
Hana yang berada di dalam hutan terjaga hingga pagi hari bahkan salah satu ponsel nya sudah mati karna kehabisan baterai senter nya tidak pernah mati,kini matahari mulai menampak kan sinar nya dan hujan juga sudah berhenti dua jam yang lalu membuat tubuh nya sangat dingin belum lagi perut nya tak di isi dengan apapun karna tak ada makanan yang bisa ia makan.
Apa gua akan mati di sini,batin nya dengan sedih.
Ia kembali menatap ponsel nya untuk melihat jam sudah menunjuk kan jam enam pagi berarti sudah cukup terang namun masih gelap di dalam hutan tersebut,menunggu matahari terlihat di atas dulu baru lah ia akan mencari jalan keluar dari dalam hutan itu karna jujur saja ia juga tidak tahu dimana diri nya sekarang dan jalan pulang pun ia sama sekali tidak tahu.
Sementara Regan jam enam pagi itu kembali memasuki hutan untuk mencari Hana,ia membawa tas dan perlengkapan lain nya karna jika Hana tidak juga ia temukan ia berencana tidak akan keluar dari hutan itu dan terus mencari Hana maka dari itu membawa tas besar di punggung nya. Regan memasuki Hutan itu sambil berteriak memanggil nama Hana berharap Hana mendengar suara nya.
Kini matahari sudah terlihat di atas membuat Hana turun dari dahan pohon tersebut dengan langkah lemas ia berjalan menatap bebatuan yang akan ia lewati untuk sampai di atas.
Semangat Hana lo harus keluar dari hutan ini dengan semangat jangan menyerah begitu saja ada mama dan papa mu di sana,batin Hana menyemangati diri nya sendiri.
Dengan pelan-pelan Hana mulai memanjat tebing bebatuan tersebut,kini tangan nya pun sudah berdarah karna harus memgang erat batu-batu runcing tersebut agar sampai ke atas.
"Ayo Hana sedikit lagi kamu akan sampai di sana jadi semangat"gumam nya kembali menggenggam batu tajam di atas nya hingga tak lama Hana sampai di atas ia jatuh terduduk di tanah menatap kedua tangan nya yang kini berlumuran darah dengan luka-luka di tangan nya.
"Akhir nya gua sampai juga di atas sini"gumam nya pelan menatap kedua tangan nya.
__ADS_1
Lima belas menit ia istirahat dan membalut tangan nya dengan setumpuk tisu agar darah tersebut tidak keluar lebih banyak lagi,Hana kembali berjalan dengan pelan untuk mencari jalan keluar dari dalam hutan sekalian mencari makanan yang bisa ia makan.
Hana berhenti melangkah saat melihat buah salak tak jauh dari nya dengan langkah cepat ia mendekati pohon salak tersebut.
"Gua sial banget sih yaelah baru juga nemu makanan tapi gak tahu bagaimana mengambil nya"ucap Hana kesal jika ia membuka itakan di tangan nya pasti nya akan keluar darah lagi dari tangan nya namun jika ia tak membuka nya ia juga tidak bisa mengambil salak tersebut sementara perut nya sudah begitu lapar.
"Ya tuhan tolong lah hamba mu yang menderita ini semoga ada orang-orang baik menemukan di sini"gumam Hana pelan menatap kedua tangan nya dan buah salak di depan nya.
Dengan terpaksa Hana menahan lapar mencari jalan keluar dari pada membuka ikatan di tangan nya yang membuat darah nya akan habis bisa-bisa gua mati di sini sendirian karna kehabisan darah,pikir nya.
Hana berjalan menyusuri hutan tidak tahu ke arah mana yang penting mencari nya lebih dulu dan tidak menyerah sesekali ia beristirahat,tubuh nya yang merasa tidak enak lagi karna demam juga semalam namun ia memaksakan diri nya lebih baik berusaha lebih dulu walaupun hasil nya tidak ada dari pada sama sekali tak ada usaha nya menunggu orang-orang mencari nya bersyukur mereka mencari nya kalau tidak bisa mati mengenaskan di sini sendirian pikir nya.
Regan memilih menghidupkan senter yang ia bawa dan terus berjalan untuk mencari Hana,ia tak akan menyerah begitu saja untuk mencari keberadaan Hana meski kini tubuh nya juga sudah lelah namun mengingat Hana yang harus ia cari ia menyingkir kan rasa lelah nya tersebut. lelah berjalan Regan memutuskan untuk istirahat sebentar dan menatap jam di ponsel nya sudah menunjuk kan jam satu malam.
"Kamu di mana Hana mas sudah mencari mu sejauh ini tapi kamu belum juga ketemu mas harap kamu baik-baik saj"gumam Regan kembali melangkah kan kaki nya mencari keberadaan Hana hingga mata nya menatap suatu yang terang tak jauh dari nya membuat nya dengan cepat berlari ke arah tersebut.
"Hanaa"ucap Regan menatap tubuh Hana yang bersender di pohon dengan senter menyala.
__ADS_1
"Mas di sini"ucap Hana membuka mata nya menatap Regan yang kini berada di depan nya.
Regan tak mengatakan apapun ia memeluk tubuh Hana dengan erat.
"Maafkan mas tidak bisa menjaga mu dengan baik"ucap Regan menangis memeluk Hana membuat Hana tersenyum tipis mendengar nya dengan air mata nya yang juga ikut keluar.
"Mas menangis"ucap Hana pelan membuat Regan melepaskan pelukan nya dan menatap Hana.
"Mas sangat mengkhawatir kan mu dari kemaren mas mencari mu dan baru menemukan mu sekarang"ucap Regan menatap seluruh tubuh Hana hingga mata nya berhenti menatap kedua tangan Hana yang di balut dengan tisu.
"Tangan kamu kenapa begini sayang"ucap Regan menaruh cepat tas yang ia bawa dan mengeluarkan kotak p3k yang sengaja ia bawa untuk berjaga-jaga.
"Nanti mas aku sangat lapar"ucap Hana pelan karna sudah tak memiliki tenaga lagi.
Regan dengan cepat membongkar isi dalam tas nya ia mengeluarkan kotak bekal yang ia bawa dan membuat kan susu untuk Hana karna ia membawa termos kecil berisi air panas juga dan gelas kecil. Dengan telaten Regan menyuapi Hana dengan pelan.
"Mas sudah makan"tanya Hana menatap Regan.
__ADS_1
"Kamu makan lebih dulu saja mas nanti saja makan nya"ucap Regan yang juga memang belum makan apapun maka dari itu bekal yang ia bawa masih penuh.
"Mas juga makan pasti mas belum makan juga"ucap Hana akhir nya di angguki Regan jadilah kedua nya sama-sama makan dengan diam dengan Regan yang tetap menyuapi Hana dan menyuapi diri nya sendiri.