
Hana keluar dari dalam kamar mandi mengenakan gaun panjang sesuai dengan keinginan Regan tadi,ia pun memakai hels yang sesuai dengan baju tersebut dan kembali merias sedikit wajah nya karna tidak mungkin ia datang ke sana hanya dengan wajah polos biasa.
Semua gerak gerik Hana tak luput dari mata tajam Regan yang memperhatikan sedari tadi.
"Tidak perlu cantik begitu memang untuk siapa kau berpenampilan cantik,ingat kau sudah menikah"ucap Regan ketus.
"Haiss ini juga sudah biasa mas"jawab Hana memutar bola mata malas.
"Aku pergi dulu hanya sebentar"pamit Hana menghampiri Regan yang duduk di sofa.
"Hmm,,jangan dekat dengan pria mana pun kecuali Max dan jangan jauh-jauh dari nya juga"ucap Regan.
"Iya"jawab Hana.
Kini kedua nya keluar dari kamar lalu menuruni tangga menuju lantai bawah di mana terlihat Max sudah rapi juga.
"Nak Regan tidak ikut dengan mereka"tanya Mama Hana menatap Regan.
"Mas Regan tidak mau ikut ma katanya semua hanya anak-anak saja di sana"jawab Hana di angguki mengerti oleh mama Hana.
"Ayo pergi sebentar lagi pesta nya akan di mulai"ajak Hana pada Max.
Setelah berpamitan pada para orang tua Max dan Hana pun keluar dari dalam rumah di antar Regan hingga ke depan.
"Jaga Hana dengan baik"ucap Regan pada Max.
"Sudah pasti"jawab Max masuk ke dalam mobil lebih dulu.
"Kami pergi dulu mas"pamit Hana mencium tangan Regan.
"Hati-hati"ucap Regan mencium kening Hana sebentar.
"Mas juga masuk"ucap Hana masuk ke dalam mobil.
Mobil yang Max bawa pun meninggalkan pekarangan rumah Hana,setelah mobil tersebut tak terlihat lagi barulah Regan masuk ke dalam rumah.
"Mama lihat kalian berdua sudah sangat dekat"ucap mama Hana menatap Regan yang kini ikut duduk bergabung dengan mereka.
"Seperti yang mama lihat"ucap Regan.
__ADS_1
"Kalau begitu tidak lama lagi mama akan dapat cucu dong"ucap mama Hana dengan senyum mengembang.
"Hana masih terlalu muda ma"jawab Regan membuat papa Hana tersenyum tipis mendengar nya.
"Kalau mama dan papa sih tidak masalah jika kalian memiliki anak cepat walaupun usia Hana masih muda"ucap papa Hana.
"Tapi kami juga tidak memaksa kalian karna kalian berdua juga pasti sudah membicarakan hal itu,apa pun keputusan kalian kami hanya mendukung saja apa yang menurut kalian terbaik,tetapi kalau saran papa lebih baik kalian jangan menunda mempunyai anak jika sudah di titipkan terima dengan iklas karna itu hadiah dari tuhan lagi pula memiliki anak juga untuk menambah kebahagiaan"tambah papa Hana.
"Apa yang papa katakan benar dulu mama sangat lama memiliki Hana, sudah berbagai cara dulu mama lakukan untuk cepat memiliki anak namun tuhan belum mengabulkan nya hingga bertahun-tahun lama nya baru mama memiliki Hana, maka dari itu mama sarankan pada kalian jangan menunda kehamilan untuk memiliki anak"ucap mama Hana.
Regan mengangguk saja mendengar kan ucapan mertua nya yang memberi saran untuk nya,namun dalam pikiran nya bagaimana bisa memiliki anak sedangkan melakukan nya saja belum.
......
Di sisi lain Hana dan Max telah tiba di hotel di mana pesta ulang tahun Sila di adakan,mereka berdua pun masuk ke dalam untuk mengucapkan selamat ulang tahun pada Sila.
