
Mata tajam Regan menatap Hana dan anak yang masih memakai baju sekolah tersebut bergantian apalagi melihat istri nya itu tersebut membuat nya heran saja.
"Kau kenal dengan anak sekolah tadi"tanya Regan akhir nya tak bisa membendung rasa penasaran nya.
"Cuma kenal gitu doang"ucap Hana menutup kaca mobil kembali karna mereka sudah selesai dan Regan juga mulai melajukan mobil meninggalkan pertamina tersebut.
"Kenal di mana dari lambang seragam yang ia gunakan bukan kah dia sekolah jauh dari rumah mu"ucap Regan yang kini sudah seperti mengintrogasi saja.
"Seminggu yang lalu saat aku keluar rumah jalan-jalan saja ketemu sama dia dan ternyata rumah nya gak terlalu jauh dari rumah kita"ucap Hana membuat Regan menoleh dengan cepat.
"Jadi bocah itu satu komplek dengan kita"tanya Regan di angguki Hana.
"Jangan terlalu dekat dengan nya kelihatan nya dia anak yang nakal"ucap Regan beralasan agar Hana tidak dekat dengan pria lain.
"Mas tenang saja dia anak yang baik walau nakal aku tahu dengan siapa aku harus berteman karna saat sekolah dulu aku sudah bisa membedakan mana yang teman mana yang bukan"ucap Hana.
"Yang terlihat baik belum tentu baik dan yang terlihat nakal belum tentu juga orang jahat bukan kadang yang terlihat baik itu lah yang lebih berbahaya dari yang nakal"sambung Hana lagi.
Regan tak lagi bicara setelah mendengar apa yang di katakan oleh Hana,kini ia fokus menyetir saja agar mereka sampai di sana dengan selamat, Hana sendiri memilih memejam kan mata nya untuk tidur karna Regan mengatakan masih beberapa jam lagi agar mereka sampai.
Sore hari menjelang matahari terbenam akhir nya mereka tiba di puncak dan memarkirkan mobil tepat di depan Villa yang akan menjadi tempat tinggal mereka selama seminggu ke depan.
"Reyhana kita sudah sampai"ucap Regan menepuk pipi mulus Hana dengan pelan membuat Hana membuka mata nya pelan.
"Sudah sampai mas"tanya Hana menatap sekeliling nya.
"Hmm"dehem Regan keluar dari dalam mobil begitu juga dengan Hana yang kini mata nya sudah terbuka lebar.
"Wauu"ucap Hana menatap kagum kebun teh luas di depan nya terlihat juga di pinggiran ada Villa-villa yang mungkin sudah terisi penuh melihat orang-orang masih ramai di sana padahal sudah sore.
"Bagus bukan"ucap Regan yang kaki nya melangkah mendekati Hana dan kini tangan nya sudah merangkul pinggang Hana agar lebih dekat.
"Bagus bangat malah,tapi agak dingin"ucap Hana menggosok kan kedua tangan nya.
__ADS_1
"Nama nya juga di puncak jelas dingin,ayo masuk ke dalam dulu"ucap Regan di angguki Hana segera mengambil tas dan rantang di kursi belakang serta makanan ringan yang ia beli juga.
"Mas apa pintu nya sudah terbuka"tanya Hana menatap Regan yang kini sedang mengeluarkan koper mereka.
"Belum tunggu dulu mas akan buka"ucap Regan di angguki Hana yang kini menunggu Regan di depan pintu.
Regan membawa dua koper mereka dan membuka pintu Villa tersebut,kedua nya masuk ke dalam dan menutup pintu itu lagi.
"Kamar kita di sana"ucap Regan menunjuk kamar nya yang biasa ia tempati jika datang ke Villa itu,terdapat tiga kamar di sana satu kamar orang tua nya dan kamar tamu juga.
"Dapur nya di mana mas"tanya Hana.
"Lurus saja dari sini belok ke kanan"ucap Regan merebahkan tubuh nya di karpet bulu yang terbentang di sana karna memang tak ada sofa.
Hana sendiri bergegas ke dapur untuk menghangatkan rantangan nya agar tidak basi beruntung tadi pagi baru akan berangkat ia memasuk kan nya ke rantang tersebut.
Bagus juga di sini siapa pun akan betah di sini,ahh andai Sila dan Febi ada pasti akan lebih menyenang kan,batin Hana.
Setelah semua nya selesai Hana menyajikan nya di wadah dan menaruh nya di meja makan,ia keluar dari sana bermaksut mengajak Regan makan karna mereka belum ada makan siang.
"Hmm kita makan di luar saja di situ lebih enak makan makan sambil menikmati matahari terbenam"ajak Regan.
"Boleh"ucap Hana kembali ke dapur di ikuti Regan.
Kedua nya mengangkat semua nya ke teras depan di mana ada kursi dan meja di dekat pagar yang mana Villa tersebut seperti rumah panggung, Setelah semua nya tersaji di atas meja mereka duduk sambil menikmati acara makan mereka yang di suguhi kebun teh luas di tambah matahari yang akan terbenam menjadi suasana lebih menyenangkan dan terasa damai.
"Ehh pak dosen"sapa orang-orang yang kebetulan lewat dari depan Villa mereka.
"Iya pak,buk"ucap Regan tersenyum ramah.
"Pak dosen baru datang"tanya salah satu dari mereka.
"Iya kami baru sampai"ucap Regan.
__ADS_1
"Itu siapa pak dosen baru lihat adik pak dosen"tanya salah satu yang lebih muda di antara mereka.
Hahaha aku adik nya,memang lebih pantas sih jadi adik nya kalau gak keponakan nya dari pada istri nya,batin Hana menahan tawa mendengar ucapan orang-orang di depan nya.
"Ehh bukan ini istri saya"ucap Regan cepat sambil mata nya melirik Hana yang menahan tawa.
"Oalah pak dosen sudah menikah toh"ucap salah satu nya lagi.
"Iya pak,buk"ucap Regan.
"Kalau begitu kami permisi dulu pak dosen,neng"ucap salah satu dari mereka.
"Silahkan"ucap Hana dan Regan tersenyum tipis.
"Orang kampung sini mas"tanya Hana.
"Hmm"dehem Regan.
"Kenapa bisa kenal dengan mas"tanya Hana.
"Mas kan sudah sering ke sini jadi kenal lah apalagi mas juga jalan-jalan di kebun teh ini dan sesekali juga pergi ke perkampungan letak nya gak terlalu jauh juga dari sini"ucap Regan di angguki Hana.
"Besok kita akan keliling-kelingin"ajak Regan.
"Iya lah masa di dalam sini doang kan gak akan seru"ucap Hana.
Mana tahu kamu mau sekalian kita di sini buat anak,batin Regan.
Setelah sadar apa yang ada di pikiran nya dengan cepat ia menggeleng kepala mengusir pikiran nya tersebut.
"Mas kenapa"tanya Hana.
"Gak papa"ucap Regan cepat.
__ADS_1
"Ayo masuk sudah gelap juga"ucap Regan menatap semua nya yang memang sudah gelap hanya ada satu-satu lampu yang menyala di keben teh tersebut selebih nya hanya ada cahaya lampu dari Villa yang berada tak jauh dari Villa mereka tempati sekarang berjarak hampir 100 meter dari samping Villa mereka.