
Regan berjalan setengah berlari sambil menggendong Hana dengan tangan nya yang juga harus menggenggam kuat ponsel untuk menerangi jalan nya karna sudah malam jadi semua nya gelap.
Satu jam lebih berjalan akhir nya ia bisa membawa Hana masuk ke dalam Villa dan membaringkan Hana di atas ranjang dengan cepat ia keluar dari sana untuk memanggil dokter yang tidak terlalu jauh dari letak Villa mereka.
Setelah memanggil dokter tersebut Regan dan dokter itu ke villa dan kini mereka di dalam kamar dengan Regan yang menggenggam tangan Hana sedangkan dokter itu meriksa Hana.
"Seperti nya nona Hana syok dan juga lelah membuat tubuh nya demam begini,setelah nona Hana sadar lebih baik makan dulu perut nya juga kosong baru berikan obat ini"ucap dokter itu memberikan beberapa jenis obat untuk Regan.
"Terimakasih dok"ucap Regan menerima obat tersebut dan mengantar dokter itu keluar.
Setelah dokter itu pergi Regan kembali masuk ke dalam kamar untuk melihat Hana,ia menatap wajah Hana sedikit pucat membuat nya semakin merasa bersalah.
"Maafkan mas yah"ucap nya pelan mengusap pipi Hana baru ia beranjak dari sana untuk ke dapur ingin membuat makan malam untuk mereka,tatapan tertuju pada dua bungkusan di dalam plastik di atas meja dengan cepat ia membuka nya dan melihat sarapan yang Hana belikan tadi.
Ia keluar lagi dari dapur setelah sadar tidak ada bahan makanan apapun di sana,ia kembali berjalan menuju desa membeli makanan untuk mereka setelah mendapatkan nya ia kembali ke villa takut terlalu lama meninggalkan Hana sendirian di sana.
Hana sendiri yang kini sudah sadar menatap sekeliling,ia bisa menebak jika sudah ada di dalam kamar lagi.
Mungkin dia mencari ku tadi dan membawa ku ke sini,batin nya.
Dengan pelan Hana melangkah keluar dari dalam kamar kepala nya masih pusing mungkin karna lelah dan lapar juga,maklum saja tadi pagi ia hanya makan sarapan saja itu pun masih pagi-pagi dan sampai sekarang belum makan apapun.
__ADS_1
Saat ia berjalan sempoyongan dengan kedua tangan nya berjalan memegangi dinding agar tidak jatuh Regan membuka pintu dan melihat Hana.
"Kamu butuh sesuatu"tanya Regan dengan cepat menghampiri Hana.
"Mas antar ke kamar balik yah kamu masih sakit"ucap Regan lembut ingin memegang tangan Hana namun Hana dengan cepat menghindar dan melangkah menjauh dari Regan tanpa mengucapkan apapun.
"Maafkan mas"ucap Regan menatap Hana yang berjalan pelan masih berpegangan pada dinding ke arah dapur.
"Hanaa"panggil Regan lagi namun tetap tak ada respon hingga Hana tak terlihat lagi sudah masuk ke dapur.
Hana sendiri menatap bungkusan yang tadi pagi ia belikan masih utuh di atas meja,ia mengambil nya dan membuang nya ke tempat sampah,ia mengambil air minum dan langsung meminum nya dengan tandas.
Aiss gua lupa jika di sini gak ada makanan sama sekali parut gua lapar banget lagi,tubuh gua gak kuat berjalan keluar juga bagaimana aku bisa makan,batin nya meringis membayang kan nasib nya sekarang.
"Ini makan lah dulu mas sudah membelikan kita makan malam"ucap Regan menaruh dua bungkusan tersebut di atas meja tahu apa yang Hana cari.
Hana tak juga menatap Regan atau mengatakan apapun tangan nya bergerak mengambil salah satu bungkusan itu,ia bangkit dari duduk nya dan melangkah pelan mengambil piring dan sendok lalu kembali duduk dan makan dengan diam setelah membuka bungkusan tersebut dan menaruh nya di atas piring.
Regan sendiri kembali ke kamar dan mengambil obat yang tadi dokter itu berikan membawa nya keluar dan memberikan nya pada Hana.
"Setelah makan jangan lupa minum obat nya mas mandi dulu"ucap Regan menaruh nya di atas meja dan berlalu pergi dari sana karna ia tahu Hana tidak akan menjawab ucapan nya.
__ADS_1
Selesai menyantap makan malam nya dan meminum obat yang Regan berikan pada nya Hana meninggalkan dapur tersebut berjalan ke kamar mereka,ia mengambil baju tidur dan keperluan lain nya di dalam lemari.
"Sudah di minum obat nya"tanya Regan baru keluar dari kamar mandi melihat Hana berada di sana.
Lagi-lagi Hana tak menjawab selesai mengambil baju nya ia bergegas akan keluar dari dalam kamar tersebut.
"Hana kau mau kemana lagi"ucap Regan berjalan cepat mendekati Hana dan menutup pintu kamar yang baru akan di buka oleh Hana.
"Maaf kan mas yah,mas gak sengaja membentak mu tadi mas hanya khawatir saja pada mu,apalagi mas mencari mu dari gak ketemu semakin membuat mas khawatir maka nya mas gak bisa mengontrol emosi mas tadi"ucap Regan dengan lembut.
"Aku ingin tidur di kamar tamu saja"ucap Hana tak mau melihat Regan segera keluar dari kamar dan berjalan cepat menuju kamat tamu meninggalkan Regan sendirian di sana.
Regan sendiri tak bisa berbuat apapun membiarkan Hana tidur di sana dulu agar Hana lebih tenang,ia memakai baju nya dan keluar dari dalam kamar menuju dapur untuk mengisi perut nya juga yang lapar karna memang belum makan apapun dari pagi.
Malam ini kedua nya tidur di kamar yang berbeda untuk pertama kali nya setelah mereka menikah,Hana langsung memejamkan mata nya setelah membersihkan tubuh nya dengan air hangat mungkin karena obat yang tadi ia minum maka nya cepat tidur berbeda dengan Regan yang sama sekali tidak bisa tidur.
Jam dua belas lebih tak kunjung bisa menutup mata nya akhir nya ia keluar dari kamar berjalan ke kamar tamu di mana Hana berada,beruntung pintu nya tidak kunci hingga ia bisa masuk langsung,dapat ia lihat Hana tidur lelap di atas ranjang berbalut selimut tebal.
"Maafkan mas yah"guman nya pelan membaringkan tubuh nya di samping Hana dan membawa Hana ke pelukan nya barulah ia bisa tidur.
🍂
__ADS_1
Pagi hari nya Regan lebih dulu bangun segera keluar dari dalam kamar sebelum Hana menyadari jika diri nya tidur di sana semalam,ia takut jika Hana tahu maka Hana akan semakin mendiamkan kan nya maka dari itu ia memilih keluar dengan cepat sebelum Hana bangun dari tidur nya.