
Rini sendiri kini sudah keluar dari dalam hutan tersebut meminta bantuan pada warga karna ia khawatir dengan Hana.
"Pak tolong teman nya di dalam hutan kami di kejar orang jahat teman saya lari ke dalam hutan"ucap Rini dengan nafas ngos-ngos an.
"Kenapa bisa kalian ada di dalam hutan"ucap bapak tersebut.
"Teman saya menyelamtkan saya pak saat ada beberapa orang seperti nya kampung sebelah membawa saya ke dalam hutan dalam keadaan pingsan dia menolong saya karna mereka ingin melecehkan saya,sekarang teman saya sedang bahaya pak"ucap Rini.
"Ya tuhan Rini ayo cepat beritahu yang lain nya"ucap bapak itu juga ikut panik di buat nya.
"Astaga hampir saja lupa pak saya menemui pak Regan dulu sebentar"ucap Rini berlari ke villa di mana tempat Regan dan Hana menginap,ia tahu Hana adalah istri dari Regan.
"Pak Regan"teriak Rini melihat Regan yang seperti nya mencari Hana juga dengan cepat ia menghampiri Regan.
"Pak cepat pak neng Hana sedang bahaya sekarang"ucap Rini kini berada di depan Regan.
"Bahaya bagaimana Rini"tanya Regan khawatir dan panik.
Rini menceritakan apa yang terjadi pada nya hingga sekarang Hana berada di dalam hutan. Tanpa kata lagi Regan berlari cepat menuju ke arah hutan untuk mencari keberadaan Hana begitu juga dengan Rini yang ikut dari belakang bersama beberapa warga yang di sana ikut mencari sama-sama masuk ke dalam hutan.
"Salah satu di gubuk itu ada yang pingsan pak"ucap Rini menunjuk gubuk yang tadi.
Dengan cepat beberapa dari bapak-bapak tersebut berjalan ke arah gubuk dan menemukan orang yang pingsan tersebut.
"Ini benar mereka memang suka membuat onar di kampung sebelah"ucap salah bapak dari mereka mengenal orang yang pingsam tersebut.
"Dua lagi mereka tadi mengejar neng Hana pak"ucap Rini menatap Regan yang juga ikut melihat.
__ADS_1
"Hana ke arah mana berlari"tanya Regan dengan perasaan tak menentu.
"Ke arah sana pak"ucap Rini merasa bersalah.
Regan berlari dengan cepat ke arah yang di tunjuk kan oleh Rini di ikuti yang lain juga ikut mencari dalam hutan tersebut.
"Hanaaaa"teriak Regan keras berharap Hana mendengar nya.
Saat mereka menyusuri masuk ke dalam hutan bertepatan kedua orang lelaki keluar dari sana membuat darah Regan mendidih ia dengan cepat menghajar kedua nya.
"Katakan dimana istri ku"ucap Regan.
"Kami tidak menemukan nya"ucap salah satu dari mereka menatap takut ke arah Regan.
"Lebih baik kita cari lagi pak biarkan mereka berdua jadi urusan yang lain"ucap salah satu dari warga tersebut membuat Regan menghentikan tangan nya memukul kedua nya.
Suara teriakan mereka menggema di dalam hutan itu memanggil Hana hingga menjalang gelap mereka menyusuri hutan namun sama sekali tak menemukan Hana di mana pun bahkan mereka memanggil juga tidak ada yang menyahut semakin membuat Regan khawatir dan panik di buat apalagi hari sudah semakin gelap.
"Sebaik nya kita pulang lebih dulu pak Regan sudah mulai gelap kita tidak membawa senter atau pun yang lain"ucap salah satu dari mereka.
"Istri saya belum di temukan bagaimana saya bisa pulang"ucap Regan dingin.
"Kita juga tidak akan bisa memasuki hutan lagi pak dengan gelap gulita seperti ini tanpa ada penerang percuma juga lebih baik sekarang kita pulang dulu mengambil lampu juga baru kita akan berkumpul lagi untuk kembali mencari istri pak Regan"ucap yang lain membuat Regan teriam karna ada benar nya juga.
Akhir nya dengan berat hati Regan ikut bersama mereka untuk mengambil lampu lebih dulu ke rumah baru lah kembali mencari Hana.
Semoga kamu baik-baik saja Hana maafkan mas tidak bisa menjaga mu,batin Regan melangkah keluar dari dalam hutan dengan perasaan tak menentu,ia takut dan khawatir dengan Hana apalagi sudah gelap begini Hana sendirian di dalam hutan itu.
__ADS_1
Sementara Hana yang kini mulai sadar membuka mata nya ia menatap sekeliling semua sudah gelap dengan cepat ia mengambil ponse nya dari dalam saku nya dan menghidup kan senter.
"Astaga gua berada di mana ini"gumam nya menatap sekeliling terdapat pohon-pohon besar di sekitar nya dengan bebatuan di samping nya,ia mengarahkan senter di tangan nya ke atas dan dapat ia lihat jika terjatuh dari sana kebawah saat mengingat kejadian tadi.
"Sial bangat dah hidup gua malah gelap semua lagi gua sendirian di dalam hutan ini"gumam nya berdiri dari duduk nya namun kepala nya sedikit pusing hingga ia menyentuh kepala nya terasa ada yang sakit dan mengeluarkan cairan.
"Darah"ucap nya pelan menatap darah di tangan nya.
Ia bangkit dengan pelan menyenter sekitar nya setelah di rasa aman ia berjalan ke arah pohon itu menyenderkan tubuh nya di sana ia tidak bisa memanjat ke atas sekarang dengan kepala masih sedikit pusing. Ia mengambil jaket yang melingkar di pinggang nya dan memakai nya beruntung ia membawa dua ponsela nya dengan batrei penuh namun sama sekali tak ada jaringan membuat nya semakin pusing dan takut.
"Akibat terlalu baik menolong orang jadi nya kek gini"gumam nya pelan.
Mata nya menatap sekitar nya dengan senter yang menyala takut jika ada binatang buas atau yang lain mendekat ke arah nya.
"Apa tak ada orang yang mencari ku yah hingga tak ada yang menemukan ku"ucap nya pelan.
Tak lama suara rintik hujan mulai turun membuat Hana semakin takut di tambah petir juga saling menyambar di atas.
Lengkap sudah penderitaan ku sekarang,batin nya beruntung pohon yang ia jadikan bersender daun nya lebat hingga tak terlalu basah.
Ia menatap pohon tersebut ke atas dan menemukan dahan yang bisa ia panjat ia dengan cepat memanjat pohon tersebut untuk diri nya berlindung dari hewan buas untuk berjaga-jaga malam ini ia sama sekali tidak akan bisa tidur.
Sementara di Villa Regan duduk di luar menatap hujan begitu lebat membuat mereka tak bisa masuk ke dalam hutan dengan cuaca hujan begitu.
Semoga kau baik-baik saja Hana,batin Regan dengan resah.
Regan dan yang lain nya menunggu hingga lebih dari tiga jam tapi hujan masih turun membuat mereka menunda untuk masuk ke dalam hutan dan akan melanjutkan mencari Hana besok pagi, Regan sendiri juga tak bisa memaksa kan orang-orang tersebut untuk mencari Hana apalagi dengan cuaca seperti itu.
__ADS_1