
Seharian Hana tidak fokus dengan apa yang ia kerjakan lagi karna sekarang pikiran nya hanya tertuju pada perkataan kedua sahabat nya tersebut,setelah berpikir-pikir apa yang di katakan oleh kedua sahabat nya memang lah benar namun yang menjadi masalah nya adalah apakah ia akan hamil nanti setelah memberikan hak nya pada Regan dan apakah ia akan bisa menjadi istri dan ibu yang baik untuk mereka mengingat usia nya masih muda.
Ahh,aku benar-benar pusing di buat nya nanti akan aku tanyakan saja pada nya siapa tahu dia ada solusi nya,batin Hana.
"Kau kenapa malah begong begitu"tanya Febi menatap heran pada Hana.
"Ck kau gak tau kalau sekarang ini aku sedang pusing dengan ocehan kalian berdua tadi pagi"jawab Hana dengan ketus di balas kekehan oleh Febi.
"Harus nya kau tuh bersyukur memiliki sahabat seperti kami yang mengingat kan mu untuk mu juga bukan,coba saja pikirkan memang nya kau mau menjadi janda di usia muda begitu hanya karna suami mu selingkuh gara-gara kamu gak kasih hak nya"celetuk Febi mendapat tabokan dari Hana.
"Mulut mu sangat berbisa"sindir Hana.
"Gak usah pikirkan deh nanti pas pulang mending tanya langsung tuh masa suami kamu kalau dia masih mau menunggu mu kan bagus kalau gak ya kasih aja kan udah halal tuh"ucap Febi berjalan cepat sambil tertawa setelah ia mengatakan hal itu.
"Febi gilaaa"ucap Hana sedikit berteriak.
__ADS_1
"Punya teman gini amat yah rada gila juga"celetuk Hana menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkan nya perlahan. Setelah merasa tenang ia pun segera membantu yang lain untuk melayani pelanggan cafe yang berdatangan.
Sore hari mereka bertiga meninggalkan cafe tersebut untuk pulang,sama hal nya dengan Hana yang langsung pulang ke rumah di mana ia dan Regan tinggal,tiba di sana mata nya menatap heran melihat mobil lain di sana yang belum pernah ia lihat.
"Siapa yang datang sore begini,apa pak Regan sedang ada tamu"gumam Hana keluar dari dalam mobil berjalan pelan masuk ke dalam rumah.
"Astaga naga"kaget Hana menatap ada empat orang mahasiswi yang sedang bimbingan dengan Regan beruntung mereka tidak melihat nya jika mereka melihat nya bisa gawat pikir nya.
Dengan cepat Hana berbalik pergi meninggalkan rumah keluar dan berjalan-jalan sambil menunggu mereka semua keluar dari dalam rumah nya.
"Baru pulang"tanya Hana menatap Reno yang masih memakai seragam sekolah nya.
"Iya,,maklum kelas 12 jadi banyak les sebentar lagi mau ujian"jawab Reno di angguki mengerti oleh Hana karna ia juga pernah merasakan nya.
"Jalan sendiri saja nih"tanya Reno.
__ADS_1
"Kau lihat jika aku sendiri bukan berarti memang aku sendiri"jawab Hana membuat Reno tertawa mendengar nya.
"Mana tahu kau bersama kakak mu"ucap Reno.
"Kakak?"tanya Hana dengan heran menatap Reno.
"Hmm bukan nya kau tinggal bersama kakak mu yah"ucap Reno membuat Hana terkekeh mendengar nya karna ia mengerti Reno seperti nya mengira jika Regan adalah kakak nya,jika di lihat dari usia dan wajah memang pantas orang akan mengira jika mereka adik kakak bukan suami istri.
.
.
.
Hallo kakak semua nantikan kelanjutan nya yah jangan lupa vote,like dan komen nya yah. TERIMAKASIH
__ADS_1