Menikah Dengan Dosen Killer

Menikah Dengan Dosen Killer
Bab 61


__ADS_3

Acara ulang tahun Sila pun akhir nya berjalan dengan lancar tanpa ada Febi di antara mereka,baik Sila maupun Hana sama-sama diam dengan pikiran mereka masing-masing.


"Setelah acara ini lebih baik kita ke rumah Febi saja aku takut terjadi sesuatu pada nya"ucap Sila.


"Aku juga berpikir begitu tidak biasa nya dia seperti ini"ucap Hana di angguki Sila.


Bertahun-tahun mereka berteman pasti sudah tahu bagaimana sifat mereka masing-masing.


"Kalian tidak mencicipi makanan yang ada"tanya mama Sila.


"Gak ma"jawab kedua nya kompak.


"Tumben sekali,biasa nya ada makanan kaki dan tangan kalian paling cepat bergerak ke arah sana apalagi gratis begini"sindir mama Sila.


"Gak selera"jawab Sila.


"Febi pasti baik-baik saja,besok kalian bisa ke rumah nya untuk bertemu"ucap mama Sila.


"Kami akan pergi setelah pesta selesai ma"ucap Sila.


"Tidak baik bertamu terlalu malam pesta selesai juga sudah hampir tengah malam,gak sopan jika bertamu jam segitu"jelas mama Sila membuat Hana dan Sila mengangguk.


"Lebih baik kalian nikmati makanan dan minuman yang ada keburu habis tuh"ucap mama Sila.


"Kalau begitu ayo sebenar nya sih memang terlihat enak"ucap Hana menarik tangan Sila.


"Ck kau masih sama saja ternyata"dengus Sila di jawab kekehan oleh Hana.


"Tumben banyak sekali yang di undang"tanya Hana pada Sila.


"Anak rekan bisnis nya papa,, aku juga sebenar nya keberatan saat tahu papa mengundang mereka tapi mau bagaimana lagi papa sudah menyebarkan undangan nya lebih dulu"jawab Sila.


Saat Hana dan Sila menikmati hidangan di depan mereka orang tua Sila pamit pulang lebih dulu karna tiba-tiba ada urusan mendadak yang harus mereka lakukan.


"Mama dan papa pulang dulu ada urusan yang harus segera di tangani"ucap papa Sila.


"Pesta nya jangan terlalu malam"pesan papa Sila sebelum meninggalkan mereka karna tidak mungkin langsung menghentikan pesta begitu saja mengingat acara tersebut juga adalah acara ulang tahun sang putri.


"Mereka memang aneh yang menyuruh membuat pesta di sini mereka yang meninggalkan pesta ini juga mereka"kesal Sila karna sebenar nya ia juga kurang setuju di lakukan di hotel dan lebih baik di rumah tetapi orang tua nya mengatakan jika orang-orang akan bosan jika terus di rumah maka dari itu jadi lah di hotel yang sekarang.


"Max kemana"tanya Sila tak menemukan Max di dekat Hana karna biasa nya lelaki itu akan menempel di dekat Hana.


"Cari mangsa"ucap Hana menunjuk Max dengan dagu nya yang sedang di kelilingi oleh banyak wanita.

__ADS_1


"Kau pikir dia singa cari mangsa segala"ucap Sila terkekeh.


"Dia bukan singa tapi buaya darat"jawab Hana.


"Aku ambil minuman dulu kau mau"tanya Sila.


"Boleh kebetulan aku juga haus"jawab Hana di angguki Sila segera berjalan mengambil minuman untuk mereka berdua.


"Haii"ucap seseorang pada Sila membuat Sila menoleh karna asal suara itu berada di belakang nya.


"Siapa"tanya Sila heran karna tak mengenal lelaki di depan nya tersebut.


"Viki anak dari rekan bisnis papa mu"jelas lelaki yang kata nya bernama Viki tersebut.


"Oh... ada apa"tanya Sila.


"Aku hanya ingin mengucapkan selamat ulang tahun secara pribadi pada mu"jelas nya.


