
Di lain tempat Hana dan Regan masih terlelap di balik selimut yang menutupi tubuh kedua nya,hingga bunyi ponsel milik Hana membuat kedua baru terbangun.
"Halo ma"ucap Hana mengangkat telepon dari sang mama.
"Kalian di mana Hana cepat pulang"ucap mama Hana karna saat tiba di rumah mereka belum juga melihat Hana dan Regan.
"Ada apa ma"tanya Hana sedikit heran karna tidak biasa nya mama nya akan menyuruh nya pulang saat ia bersama Regan.
"Mama tidak bisa menjelaskan nya lewat ponsel sekarang kalian pulang lah dulu"ucap mama Hana.
"Iya ma kami akan segera pulang"ucap Hana segera mematikan sambungan telepon tersebut.
"Ada apa"tanya Regan menatap Hana.
"Seperti nya terjadi sesuatu"jawab Hana.
"Sebaik nya kita pulang sekarang mas"sambung Hana lagi di angguki Regan.
Hana membalut tubuh nya dengan selimut tersebut dan berjalan pelan menuju kamar mandi.
"Mas bantu"ucap Regan.
"Tidak usah mas aku bisa sendiri"jawab Hana yang akhir nya berjalan cepat menuju kamar mandi saat menoleh ke arah Regan yang kebetulan ingin kembali memakai baju nya.
"Sungguh memalukan"gerutu nya saat sudah di dalam kamar mandi dengan wajah yang memerah.
Hana pun dengan cepat membersihkan tubuh nya agar bergantian dengan Regan,setelah selesai ia keluar menggunakan jubah mandi dan selimut di tangan nya yang tadi ia bawa masuk.
"Mas mandi juga sana"suruh Hana pada Regan.
"Itu baju untuk mu mas menyuruh pelayan membeli nya saat kau mandi"ucap Regan menunjuk paperbag di samping nya.
"Terimakasih"ucap Hana mengambil baju tersebut.
Regan mengangguk membawa baju nya ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya meninggalkan Hana yang akan memakai baju. Setelah mereka berdua siap mereka pun akhir nya keluar dari dalam hotel tersebut menuju parkiran di mana mobil Regan berada.
"Tunggu"ucap Hana tiba-tiba saat mengingat sesuatu.
"Ada apa lagi"tanya Regan pada Hana.
"Seperti nya ada yang aneh"ucap Hana.
"Nanti saja di mobil ceritakan kita harus kembali ke rumah"jelas Regan di angguki Hana yang akhir nya masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
Saat masuk ke dalam mobil ia menatap pakaian yang semalam ia gunakan untuk acara ulang tahun Sila.
"Silaa"ucap Hana tiba-tiba.
"Kenapa lagi"tanya Regan yang kini mengemudikan mobil nya.
"Mas semalam tubuh ku panas dan aneh,Max mengatakan jika ada seseorang yang mungkin memasuk kan sesuatu di dalam makanan atau minuman kami,Sila juga pasti merasakan hal yang sama karna kami sama-sama makan malam itu"ucap Hana cepat.
Tanpa menunggu waktu Hana pun segera menelpon Sila karna ia khawatir pada sahabat nya itu yang semalam ia tinggalkan di sana bersama Max meski akhir nya Max kembali ke dalam namun ia tidak tahu lagi apa yang terjadi setelah itu.
"Tidak di angkat"gumam Hana merasa cemas.
"Mas kita ke rumah Sila saja dulu aku ingin memastikan dia baik-baik saja"ucap Hana pada Regan.
"Kita sudah hampir sampai sayang"ucap Regan pada Hana.
"Bagaimana kalau ke rumah saja dulu sebentar baru mas antar ke rumah Sila"sambung Regan terpaksa di angguki Hana karna sudah dekat dengan rumah.
Tiba di rumah mereka berdua masuk ke dalam dan melihat yang lain sudah duduk di sofa tengah membicarakan hal yang serius di lihat dari wajah nya.
