelus dada nya pelan.
"Kamu mau kemana lagi"tanya Regan datar.
"Ck gak ada"ucap Hana berbalik kembali malas menatap Regan dengan wanita di samping nya itu.
Setelah melihat cafe pohon itu Hana dengan semangat ingin melangkah kan kaki nya namun tangan nya lebih sulu di cekal oleh Regan membuat nya menoleh ke belakang.
"Apa lagi"tanya Hana heran.
"Mau ke sana kan kita bersama saja"ucap Regan.
__ADS_1
"Yaudah lepaskan tangan ku aku bisa berjalan sendiri"ucap Hana membuat Regan melepaskan tangan nya.
Hana berjalan di depan tak menganggap kedua orang di belakang ada, sesekali ia berhenti mengambil gambar yang menurut nya bagus hingga beberapa orang memanggil nya membuat nya menoleh dengan senyum lebar karna ia tahu siapa yang memanggil nya tersebut.