Menikah Dengan Dosen Killer

Menikah Dengan Dosen Killer
Bab 43


__ADS_3

Setelah mereka berdua selesai makan Regan membuka balutan tisu di tangan Hana hingga terlihat luka-luka cukup dalam di kedua telapak tangan Hana,air mata nya kembali menetes menatap kedua tangan Hana beruntung Hana sudah tidur karna kelelahan belum lagi semalam ia tak tidur sama sekali membuat langsung tidur setelah makan dan Regan memberikan obat untuk nya karna suhu tubuh nya semakin panas.


Maaf kan mas,batin Regan menyalahkan diri nya sendiri tidak bisa menjaga Hana hingga Hana berakhir seperti ini.


Selesai membersihkan luka di tangan Hana dan mengobati nya Regan menatap Hana yang terlihat begitu kelehan,ia membuat tenda untuk mereka berdua setelah selesai ia mengangkat tubuh Hana dan membaringkan nya di sana lalu menyelimuti Hana sementara diri nya keluar membuat api di depan tenta mereka sekalian menjaga Hana yang tidur lelap di dalam.


Sementara rombongan warga yang mencari kedua nya juga masih ada di dalam hutan dengan perlengkapan mereka seadanya saja hingga mereka melihat ada api menyala membuat mereka berjalan menuju asal api tersebut.


"Pak Regan"ucap salah satu dari mereka menghampiri Regan yang juga kini menatap para warga yang mendekat ke arah nya.


"Terimakasih sudah membatu mencari istri ku"ucap Regan dengan tulus.


"Tapi kami belum menemukan istri pak Regan pak maaf kan kami"ucap salah satu dari mereka lagi.


"Aku sudah menemukan nya ia di dalam tenda tidur seperti nya sangat kelelahan"ucap Regan membuat mereka semua lega mendengar nya.


"Syukurlah kalau pak Regan sudah menemukan istri pak Regan"ucap mereka di balas senyum tipis dan anggukan kepala dari Regan.


Jadilah mereka begadang di sana sambil bercerita menemani Regan dan Hana di sana hingga pagi hari menyapa. Hana yang tidur lelap membuka mata nya ia bangkit dari sana mendengar suara dari balik tenda.


"Mas buka tenda nya"ucap Hana dari dalam karna tangan nya tidak bisa membuka tenda tersebut.


Regan dengan cepat berdiri dan membuka resleting tenta itu hingga Hana keluar dari sana.


"Terimakasih"ucap Hana.


"Bagaimana kondisi neng Hana"ucap salah satu dari mereka yang terlihat lebih tua di anatara nya.


"Sudah jauh lebih baik pak,terimakasih sudah repot-repot mencari saya"ucap Hana tersenyum sopan.


"Harus nya saya yang berterima kasih pada neng Hana sudah membantu Rini dan malah neng Hana yang jadi susah begini"ucap bapak tersebut dengan perasaan bersalah dapat Hana tebak jika itu adalah ayah dari Rini.

__ADS_1


"Tidak masalah pak,bapak tenang saja saya juga baik-baik saja sesama manusia bukan kah harus saling tolong menolong,kebetulan Rini membutuhkan pertolongan dari saya yang melihat nya maka dari itu dengan cepat saya membantu nya"ucap Hana tersenyum tipis.


"Sekali lagi terimakasih neng"ucap bapak tersebut di angguki Hana dan tersenyum.


"Lebih baik kita tinggalkan hutan ini seperti nya kita sangat dalam masuk ke hutan ini mumpung masih pagi agar kita cepat sampai di sana"ucap Hana.


"Tapi kondisi mu belum sehat Hana"ucap Regan.


"Aku sudah baik-baik saja sekarang lebih baik kita pulang saja"ucap Hana dan dengan terpaksa mereka menganguk setuju dengan apa yang Hana katakan.


Sebenar nya kondisi nya masih lemah namun ia paksakan melihat orang-orang sudah begitu lelah juga belum lagi mereka juga butuh istirahat dan makan,ia tidak mau semakin membuat orang-orang kerepotan karna nya maka dari itu ia memilih mereka meninggalkan hutan itu sekarang juga.