"Selamat ulang tahun Sil"ucap Hana memeluk sahabat nya tersebut yang nampak cantik.
"Terimakasih Han"jawab Sila dengan senyum mengembang membalas pelukan Hana.
"Febi kemana"tanya Sila menatap Hana karna memang sedari tadi ia sudah menantikan kedua sahabat nya itu untuk datang sebelum acara nya di mulai karna ia juga ingin di temani oleh mereka berdua.
"Aku kira dia sudah datang ke sini tadi di jalan aku menghubungi nya tapi ponsel nya tidak aktif"ucap Hana dengan wajah bingung.
"Mungkin sebentar lagi kita tunggu saja"ucap Hana di angguki Sila.
"Selamat ulang tahun Sila"ucap Max dengan senyum manis nya.
"Terimakasih Max"ucap Sila tersenyum juga.
"Ini kado dari kami berdua semoga kau menyukai nya"ucap Max memberikan kado tersebut pada Sila.
"Kau ini bagaimana sih acara nya belum di mulai juga sudah memberikan kado duluan"kesal Hana menatap Max.
"Mana aku tahu lagian aku malu menenteng nya,mana di perhatikan cewek-cewek itu lagi,lagian kenapa juga bukan kau saja yang membawa nya tadi"balas Max tak kalah kesal dari Hana.
"Kalian ini masih saja berdebat gak jelas begitu"dengus Sila menatap kedua nya.
"Tapi terimakasih kado nya"sambung nya lagi di angguki Hana dan Max.
__ADS_1
"Ayo sayang acara nya di mulai"ucap mama Sila baru datang bersama suami nya.
"Sebentar lagi ma Febi belum datang"ucap Sila.
"Loh bukan nya datang bersama Hana"tanya mama Sila menatap Hana dan Sila bergantian.
"Hana datang bersama Max ma"jawab Hana.
"Max kapan datang nak"tanya mama Sila menatap Max.
"Seminggu yang lalu tante"jawab Max.
"Orang tua mu juga ikut"tanya papa Sila karna ia juga dekat dengan papa Hana yang otomatis ia juga kenal dengan papa nya Max.
"Ikut Om"jawab Max.
"Wah parah benar mereka gak memberi kan om kabar apapun"ucap papa Sila.
"Masih lama di sini"tanya papa Sila lagi.
"Tinggal beberapa hari lagi Om"jawab Max di angguki mengerti papa Sila karna ia juga tahu kalau adik dari teman nya itu pengusaha juga di negara lain.
"Ini sudah lima belas menit sayang para tamu sudah berdatangan gak enak acara nya tidak kita mulai sekarang"ucap mama Sila.
"Tapi ma.."ucap Sila
"Mama benar Sil gak enak sama tamu yang datang jika masih menunggu takut nya kemalaman,aku akan mencoba menghubungi Febi lagi mana tahu di angkat"ucap Hana yang sebenar nya juga ingin menunggu sahabat nya itu datang juga karna sudah beberapa tahun mereka pasti akan bertiga terus saat salah satu nya ulang tahun seperti ini.
"Baik lah"ucap Sila dengan wajah tak bersemangat akhir nya memulai acara ulang tahun nya.
Hana sendiri kembali menghubungi Febi namun tetap tidak tersambung membuat nya bingung karna tidak biasa nya Febi mematikan ponsel nya seperti itu.
"Coba hubungi orang tua nya"saran Max pada Hana karna ia melihat Hana sedari tadi mencoba menghubungi Febi namun sama saja.
Hana mengangguk kan kepala nya mencoba menghubungi orang tua Febi namun hasil nya juga nihil tidak tersambung sama sekali semakin membuat nya merasa heran dan aneh kenapa tiba-tiba mereka semua tidak bisa di hubungi.
.
.
__ADS_1
.
Halo kakak semua jangan lupa like,vote dan komen nya yah. Baca juga Cerita Mencintai Lelaki Yang Sama(Nikah Paksa) serta cerita lain nya. Terimakasih🤗