
Kini Sila dan Max sudah resmi menjadi suami istri setelah Max mengucapkan ijab kabul baru saja dengan lantang dan hanya sekali tarikan nafas. Hana dan yang lain nya tersenyum lega menatap pengantin baru tersebut dan satu persatu mereka memberikan selamat untuk kedua nya.
"Selamat untuk kalian semoga menjadi keluarga sakinah,mawaddah,warohmah"ucap Hana memeluk Sila dengan senyum bahagia di wajah nya karna kini sahabat nya itu telah menjadi sepupu ipar nya.
"Terimakasih"ucap Sila juga memeluk Hana.
"Kita sudah jadi sepupu ipar sekarang"goda Hana membuat Sila mengendus malas mendengar nya.
"Awas kau jika menyakiti sahabat ku ini akan ku pecat kau jadi sepupu ku satu lagi selalu bahagiakan dia juga jangan buat dia menangis"ucap Hana dengan wajah serius menatap Max.
"Ck kau tenang saja"ucap Max memeluk Hana erat yang sudah ia anggap adik nya sendiri mengingat mereka berdua adalah anak tunggal juga ia lebih tua beberapa bulan dari Hana maka dari itu ia sangat menyayangi Hana karna hanya mereka berdua saja yang sepupuan.
"Jangan memeluk istri ku terlalu lama"ucap Regan menarik Hana dari pelukan Max.
"Posesif sekali anda dia adik ku"dengus Max namun tak di gurbis oleh Regan yang kini memeluk Hana.
"Selamat atas pernikahan kalian"ucap Regan.
"Terimakasih/pak"jawab kedua nya kompak di angguki Regan.
__ADS_1
"Cuma itu saja"tanya Hana menatap Regan.
"Hmm"dehem Regan menggenggam tangan Hana untuk pergi dari depan pengantin tersebut membuat Hana mengendus melihat suami nya itu.
"Mas bisa tidak jangan bicara pendek-pendek begitu apalagi menatap seperti tadi membuat orang takut saja"ucap Hana pada Regan yang datar saja.
"Lalu mas harus bagaimana"tanya Regan.
"Mas pikir saja sendiri"kesal Hana membuat Regan menghela nafas kasar.
"Kau tau sendiri mas itu orang nya memang begini mau bagaimana lagi,mas saja banyak bicara seperti ini hanya pada keluarga kita saja kau lihat sendiri bukan"jelas Regan membuat Hana terdiam karna apa yang di katakan oleh suami nya memang benar adanya.
"Sudah lah tidak perlu di pikirkan lebih baik kita makan dulu kau juga pasti belum makan apapun kan"tanya Regan di angguki Hana.
"Belum juga"jawab Regan.
"Kalau begitu kita makan dulu aku juga sudah lapar"ucap Hana menarik tangan Regan ke salah satu meja di sana yang kosong.
"Aku ambil makanan dulu sebentar"ucap Hana pergi mengambil makanan untuk mereka berdua di stan makanan yang tak jauh dari mereka.
__ADS_1
Tak lama Hana kembali dengan dua piring makanan di tangan nya dan memberikan nya pada suami nya,satu lagi ia taruh di atas meja lalu pergi mengambil minum untuk mereka juga setelah itu ia duduk di samping Regan yang menunggu nya.
"Mas"ucap Hana di sela-sela makan.
"Makan dulu baru bicara"ucap Regan pada Hana di angguki Hana dengan cepat.
Kedua nya pun segera menghabiskan makanan mereka,setelah selesai Hana kini menatap Regan wajah serius nya.
"Kenapa"tanya Regan juga menatap Hana.
"Apa mas tahu kemana Febi pergi"tanya Hana.
"Bukan kah dia sahabat kalian kenapa malah bertanya pada mas"jawab Regan heran,mana mungkin ia tahu kemana sahabat istri nya itu.
"Febi tidak ada di rumah nya mas kami sudah memeriksa nya kemaren dan kosong tetangga nya mengatakan jika mereka pergi membawa koper tapi tidak tahu mau kemana,aku kira dia mengurus sesuatu di kampus mengingat beberapa hari lagi akan masuk kuliah"jelas Hana pada Regan berharap suami nya itu tahu atau mencari informasi untuk nya pada pihak kampu.
.
.
__ADS_1
.
Halo kakak semua jangan lupa like,vote dan komen nya yah.