"Ma"panggil Hana membuat mereka menoleh.
"Kalian sudah sampai"tanya mama Hana di angguki Hana.
"Ada apa ma"tanya Hana duduk di sofa begitu juga dengan Regan.
"Menikah"tanya Hana.
"Mama jangan bercanda, Max mau menikah dengan siapa punya pacar saja dia gak tuh"sambung nya lagi.
"Max akan menikah dengan Sila sahabat kamu"jelas papa Hana.
"Apaaa"ucap Hana sedikit berteriak karna kaget bahkan ia berdiri dari duduk nya.
"Bagaimana bisa mereka akan menikah"tanya Hana cepat.
"Cerita nya panjang"ucap mama Hana.
"Kau apa yang terjadi kenapa bisa kau ingin menikah dengan sahabat ku"tanya Hana pada Max.
"Kau tidak melakukan apapun atau berbuat macam-macam pada nya bukan"sambung Hana.
"Aku akan jelas kan kenapa kami harus menikah"ucap Max takut Hana menyangka jika berbuat macam-macam pada Sila meski pun benar namum keadaan yang memaksa tapi ia akan menjelaskan dulu pada sepupu nya tersebut karna ia tahu betapa Hana menyayangi kedua sahabat nya itu.
__ADS_1
"Jelaskan"ucap Hana menatap Max datar,ia akan memberikan pelajaran pada sepupu nya itu jika melakukan sesuatu pada sahabat nya.
Max pun akhir nya menceritakan apa yang terjadi pada nya dan Sila hingga mereka harus menikah hingga selesai Hana hanya mendengar kan saja tanpa berniat menyela ucapan Max.
"Bagaimana keadaan Sila sekarang"tanya Hana sedikit cemas.
"Sila sudah lebih baik saat kami pulang dari rumah mereka tadi"ucap mama Hana.
"Sekarang lebih baik kita persiapkan untuk di bawa ke rumah Sila besok sebagai mahar untuk nya juga keperluan lain nya"sambung mama Hana.
"Ma bisakah kalian saja yang menyiapkan nya aku ke rumah Sila dulu sebentar"tanya Hana menatap mama nya.
"Baik lah tapi jangan terlalu lama karna begitu banyak yang harus di persiap kan mama akan membutuhkan bantuan mu juga"jelas mama Hana di angguki Hana dengan cepat.
"Mas antar kan"ucap Regan.
"Tidak usah mas aku pergi pakai mobil sendiri saja"ucap Hana.
"Aku hanya sebentar saja mas melihat keadaan Sila"tambah Hana lagi agar suami nya itu mengizinkan nya pergi sendiri.
"Baik lah tapi jangan ngebut"ucap Regan menatap Hana.
"Iya mas"ucap Hana.
Hana pun akhir nya meninggalkan rumah setelah berpamitan pada Regan juga yang lain,ia mengendarai mobil nya menuju kediaman rumah Sila.
Tiba di sana Hana masuk ke dalam rumah setelah pintu di buka oleh pelayan di rumah tersebut yang mengenal Hana.
"Ma"panggil Hana menatap mama Sila yang juga nampak sibuk.
"Hana"ucap mama Sila tersenyum pada Hana.
"Sila di mana ma,Hana sudah menelpon nya dari tadi tapi tidak di angkat maka nya Hana ke sini"ucap Hana.
"Sila ada di kamar nya pergi saja ke sana"ucap mama Sila.
"Hana ke atas dulu ma"pamit Hana di angguki mama Sila.
Hana menaiki tangga satu persatu hingga ia berdiri tepat di depan pintu kamar Sila.
.
.
__ADS_1
.
Halo kakak semua jangan lupa like,vote dan komen nya yah serta Rite bintang🌟🌟🌟🌟🌟 nya juga dan baca juga cerita yang lain nya yah. Terimakasih🤗