
Namun tak hanya pasangan suami istri yang telah sah tersebut yang melakukan nya di hotel itu, di kamar lain juga melakukan hal yang sama yang tak lain adalah kamar Sila dan Max. Awal nya Max memang tidak mau melakukan nya namun karna Sila yang selalu menggoda nya mungkin karna obat tersebut membuat Sila seperti itu akhir nya Max tergoda juga hingga akhir nya terjadi hal yang seharus nya di lakukan oleh pasangan suami istri.
.....
Pagi hari nya kamar yang di tempati oleh Sila dan Max di ketuk dengan kuat membuat kedua nya sama-sama membuka mata karna merasa terganggu.
"Ka-u"ucap Sila terbata menatap Max yang tidur di samping nya secara refleks ia membuka selimut yang membalut tubuh nya dan terkejut menatap diri nya yang polos.
"A-pa yang ter-jadi"ucap Sila menatap Max dengan menahan tangis sambil menutup tubuh nya kembali dengan selimut.
"Kau ingat-ingat saja apa yang terjadi tadi malam"ucap Max turun dari ranjang memakai baju nya kembali dan membuka pintu kamar hotel tersebut karna suara gedoran dari luar.
Ceklek
Mata Max hampir keluar dari tempat nya menatap orang tua Sila berada di depan nya sekarang,tanpa kata kedua orang tua Sila masuk ke dalam kamar untuk memastikan pesan yang mereka terima semalam apakah benar.
Brukk
"Apa yang kau lakukan pada putri ku haa"ucap papa Sila meninju wajah Max yang masih berdiam diri di sana.
"Silaa"teriak papa Sila menatap Sila yang hanya menggunakan selimut menutupi tubuh nya.
"Papa,mama"ucap Sila tersentak kaget menatap keberadaan orang tua nya.
Plakk
Satu tamparan mendarat di pipi mulus Sila dari sang papa membuat Sila terdiam dengan air mata yang menetes di pipi nya.
"Apa yang telah kau lakukan Sila"teriak papa Sila.
"Kau mau mempermalukan papa dan mama mu ini"tambah nya lagi.
"Pa dengar kan Sila dulu"ucap Sila menangis menatap papa nya yang terlihat kecewa dan marah pada nya.
__ADS_1
"Apa lagi yang ingin kau jelas kan semua nya sudah jelas"ucap papa Sila.
"Tidak ada cara lain lagi untuk menutupi semua nya kalian akan menikah"ucap papa Sila menatap Sila datar juga Max yang ada di samping nya.
"Panggil orang tua mu ke rumah saya sekarang kita bahas ini di rumah saya, mama bantu Sila kita pergi sekarang juga papa akan tunggu di luar"ucap papa Sila keluar dari dalam kamar hotel tersebut.
"Mama Sila bisa jelaskan"ucap Sila masih menangis.
"Turuti saja apa yang di katakan oleh papa mu sayang semua juga untuk kebaikan mu"ucap Mama Sila menatap putri nya tersebut.
Max sendiri juga telah keluar dari dalam kamar masih belum ada yang keluar dari dalam mulut nya namun ia tetap menghubungi kedua orang tua nya agar datang ke rumah Sila tak lupa juga memberikan alamat rumah Sila.
Tak lama Sila dan mama nya keluar dari dalam hotel setelah Sila membersihkan tubuh nya juga memakai baju nya kembali,mereka keluar dari hotel menuju parkiran.
"Saya akan mengikuti dari belakang om"ucap Max karna ia melihat mobil Regan di sana yang berarti Regan dan Hana juga menginap di sana.
"Hmm"dehem papa Sila datar masuk ke dalam mobil nya begitu juga dengan Sila dan mama nya.
"Kau mengecewakan papa Sila"ucap pap Sila pelan sambil fokus mengemudi namun masih bisa di dengar oleh Sila.
Tiga puluh menit berkendara akhir nya mereka tiba di kediaman orang tua Sila, mereka pun turun dari dalam mobil dan masuk ke dalam begitu juga dengan Max yang ikut masuk ke dalam.
"Di mana orang tua mu"tanya papa Sila menatap datar Max.
"Mereka masih di jalan om"ucap Max di angguki papa Sila.
Kini suasana ruangan tersebut terasa mencekam karna papa Sila masih menatap kedua orang di depan nya dengan marah. Tak lama terdengar suara mobil berhenti dari luar membuat mereka mengalihkan pandangan mereka ke arah pintu masuk.
"Ada apa ini"tanya papa Hana menatap teman nya tersebut dengan bingung karna kebetulan ia juga masih di rumah saat Max memberikan kabar pada adik nya itu menyuruh nya datang ke alamat yang ia kirim karna ada hal penting jadilah ia juga ikut karna begitu mengenal alamat tersebut.
"Tanyakan saja pada mereka berdua"ucap papa Sila datar.
"Max ada apa"tanya pap Max menatap putra nya tersebut yang seperti nya telah terjadi sesuatu saat mata nya menatap sudut bibir Max membiru seperti bekas pukulan.
__ADS_1
Max diam saja karna ia tidak tahu bagaimana menceritakan nya pada orang tua nya.
"Mereka berdua harus menikah"ucap papa Sila datar karna kedua orang di depan nya tak ada yang menjawab.
"Kenapa tiba-tiba"tanya papa Hana.
"Kau pasti mengerti apa yang di lakukan pasangan di hotel jika bersama"ucap papa Sila membuat yang lain terdiam mendengar nya.
"Pa semua ini terjadi tidak seperti yang papa katakan"ucap Sila pelan.
"Lalu seperti apa,jelaskan dengan baik apa kah yang kami lihat salah"ucap papa Sila datar membuat Sila menangis.
"Akan saya jelaskan"ucap Max tak tega melihat Sila terus menangis sedari tadi..
"Ada seseorang yang ingin menjebak Sila dan Hana dengan menggunakan obat perangsang"ucap Max.
Max pun menceritakan apa yang terjadi mulai dari awal hingga akhir tanpa ada yang di tutupi sedikit pun oleh nya.
"Saya akan menikahi Sila untuk mempertanggung jawab kan perbuatan saya"ucap Max setelah ia selesai menceritakan semua nya.
Bagaimana pun ia telah mengambil barang berharga milik Sila yang selama ini ia jaga dengan baik,lagi pula ia tidak mau jadi pengecut yang lari dari pertanggung jawaban setelah apa yang ia lakukan.
"Papa setuju bagaimana pun kau harus bertanggung jawab atas apa yang telah kau lakukan"ucap papa Max.
"Tapi Sila masih kuliah"ucap Sila pelan.
"Kalau masih kuliah apa salah nya sayang,kau lihat Hana juga sudah menikah bukan tidak menjadi masalah"ucap mama Hana menatap Sila sambil tersenyum.
"Kalau begitu mereka akan menikah besok"ucap papa Sila di angguki para orang tua yang mendengar nya karna menurut mereka lebih cepat akan lebih baik.
.
.
__ADS_1
.
Halo kakak semua jangan lupa like,vote dan komen nya yah. Baca juga cerita terbaru Author yang judul nya Mencintai Lelaki Yang Sama(Nikah Paksa) juga cerita lain nya🤗