
Hana menatap pintu kamar Sila sebentar lalu mengetuk nya.
tok tok tok
"Silaa"panggil Hana keras agar Sila mendengar nya.
"Ini aku cepat buka pintu nya"ucap Hana lagi.
Ceklek
Pintu di buka oleh Sila yang terlihat sehabis menangis karna mata nya bengkak dan berair.
"Hanaa"ucap Sila memeluk Hana erat kembali menangis saat Hana sudah masuk ke dalam kamar nya.
"Kau baik-baik saja"tanya Hana membalas pelukan sahabat nya itu.
"Aku baik-baik saja tapi aku merasa bersalah pada Max"ucap Sila pelan.
"Hey kenapa bicara seperti itu"ucap Hana menghapus air mata sahabat nya tersebut.
"Max tidak masalah sama sekali ia ingin mempertanggung jawab kan perbuatan nya"sambung Hana.
"Aku tahu tapi semua ini karna aku maka nya dia mau menikah dengan ku"ucap Sila.
"Semua sudah terjadi tidak bisa di kembalikan ke awal"ucap Hana.
"Maaf kan aku karna meninggalkan mu di sana jika saja aku tak meninggalkan mu semua ini tidak akan terjadi"sambung Hana lagi.
"Ini bukan salah mu,Max sudah menceritakan pada kami apa yang sebenar nya terjadi dan papa sudah menyuruh anak buah nya untuk mengambil rekaman cctv di sana sebagai bukti untuk menangkap pelaku nya"ucap Sila.
"Kau sendiri bagaimana keadaan mu"tanya Sila.
"Aku juga baik-baik saja untung nya Max menyuruh pak Regan datang saat ia kembali ke hotel untuk melihat mu"jawab Hana.
"Bagaimana ini besok aku akan menikah dengan Max"ucap Sila pelan.
"Itu lebih baik,tidak masalah menikah saat kuliah bukan kau lihat saja aku,lagi pula aku senang karna kau menikah dengan Max jadi kita akan jadi ipar sepupu"ucap Hana mendapat tabokan dari Sila.
"Kau memang menyebalkan"dengus Sila.
__ADS_1
"Hey Max orang nya baik kau sudah mengenal dia cukup lama juga,jangan khawatir dia tidak akan menyakiti mu jika ia berani melakukan nya aku sendiri yang akan menghajar nya"ucap Hana.
"Kalian harus datang besok ke pernikahan ku karna mungkin tinggal dua hari lagi kita bertemu"ucap Sila pelan.
"Apa maksud mu"tanya Hana.
"Orang tua Max mengatakan akan membawa ku ikut bersama mereka ke luar negeri dan aku melanjutkan kuliah ku bersama Max di sana"ucap Sila.
"Kenapa mereka tidak memberi tahu tadi saat di rumah"ucap Hana kesal.
"Masih belum pasti setelah pernikahan kami baru akan di bahas kembali karna mama dan papa juga kurang setuju kau tau sendiri jika cuma aku saja anak mereka"ucap Sila.
"Bagaimana apa Febi sudah bisa di hubungi"tanya Sila.
"Pagi ini aku belum menghubungi nya karna aku khawatir pada mu"ucap Hana dengan jujur.
"Coba hubungi lagi ponsel ku baru saja mati dan di cas di sana,aku mau kalian berdua hadir di pernikahan ku bukan kah kita bertiga sudah berjanji akan saling menemani saat menikah"ucap Sila di angguki Hana mengambil ponsel nya untuk kembali menghubungi Febi.
"Tidak aktif"ucap Hana menatap ponsel nya yang tidak bisa menghubungi Febi karna tidak aktif.
"Kita ke rumah nya saja untuk memastikan nya aku takut terjadi sesuatu pada nya,tidak biasa nya dia mematikan ponsel nya begitu"ucap Sila ke kamar mandi membasuh wajah nya dengan air agar lebih segar, ia melupakan masalah nya lebih dulu untuk melihat sahabat nya tersebut.
"Hana,Sila kalian mau kemana"tanya mama Sila menatap kedua nya penuh selidik.
"Kita keluar sebentar ma"ucap Sila.
"Tidak boleh Sila besok kau akan menikah jadi diam di rumah"ucap mama Sila.
"Kami hanya ke rumah Febi saja ma dari kemaren ponsel nya mati tidak bisa di hubungi begitu juga dengan orang tua nya"jelas Sila.
"Hanya sebentar ma"sambung Sila lagi.
"Benar ma kami khawatir dengan Febi Hana janji akan menjaga Sila dengan baik ma"ucap Hana juga membujuk mama Sila.
"Baik lah ingat hanya sebentar setelah selesai urusan kalian di sana langsung pulang ke rumah"ucap mama Sila.
"Iya ma"ucap Hana dan Sila kompak dan menyalami mama Sila sebelum keluar dari dalam rumah.
"Kita pakai mobil ku saja"ucap Hana.
__ADS_1
"Aku akan mengantar mu pulang nanti"sambung Hana lagi saat Sila akan menjawab.
"Nanti kau bolak balik"ucap Sila.
"Tak masalah"ucap Hana di angguki Sila yang akhir nya ikut masuk ke dalam mobil Hana.
Kedua nya pun meluncur menuju kediaman orang tua Sila dengan kecepatan sedang. Tiba di sana mereka menatap pagar rumah Sila yang tertutu rapat juga terlihat rumah itu sepi karna biasa nya akan ada satpam yang berjaga di gerbang untuk membuka gerbang.
Akhir nya mereka berdua turun dari dalam mobil dan menatap ke arah dalam.
"Kenapa pagar nya di kunci begini pak Ali juga tidak ada di sini biasa nya kan di sini"ucap Sila.
"Rumah ini juga terlihat kosong begitu"ucap Hana menatap keseluruh penjuru rumah berharap ada pelayan yang lewat namun tidak ada sama sekali.
"Coba buka pagar nya saja kita lihat ke dalam"ucap Sila pada Hana dan di angguki Hana segera mencoba membuka pagar tersebut dengan jepit rambut yang ia ambil dari dalam mobil.
Ceklek
Pagar rumah Febi terbuka membuat mereka segera masuk ke dalam.
"Ternyata bakat mu saat sekolah masih ada"kekeh Sila di balas dengusan ole Hana, maklum saja jika dulu saat akan cabut mereka akan melompat pagar sekolah atau Hana membuka pintu pagar dengan jepit rambut nya.
Kedua nya mengelilingi rumah mewah kediaman tersebut namun terlihat kosong tak ada seorang pun di sana membuat mereka bingung kemana keluarga Febi pergi.
"Febi kemana pergi rumah nya kosong begini malah dia gak memberi pesan pada kita lagi"ucap Sila menatap Hana bingung.
"Entah lah terakhir aku mengajak nya membeli hadiah untuk ulang tahun mu dia mengatakan ada urusan penting hingga tak bisa ikut setelah itu tidak ada kabar lagi dari nya dan ponsel nya tiba-tiba tidak aktif begitu"ucap Hana tak kalah bingung dengan sahabat nya itu.
"Coba tanyakan saja pada tetangga nya yang di depan"ucap Sila di angguki Hana yang akhir nya mereka berdua keluar dari sana dan kembali mengunci pagar yang mereka buka.
Hana dan Sila berjalan ke arah depan di mana tetangga Febi berada di sana yang kebetulan agak dekat dengan keluarga Febi maka dari itu mereka berani bertanya ke sana.
.
.
.
Halo kakak semua jangan lupa like,vote dan komen nya yah. Baca juga cerita lain nya serta Rite bintang 🌟🌟🌟🌟🌟 juga.
__ADS_1