Kini mereka berjalan meninggalkan hutan setelah Regan kembali memasuk kan semua barang nya ke dalam tas,awal nya Regan meminta agar ia menggendong Hana saja namun di tolak oleh Hana dengan alasan yang sama jika diri nya masih bisa berjalan padahal karna ia juga dapat melihat Regan begitu lelah.


Selama perjalanan sesekali mereka berhenti untuk istirahat beruntung warga yang ikut mencari Hana membuat petunjuk jalan yang mereka lewati hingga mereka bisa mengikuti petunjuk tersebut agar tidak akan tersesat yang membuat mereka akan lama mencari jalan keluar.


Menjelang sore mereka sudah tiba di kebun teh Hana dan Regan berjalan ke villa mereka sedangkan para warga kembali ke rumah masing-masing setelah kedua nya mengucapkan terimakasih.


aku lapar tapi juga ingin mandi tapi bagaimana bisa mandi sedangkan kedua tangan ku saja begini,batin Hana menatap kedua tangan nya yang di balut oleh perban.


"Mas akan membantu mu mandi"ucap Regan tahu apa yang Hana pikirkan.


"Ehh tidak perlu mas aku mandi sendiri saja"ucap Hana cepat.


"Jangan menolak mas bukan orang lain untuk mu lagi pula kita juga sudah menikah"ucap Regan.


"Terserah saja"ucap Hana karna sejujurnya ia juga ingin cepat mandi mengingat diri nya sudah beberapa hari tidak mandi sama sekali.


Regan menyiapkan air hangat untuk Hana mandi lebih dulu kini kedua nya berada di dalam kamar mandi setelah Regan membantu Hana membuka sepatu yang ia pakai.


"Mas tutup mata dong"ucap Hana menatap Regan yang kini di depan nya.

__ADS_1


"Kalau tutup mata bagaimana mas membantu mandi"ucap Regan membuat Hana terdiam mendengar nya.


Cih hidup gua gini amat yah,biarin ajalah dia juga kan suami gua,batin Hana.


Hana terpaksa mengangguk karna cuma Regan yang bisa membantu nya untuk mandi,Regan membuka satu persatu pakaian yang Hana kenakan hingga kini Hana hanya memakai dalaman saja membuat Regan menelan ludah nya susah payah menatap tubuh Hana.


"Cepat lah mas keburu dingin"ucap Hana ketus karna sebenar nya ia juga malu di lihat seperti itu oleh Regan.


Akhir nya Regan membantu Hana mandi dan juga memakai kan pakaian Hana kembali setelah selesai baru lah Regan masuk ke dalam kamar mandi membersihkan tubuh nya juga.


Gua malu banget njirrr,batin Hana memilih keluar dari dalam kamar duduk di ruang tamu menyandarkan tubuh nya di dinding.


"Hebat juga gua di dalam hutan sendirian malam-malam begitu malah hujan dan berpetir lagi kok sampe sini gua takut dan merinding membayangkan nya yah saat di sana gua sama gak terlalu takut-takut amat"gumam nya pelan memikirkan kembali diri nya di hutan itu sendirian.


"Kenapa melamun"tanya Regan menghampiri Hana yang duduk diam melamun.


"Hanya lapar saja"ucap Hana beralasan.


"Mas masak sebentar yah"ucap Regan mengusap lembut kepala Hana membuat Hana mengaduh karna tangan Regan tepat mengenai luka yang ada di kepala nya dengan darah yang sudah mengering.


.


.


.


.


Kita lanjut besok lagi ya kakak semua nya jangan lupa untuk vote, like,komen nya ya kakak semua agar Author nya lebih semangat lagi tunggu cerita selanjut nya, untuk cerita yang lain kalau Author mendapatkan lanjutan cerita yang bagus lagi akan di lanjut juga seperti ini mumpung Author memiliki lanjutan nya maka dari itu tetap up dulu sekalian keburu besok lupa.


Terimakasih kakak semua nya masih setia menunggu lanjutan cerita dari Author semoga tetap semangat untuk menanti kelanjutan nya dan Author juga akan semakin semangat melanjutkan cerita nya.

__ADS_1


__ADS_2