
Malam hari nya Hana menghangat kan kembali rantangan yang di berikan oleh mama Ayu,Selesai ia memindahkan nya ke wadah dan membawa nya ke meja makan,setelah semua sudah ada di meja makan Hana segera ke kamar untuk memanggil Regan karna memang sudah waktu nya makan malam.
Hana membuka pintu kamar dan mendekati Regan yang masih fokus pada laptop di pangkuan nya dan duduk di sofa kamar mereka dengan pelan ia melangkah hingga berada tepat di belakang Regan, mata nya melotot melihat Regan sedang mengerjakan soal ujian.
Hahaha keberuntungan ku nih,batin Hana mengeluarkan ponsel nya dan segera menghidupkan kamera ponsel nya untuk mengambil gambar soal ujian yang di kerjakan oleh Regan yang seperti nya belum sadar jika diri nya di belakang.
Setelah mendapatkan hasil yang bagus Hana kembali berjalan pelan meninggalkan Regan menuju lantai bawah,tiba di bawah ia berteriak girang sambil melompat-lompat mendapatkan soal ujian besok.
"Asyikk malam ini bisa buat contekan besok tinggal salin lagi"gumam Hana senang menatap gambar soal di ponsel nya.
Ia berjalan sambil bersiul ria menuju meja makan untuk makan lebih dulu melihat Regan yang seperti nya masih sibuk ia tak ingin mengganggu,baru saja mengambil nasi ke piring nya terdengar suara langkah kaki membuat nya menoleh.
"Kenapa tidak memanggil ku"tanya Regan mendekati Hana dan duduk di kursi.
"Oh tadi aku membuka pintu dan melihat mas sibuk maka nya tidak jadi aku panggil"ucap Hana.
"Kamu masuk ke kamar tadi"tanya Regan.
"Hmm cuma sampai di pintu sih"ucap Hana di angguki Regan.
Hana segera mengambil piring Regan dan mengisi nya dengan nasi serta lauk pauk lalu memberikan nya pada Regan.
"Terimakasih"ucap Regan di angguki Hana yang juga mengisi piring nya.
"Mas sedang membuat apa kelihatan nya sibuk"tanya Hana.
"Soal ujian besok"ucap Regan menyantap makanan nya.
"Untuk lokal kami"tanya Hana.
"Hmm kalian juga dengan kelas lain nya yang sama-sama ujian besok"ucap Regan.
"Apa soal nya sama"tanya Hana.
__ADS_1
"Tiap lokal beda jika sama kalian akan meminta soal dan jawaban nya pada lokal yang lebih dulu selesai ujian maka nya di buat beda tiap lokal agar adil dan kalian juga bisa berusaha sendiri tidak mengharapkan orang lain"ucap Regan.
Aiss soal yang gua dapat tadi untuk lokal mana ya semoga untuk lokal gua kalau gak sia-sia dong gua udah dapat ini soal,batin Hana.
"Kenapa"tanya Regan menatap Hana yang diam saja.
"Gak papa sih hanya bertanya saja"ucap Hana melanjutkan makan nya begitu juga dengan Regan.
Selesai makan kedua nya membersihkan kembali meja makan dan mencuci peralatan yang kotor baru lah mereka masuk ke dalam kamar di mana di sana juga ada meja belajar untuk Hana.
"Besok ujian lebih baik kamu belajar sekarang"ucap Regan.
"Iss apa susah nya sih mas kasi soal nya sama ku jika lima minimal dua saja"ucap Hana.
"Mas suruh belajar bukan meminta soal"ucap Regan kembali duduk di sofa melanjutkan pekerjaan nya.
Hana mengendus malas berjalan ke meja belajar nya dan melihat soal yang tadi ia dapat.
Kerjain aja lah mana tau besok ini keluar kalau gak ya sudah yang penting berusaha,batin Hana melirik Regan sebentar yang kini terlihat fokus di sana.
"Kenapa"tanya Hana langsung setelah mengangkat telepon dari Febi.
"Besok kita ujian sama suami lo itu kan"tanya Febi dari seberang sana.
"Iya"ucap Hana.
"Minta bocoran soal dong sama suami lo itu"ucap Febi.
"Dari siang tadi gua minta sama sekali gak di kasih"ucap Hana.
"Masa sih lo kan istri nya"ucap Febi.
"Ehh kalau gua dapat juga udah gua kasih sama lo berdua"ucap Hana.
__ADS_1
"Ini boro-boro dapat bocoran soal tu orang malah nyuruh gua belajar usaha sendiri"sambung Hana membuat Febi tertawa di seberang sana.
"Gak usah kasih jatah biar tahu rasa suami lo itu"ucap Febi.
"Njirrr lo kalau ngomong yang benar"ucap Hana kesal.
"Wah wah jangan bilang kalau kalain belum itu"ucap Febi.
"Ya belum lah"sewot Hana kembali terdengar gelak tawa dari Febi.
"Suami lo itu normal atau gak masa ada istri seksi gak di sentuh sama sekali atau lo nya yang gak memberikan nya"tanya Febi penasaran.
"Dih gua gak tau ya lagian gua juga masih kecil kali"ucap Hana.
"Kecil kepala mu usia lo itu udah bisa menghasilkan anak tahu"ucap Febi.
"Dih sok tau lo udah ah gua malas bahas gituan"ucap Hana.
"Ehh tunggu dulu dong gua serius nih"ucap Febi.
"Apaan"tanya Hana belum sempat Febi menjawab sudah terdengar suara Regan menyahut dari sana.
"Reyhana saya suruh belajar bukan telponan"ucap Regan membuat Hana menolah.
"Yaelah pak ini juga lagi dikusi sama Febi soal mana yang akan keluar besok"ucap Hana.
"Bukan kah sudah di beri tahu dari mana kalian belajar dan juga contoh soal mana yang saya bahas,kalian belajar jangan menggosip"ucap Regan.
"Siapa juga yang menggosip"ucap Hana ketus sambil mematikan sambungan telepon tersebut dengan Febi dan tangan nya kini sibuk mengetik pesan pada Febi,ia juga mengirim gambar soal yang tadi ia dapat untuk kedua teman nya tersebut dan menjelaskan nya pada mereka jika ia tidak tahu apa benar soal itu yang besok keluar atau tidak di lokal mereka seperti yang Regan jelas kan tadi jika tiap lokal akan beda soal nya.
Selesai mengetik pesan panjang lebar pada Febi kini Hana fokus pada soal tersebut dan mulai mengerjakan nya hingga tengah malam akhir nya selesai. Dengan langkah malas ia berjalan ke atas ranjang dan berbaring langsung di sana tak butuh waktu lama Hana sudah memejamkan mata nya membuat Regan geleng kepala yang sedari tadi memperhatikan Hana berjalan ke ranjang.
Regan sendiri yang juga telah selesai menutup laptop nya kembali dan beranjak dari duduk nya ia berjalan ke meja belajar Hana melihat apa yang di kerjakan Hana karna tadi ia sempat melihat Hana yang terlihat serius mengerjakan sesuatu.
__ADS_1
"Dia tahu dari mana aku membuat soal ini"gumam Regan heran menatap soal-soal yang tadi ia buat kini sudah di jawab oleh Hana di kertas selembar yang ada di dalam buku.