Menikah Dengan Dosen Killer

Menikah Dengan Dosen Killer
Bab 40


__ADS_3

Selesai memasuk kan semua barang nya ke dalam koper milik nya Hana keluar dari dalam kamar dan berjalan membuka pintu keluar ia duduk sendirian di depan menatap ke depan di mana sudah terlihat gelap, sebenar nya ia masih ingin menikmati liburan nya yang akan jarang bisa ia dapatkan jika sudah kembali pulang,belum lagi masih banyak tempat yang ingin ia datangi namun karna kesal dengan perkataan Regan tadi ia lebih memilih pulang saja dari pada seperti ini terus.


Setelah cukup lama menenangkan diri di luar dan juga udara sudah semakin dingin Hana kembali masuk ke dalam kamar dan membaringkan tubuh nya di sana.


Mimpi indah Reyhana,batin nya memejam kan mata nya siap untuk tidur.


Pagi hari nya Hana terbangun sudah tak melihat Regan di samping nya lagi,ia menatap koper milik nya di sana bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya selesai ia keluar dari sana menggunakan pakaian yang biasa ia pakai yaitu celana jeans dan kaos oblong.


Kemana tuh orang pagi begini,batin Hana mencari keberadaan Regan namun tak menemukan nya di mana pun.


"Tuh orang memang menyebalkan sekali sih"gerutu Hana berdecak kesal akhir nya memilih keluar dari dalam untuk mencari keberadaan Regan di luar.


Ehh tunggu kenapa itu mobil gak ada apa jangan-jangan dia ninggalin gua sendiri di sini,wah parah banget tuh orang ninggalin gua sendiri di sini,batin Hana menatap ke parkiran dimana Regan memarkirkan mobil kini terlihat kosong.


"Hidup gua sial banget ya tuhan"gerutu Hana kesal masuk kembali ke dalam Villa berpikir Regan telah meninggalkan nya sendirian di sana.


"Ehh kalau dia pulang sendiri gua jalan-jalan aja kali yah di sini mumpung gua sendirian jadi bebas kemana aja"ucap nya pelan dengan senyum lebar terbit di bibir nya.


"Ok Reyhana dia sudah pulang duluan meninggalkan mu sendirian mumpung kamu masih libur juga mari kita berlibur sepuas nya sebelum pulang"ucap nya girang kembali ke dalam kamar mengambil tas dan keperluan lain nya,jangan tanya isi dalam tas nya ada bubuk cabe yang ia bawa kemana pun untuk berjaga-jaga jika ada yang macam-macam dengan nya maka dengan hati ia akan melemparkan bubuk cabe tersebut.


Hana memakai sepatu nya dan juga topi tak lupa kaca mata hitam dan juga jaket yang ia ikat di pinggang nya,ia keluar dari dalam Villa tujuan utama nya adalah air terjun lebih dulu ia sudah tahu jalan nya karna saat bersama dengan rombongan Angga kemaren ia sempat menanyakan kemana saja mereka pergi dan jalan nya ke arah mana maka dari itu ia ingin pergi ke sana.


Setiba nya di sana Hana menatap takjub pada air terjun di depan nya,ia mengambil kamere milik nya yang selalu ia bawa untuk mengambil gambar satu jam ia menikmati air terjun tersebut Hana memilih meninggalkan tempat tersebut,saat akan melangkah untuk kembali ke Villa mata nya tak sengaja menatap beberapa orang yang seperti nya membawa seorang gadis pingsan.

__ADS_1


"Ehh bukan kah itu gadis yang bersama pak Regan itu"gumam nya, ia melangkah pelan mengikuti mereka dari belakang.


Tiba di tengah hutan ia menatap tiga orang pria itu membawa Rina ke dalam sebuah gubuk di sana.


Seperti nya mereka ingin memperkosa nya,ais gua bantu gak ya kasihan juga kalau gak gua bantu udah gua ikutin juga sampe sini,bantu aja deh jika gua berada di posisi nya bagaimana coba,batin nya.


Akhir nya Hana berjalan pelan mengeluarkan bubuk cabe yang ia bawa dadi dalam tas nya tak lupa juga ia mengambil kayu yang cukup besar mana tahu perlu memukul mereka.


Wah,wah parah bener di sini orang satu kampung saja mereka berani menculik nya dan akan melecehkan nya,batin nya melihat mereka yang akan membuka baju sendiri begitu juga dengan baju Rina yang terlihat masih pingsan.


Brukk


Salah satu dari mereka terjungkal pingsan karna Hana memukul tepat di tengkung orang tersebut dengan kuat membuat kedua orang lagi menatap ke arah Hana.


Aaaaa


"Apa yang kau lakukan bocah sialan"teriak mereka keluar dari sana berlari mencari air.


"Hanya memberikan sedikit pelajaran saja"gumam Hana acuh memdekati Rina.


"Heyy bangun cepat"ucap Hana menepuk pipi Rina namun tak juga sadar.


"Orang pingsan biar cepat bangun di kasi apaan yah"gumam nya menatap Rina mencari sesuatu di dalam tas nya namun tak ada hanya ada air saja tanpa berpikir dua kali Hana menyipratkan air itu ke wajah Rini agar cepat bangun karna mereka harus meminggalkan tempat tersebut.

__ADS_1


"Bangun juga lo"ucap Hana menatap Rina yang kini sudah duduk.


"Ini dimana neng"tanya Rina menatap Hana.


"Gua juga gak tau ayo cepat keluar sebelum mereka datang lagi"ucap Hana menarik tangan Rina keluar dari sana.


"Mereka siapa neng"tanya Rina menatap Hana.


"Mereka yang menculik lo masa lo gak ingat sih mereka mau memperkosa lo tahu gak maka nya lo ada di sini beruntung gua melihat nya kalau gak entah apa yang terjadi"ucap Hana membuat Rina berhenti melangkah mendengar ucapan Hana ia ingat saat ia akan pergi ke kebun mengantar kan makanan untuk orang tua nya ada beberapa orang mengikuti nya dan menangkap nya setelah itu ia tidak apa pun lagi.


"Terimakasih neng"ucap Rina menatap Hana.


"Nanti saja terimakasih nya kita keluar dulu dari sini"ucap Hana cepat namun terlambat dua orang tadi kini berlari ke arah mereka membuat Hana kaget.


"Lo cepat berlari ke arah sana gua ke arah sana"ucap Hana cepat jika mereka berlari bersama yang ada mereka akan sama-sama tertangkap.


"Tapi neng"ucap Rina ragu.


"Cepat lah lari gak ada waktu lagi jika kau melihat ada orang cepat meminta bantuan pada mereka"ucap Hana berlari ke arah kanan sedangkan Rini berlari ke arah depan.


Hana menatap orang yang mengerjar nya semakin mempercepat lari nya masuk ke dalam hutan,lebih baik masuk lebih dalam ke dalam hutan dari pada ketanggap orang-orang menjijik kan itu,pikir nya terus berlari.


Ia berlari tanpa arah hingga langkah nya terhenti menatap bebatuan di sana dengan cepat ia melangkah ke sana untuk bersembunyi karna tak hati-hati kaki nya tergelincir membuat tubuh nya jatuh bergelinding ke bawah hingga membuat nya tak sadarkan diri.

__ADS_1


__ADS_2