
Melihat Hana yang sudah seperti cacing kepanasan Max pun membuka pintu mobil nya dan menyuruh Hana masuk.
"Aku akan melihat Sila ke dalam dulu kau jangan kemana-mana dan kunci pintu mobil ingat jangan keluar"ucap Max.
"Kenapa tidak pulang saja aku ingin mandi"ucap Hana.
"Ada hal penting yang harus aku lakukan"ucap Max.
"Baik lah jangan lama"ucap Hana.
Max mengangguk kan kepala nya kembali berbalik masuk ke dalam hotel karna seperti nya bukan hanya Hana saja yang merasakan hal itu tetapi juga Sila,ia takut akan ada orang lain yang akan menyentuh sahabat sepupu nya itu dalam kondisi seperti itu karna dari yang ia lihat ada yang memasuk kan obat perangsang di makanan atau minuman mereka.
"Aku harus menghubungi Regan"gumam Max menghubungi Regan agar datang menjemput Hana sambil berlari cepat masuk ke dalam hotel.
Max pun menghubungi Regan agar datang ke hotel dan menjelaskan secara singkat apa yang terjadi agar Regan cepat membantu Hana,selesai menghubungi Regan ia memutuskan sambungan telepon tersebut.
"Sial"umpat Max menatap tajam seorang pria yang memapah Sila yang akan masuk ke dalam kamar hotel.
Brukk
Tanpa kata Max langsung menendang pria tersebut setelah menarik Sila dari rangkulan pria itu.
"Sial,,siapa kau kenapa malah memukul ku"ucap pria itu dengan emosi.
"Kau yang siapa bajingan berani nya kau ingin membawa nya masuk ke dalam"ucap Max menatap tajam pria yang masih tersungkur di lantai tersebut yang tak lain adalah Viki.
"Itu bukan urusan mu"ucap Viki berdiri dan akan menghajar Max.
Bruk
Kaki Max lebih cepat bergerak sebelum Viki melangkah kan kaki nya.
"Tolong aku"ucap Sila yang juga kondisi nya sama seperti Hana.
"Aku akan membawa mu pulang ke rumah"ucap Max pada Sila.
__ADS_1
"Panas"ucap Sila yang akan melepaskan baju nya namun di tahan oleh Max.
"Pergi dari sini bajingan atau aku akan membunuh mu"ucap Max menatap dingin pria di depan nya.
Viki akhir nya bangkit dari duduk nya berjalan pelan meninggalkan Max dan Sila namun tatapan nya masih pada Max.
"Panass sekalii"ucap Sila lagi yang kembali menarik baju nya.
Melihat Sila yang juga sama seperti Hana membuat Max tak tega ia pun terpaksa membawa Sila masuk ke dalam kamar hotel tersebut tujuan nya adalah kamar mandi.
"Jangan buka"ucap Max pada Sila saat mereka sudah masuk ke dalam kamar.
"Aku tidak tahan lagi ini sangat panas"ucap Sila.
Akhir nya Max menarik paksa tangan Sila ke kamar mandi dan menyiram tubuh sila dengan air dingin menggunakan shower. Sila sendiri yang sudah seperti cacing kepanasan melepaskan baju nya saat Max berbalik menuju bat up mengisi air agar Sila bisa berendam di sana karna tidak mungkin ia terus mengguyur Sila dengan shower,ia juga khawatir pada Hana takut nya Regan masih belum juga tiba dan Hana keluar maka dari itu ia berpikir jika Sila sudah berendam ia akan keluar dulu melihat Hana.
"Kau kenapa melepaskan pakaian mu"ucap Max kaget dengan cepat menutup mata nya karna tidak mau melihat tubuh Sila.
"Panas sekali aku tidak tahan maka nya aku melepaskan nya"jelas Sila tanpa malu mungkin karna pengaruh obat tersebut membuat nya jadi tidak sadar.
"Masuk ke dalam bat up dan berendam di sana agar tidak panas lagi"ucap Max pada Sila.
....
Di parkiran sendiri Hana juga sudah melepaskan pakaian nya karna tidak tahan dengan rasa panas dan aneh yang ia rasakan,padahal Ac di dalam mobil menyala tapi tetap saja ia kepanasan.
Tok tok tok
"Hana buka pintu nya"ucap Regan baru saja sampai langsung mengetuk pintu mobil milik Max tersebut.
Hana yang samar-samar melihat Regan membuka pintu mobil yang ia kunci hingga Regan dapat membuka nya dan melihat Hana hanya menggunakan pakaian dalam saja.
"Untung aku tepat waktu"gumam Regan masuk ke dalam mobil melepaskan jaket nya dan memakaikan nya ke tubuh Hana.
"Kenapa malah memberi ku jaket begini yang ada aku tambah kepanasan"ucap Hana ingin membuka jaket tersebut.
__ADS_1
"Jangan di buka kita akan masuk ke dalam hotel malam ini kita menginap di sana"jelas Regan menggendong tubuh setelah memakai kan jaket milik nya beruntung jaket tersebut kebesaran di tubuh Hana hingga dapat menutupi tubuh Hana.
Hana hanya diam saja di gendong oleh Regan dan menatap Regan dengan aneh membuat Regan menghela nafas kasar,entah lah ia ingin sekali menghabisi orang yang telah memberikan obat tersebut pada istri nya jika saja tadi Max tidak ikut dengan istri nya itu entah apa yang terjadi.
Setelah memesan kamar untuk mereka Regan membawa Hana masuk ke dalam dan menurunkan Hana di atas tempat tidur.
"Kenapa panas sekali sih"ucap Hana kesal membuka kembali jaket yang Regan kenakan tadi di tubuh nya.
Hana kembali menatap Regan membuat Regan menghela nafas entah harus bersyukur atau sebalik nya melihat istri nya tersebut.
"Mass"panggil Hana.
"Hmm"dehem Regan kini juga menatap Hana.
"Tubuh ku aneh sekali aku ingin..."ucap Hana menatap Regan juga.
"Kau tidak akan menyesal setelah melakukan nya nanti"tanya Regan di balas gelengan kepala oleh Hana.
"Baiklah jika begitu aku tidak akan segan lagi"ucap Regan segera melakukan tugas nya sebagai seorang suami,dia juga lelaki normal yang akan bereaksi melihat pemandangan menggoda di depan nya terlebih sekarang yang ada di depan nya adalah istri nya sendiri.
Akhir nya mereka berdua melakukan malam pertama mereka di hotel tersebut setelah sekian lama menikah,walaupun situasi nya seperti itu namun mereka tetap menikmati malam mereka.
"Terimakasih sayang"ucap Regan mencium kening Hana yang terbaring lemah di samping nya setelah pertempuran mereka yang menguras tenaga dan juga keringat.
"Hmm maaf kan aku mas baru memberikan hak mas sekarang"ucap Hana.
"Mas sudah mengatakan nya bukan kalau kau belum siap mas akan menunggu"ucap Regan mengelus kepala Hana dengan sayang.
"Bagaimana jika aku hamil"tanya Hana pada Regan.
"Tidak masalah kita akan mengurus nya bersama nanti"ucap Regan.
"Sekarang tidur lah kau pasti sudah sangat lelah"ucap Regan lagi langsung di angguki oleh Hana karna memang sangat lelah setelah melakukan nya dengan Regan beberapa kali.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa Like,vote dan komen nya kakak semua nya agar Author nya lebih semangat lagi.