
Hari ini merupakan hari pernikahan Sila dan Max yang di adakan di kediaman Sila dengam sederhana saja sesuai dengan keinginan Sila,pernikahan tersebut di hadiri keluarga Sila juga Max saja. Saat ini Hana sudah berada di kediaman Sila pagi-pagi sekali untuk menemani sahabat nya tersebut.
"Kenapa wajah mu begitu"tanya Hana pada Sila yang wajah nya sedih juga masam.
"Aku hanya ingat dengan Febi,ia menghilang seperti di telan bumi bahkan aku menikah pun dia tidak ada di sini menemani ku jangan menemani dia tahu aku menikah saja tidak"ucap Sila.
"Jangan sedih begitu Febi pergi pasti dia memiliki alasan kenapa tidak memberitahukan nya pada kita"ucap Hana.
"Apa dia tidak menganggap kita sahabat nya hingga tak memberikan kita kabar,bahkan ponsel nya saja sudah tidak bisa dihubungi"dengus Sila berubah kesal.
"Ini hari bahagia mu jangan sedih begitu ada aku juga yang menemani mu,urusan Febi lupakan saja dulu setelah acara ini selesai baru kita akan bahas kembali karna aku juga merasa ada yang eneh di sini"ucap Hana.
"Apa maksud mu"tanya Sila menatap Hana.
"Aku baru ingat tadi pagi kenapa tidak bertanya langsung pada papa dan suami ku,papa kan sahabat nya papa Febi juga pasti papa tahu mereka kemana tidak mungkin bukan jika papa nya Febi meninggalakan perusahaan begitu saja, kalau misal nya mereka pergi otomatis papa tahu bukan secara mereka rekan bisnis juga dan suami ku juga pasti tahu jika misal nya mereka pindah atau kemana karna sebentar lagi kita akan kuliah mana mungkin Febi tidak mengurus nya di kampus"jelas Hana membuat Sila terdiam.
__ADS_1
"Benar juga kenapa aku tidak memikirkan itu semalam"ucap Sila.
"Ck aku saja baru terpikir tadi pagi saat akan ke sini maka nya aku gak sempat lagi untuk menanyakan nya pada papa dan suami ku"ucap Hana.
"Lebih baik sekarang aku bersiap juga sebentar lagi acara nya akan di mulai"sambung Hana mengambil gaun yang ia bawa dari rumah dan pergi ke kamar mandi untuk memakai nya karna tadi ia lupa membawa nya maka nya ia keluar dari dalam.
Sila sendiri yang juga baru selesai di rias menatap diri nya di cermin sebentar lagi ia akan berubah status menjadi seorang istri.
Tak lama Hana keluar dari dalam dengan memakai gaun warna merah maron yang sama dengan anggota keluarga nya,ia merias sedikit wajah nya agar tidak terlalu biasa saja.
Tok tok tok
"Iya ma"ucap Sila membalik kan badan nya.
"Sudah selesai kan"tanya mama Sila menatap putri nya yang sudah cantik.
__ADS_1
"Sudah ma"ucap Sila.
"Mereka sudah datang di bawah kalian keluar lah acara nya akan di mulai"ucap mama Sila di angguki Sila dan Hana.
"Mama keluar duluan jangan lama-lama turun nya"sambung nya lagi meninggalkan kedua nya.
"Aku sangat gugup"ucap Sila pada Hana yang sedang menata rambut nya dengan jepitan.
"Ck itulah dulu yang aku rasakan tapi kalian malah meledek ku sekarang kau sudah tau rasanya bagaimana bukan"dengus Hana sambil tangan nya memakai hels di kaki nya.
Sila yang mendengar ucapan Hana terkekeh pelan karna memang benar dan sekarang ia sudah merasakan nya sendiri.
.
.
__ADS_1
.
Halo kakak semua jangan lupa like,vote dan komen nya yah.