"Terimakasih"ucap Sila tersenyum di paksakan entah kenapa ia merasa lelaki di depan nya cukup aneh menatap nya.


"Ini kado untuk mu"ucap Viki memberikan paperbag di tangan nya pada Sila.


"Kenapa repot begini"ucap Sila namun tetap menerima karna Viki telah menyodorkan nya tak mungkin ia menolak karna terkesan tidak sopan.


"Tidak sama sekali lagi pula hal yang wajar jika ada yang ulang tahun di berikan kado"jawab Viki di angguki Sila.


"Tunggu dulu"cegah Viki.


"Ada apa lagi"tanya Sila.


"Kau tidak jadi mengambil minum "tanya Viki yang kini menyodorkan dua gelas jus pada Sila.


"Ahh ya..Terimakasih"ucap Sila menerima minum tersebut tanpa curiga sedikit pun lalu berjalan menjauh kembali bergabung dengan Hana yang masih asyik menikmati berbagai hidangan.


"Kenapa lama sekali"tanya Hana menatap Sila yang baru datang.


"Anak rekan bisnis nya papa menyapa ku jadi kami berbicara sebentar"jelas Sila memberikan satu gelas minum di tangan nya untuk Hana.


"Tapi aku merasa dia sedikit aneh tadi"tambah Sila.


"Aneh bagaimana"tanya Hana.


"Entah lah aku merasa tatapan nya berbeda saat berbicara pada ku"jawab Sila kini meminum minuman di tangan nya.

__ADS_1


"Mungkin hanya perasaan mu saja"ucap Hana yang juga ikut minum.


"Seperti nya begitu"ucap Sila tak mau ambil pusing.


Satu jam kemudian pesta sudah selesai dan tamu undangan juga sudah terlihat meninggalkan hotel.


"Kenapa aku merasa tubuh ku tiba-tiba panas begini"guman Hana sedikit heran padahal cuaca dingin namun tubuh nya kepanasan.


"Sila aku balik dulu pak Regan sudah menunggu lama di rumah"ucap Hana pada Sila.


"Hati-hati"jawab Sila.


"Kau juga,jangan terlalu lama lagi untuk pulang"ucap Hana di angguki Sila.


Hana dan Max pun meninggalkan hotel tersebut yang masih ada sedikit tamu di sana bersama Sila,sepanjang jalan menuju parkiran tubuh Hana semakin terasa panas bahkan kini ia mulai mengeluarkan banya keringat membuat nya melangkah cepat menuju mobil.


"Ada apa dengan mu"tanya Max menatap heran ke arah Hana.


"Aku tidak tahu"ucap Hana jujur karna ia sendiri juga tidak tahu.


"Kau sakit wajah mu memerah begitu bahkan kau keringatan begini"tanya Max.


"Aku baik-baik saja tapi entah kenapa aku merasa sangat panas,ayo cepat ke mobil aku ingin menghidupkan Ac di mobil"ucap Hana membuat langkah Max terhenti seperti berpikir sebentar sambil menatap Hana yang kini mendekati mobil.


"Sial"umpat Max setelah tahu dan mengerti apa yang terjadi.


"Kau memakan apa saja tadi di pesta"tanya Max berjalan cepat ke arah Hana.


"Hanya makanan yang tersaji di sana"ucap Hana cepat.


"Cepat buka pintu nya aku ingin masuk"ucap Hana lagi.


"Apa ada orang yang memberikan mu makanan dan minuman"tanya Max.


"Tidak ada kami hanya makan dan minum yang tersedia di sana"jawab Hana.


"Sila juga makan dan minum"tanya Max di angguki Hana.


"Kau ini banyak sekali bertanya cepat buka pintu nya"ucap Hana kesal sambil mengipasi wajah nya membuat Max mengusap wajah nya dengan kasar.


.


.

__ADS_1


.


Halo kakak semua jangan lupa like,vote dan komen nya yah. Baca juga cerita Mencintai Lelaki Yang Sama(Nikah Paksa) dan cerita lain nya.


__ADS_2