
Kini kedua nya berada di dapur setelah Regan mengobati luka di kepala Hana,ia diam saja mengobati luka di kepala Hana walaupun ia begitu penasaran kenapa Hana sampai luka-luka seperti itu namun ia tak ingin membuat Hana semakin stres maka dari itu memilih diam dulu.
Hana duduk di kursi memandang Regan sedang memasak makan malam untuk mereka karna ia tidak bisa membantu sama sekali mengingat luka di kedua tangan nya tersebut.
"Kamu butuh sesuatu"tanya Regan menatap Hana di balas gelengan kepala oleh Hana.
"Kita akan di sini saja sampai luka di tangan mu benar-benar sembuh"ucap Regan.
"Bukan nya mas akan ke kampus"tanya Hana.
"Mas sudah menghubungi mereka jika mas tidak bisa masuk maka dari itu kita menetap di sini dulu"ucap Regan.
"Baiklah"ucap Hana karna ia pun tak akan siap melihat wajah mama dan papa nya sedih jika melihat keadaan nya yang pasti mereka akan datang ke rumah setelah tahu ia pulang.
Selesai memasak Regan mengambil makanan untuk mereka di piring dan duduk di samping Hana menyuapi Hana dan diri nya,kedua nya makan dengan diam.
"Aku duluan ke kamar mas"ucap Hana di angguki Regan.
Hana berjalan ke arah kamar dan membuka pintu dengan siku nya ia membaringkan tubuh nya yang masih begitu lelah di atas ranjang tak lama ia langsung memejamkan mata nya, sementara Regan membersihkan dapur lebih dulu baru lah ia ikut tidur di samping Hana karna tubuh nya sudah lelah.
Kedua nya tidur dengan lelap di atas ranjang setelah hampir dua malam sama sekali tidak bisa tidur dan baru ini bisa tidur di tambah tubuh mereka yang kelelahan.
Pagi hari pun tiba Hana bangun lebih dulu karna ingin ke kamar mandi ia segera berdiri dan mencoba membuka pintu dengan siku nya tapi tak bisa sama sekali membuat nya kesal hingga akhir nya menendang pintu tersebut dengan kaki nya.
Brukk
Suar pintu terbuka secara paksa membuat Regan bangun dari tidur nya dan menatap Hana yang cengengesan karna telah membangunkan Regan.
"Kenapa gak bangunin mas"ucap Regan berdiri dan mendekati Hana.
"Aku sudah terlalu merepotkan mas maaf kan aku"ucap Hana tak enak jika saja sebelah tangan nya tidak begini tentu ia tak akan merepotkan orang lain.
"Mas suami mu"ucap Regan membantu Hana di kamar mandi, setelah selesai dengan urusan nya di sana kedua nya keluar dari sana.
__ADS_1
"Mau makan apa biar mas masak"tanya Regan.
"Mau yang pedas-pedas seperti nya enak pagi-pagi begini"ucap Hana.
"Nanti siang kita turun ke bawah di sana ada banyak jenis makanan"ucap Regan.
"Terserah mas saja kalau begitu"ucap Hana.
"Kamu mau duduk di mana"tanya Regan.
"Di sini saja"ucap Hana di angguki Regan segera keluar dari kamar tanpa menutup pintu agar Hana bisa mudah keluar dari sana.
Hana sendiri menatap diri nya di cermin meringis melihat penampilan nya yang mana kepala nya di balut dan juga kedua tangan nya.
"Gua kek baru kecelakaan parah saja mana di balut gini lagi"gumam Hana menggeleng tak percaya dengan tampilan nya.
Ia keluar dari kamar dan berjalan membuka pintu yang sudah terlihat terbuka sedikit mungkin Regan membuka nya tadi,kini ia duduk di kursi depan Villa menatap aktivitas pagi orang-orang di kebun teh sana.
"Kenapa melamun lagi"tanya Regan menatap ke depan membuat Hana menoleh ke arah Regan.
Dia suami sekarang Hana belajar menerima nya dan mencintai nya,batin Hana tanpa mengalihkan pandangan nya dari Regan.
"Ada apa"tanya Regan menatap Hana yang juga menatap nya.
"Apa mas Regan mencintai ku"tanya Hana menatap Regan.
"Hmm aku mencintai mu sejak kamu menjadi istri ku aku belajar mencaintai mu karna bagiku cinta yang aku miliki hanya untuk wanita yang menjadi istri ku"ucap Regan membuat Hana terdiam mendengar nya.
"Maafkan aku yang belum bisa mencintai"ucap Hana.
"Mas tahu tapi bisakah belajar mencintai mas"ucap Regan serius di angguki Hana,ia yakin jika Regan memang mencintai nya mengingat Regan yang kemarin malam menangis di pelukan nya.
"Terimakasih"ucap Regan menarik Hana kepelukan nya dengan senyum bahagia.
__ADS_1
"Mau makan sekarang"tanya Regan mengelus kepala Hana yang masih di pelukan nya.
"Tunggu sebentar lagi"ucap Hana di angguki Regan, kedua nya saling berpelukan sambil menatap kedepan.
Saat mereka sedang menikmati waktu berdua Rini datang mengampiri mereka membuat kedua nya melepaskan pelukan mereka.
"Ada apa Rini"tanya Regan menatap heran kepada Regan.
"Maaf mengganggu waktu nya pak,saya ke sini hanya ingin mengucapkan terimakasih pada neng Hana yang telah menolong saya,maaf kan saya juga neng karna saya neng tadi terluka seperti itu"ucap Rini menunduk tak berani menatap wajah Hana.
"Tidak perlu meminta maaf begitu lagi pula aku tidak kenapa-kenapa"ucap Hana.
"Terimakasih neng"ucap Rini dengan tulus di balas senyum tulus dari Hana dan anggukan kepala.
"Oh iya sayang Rini kata nya mau mencari pekerjaan di kota apa di cafe kalian masih ada lowongan agar Rini bisa bekerja di sana"ucap Regan menatap Hana.
"Nanti aku hubungi mereka dulu,apa kau mau bekerja di cafe"tanya Hana.
"Kalau ada tidak masalah neng yang penting saya bisa bekerja"ucap Rini.
"Baiklah kalau masih ada nanti aku akan mengatakan nya pada mu"ucap Hana.
"Terimakasih neng,kalau begitu saya permisi dulu jika neng butuh apapun neng bisa mencari saya di bawah"ucap Rini.
"Iya"ucap Hana tersenyum tipis.
Setelah Rini pergi kedua masuk ke dalam villa untuk makan karna Hana harus meminum obat nya agar lebih cepat sembuh dan kedua tangan nya juga harus di buka balutan kain kasa nya agar lebih cepat sembuh karna luka di tangan Hana sudah mengering tinggal menunggu sembuh saja.
"Ini kenapa bisa seperti ini"tanya Regan meringis menatap kedua tangan Hana.
"Aku terjatuh ke jurang tadi terpaksa aku memanjat tebing bebatuan itu setelah setengah jalan di sana batu-batu nya tajam maka nya seperti ini dari pada sama sekali gak bisa naik ke atas turun juga percuma"ucap Hana.
"Semalaman kamu berada di dalam jurang"ucap Regan tak percaya,istri kecil nya sangat berani ia berdecak kagum menatap Hana yang mengangguk kan kepala nya.
__ADS_1