
Saat ini kedua nya sibuk dengan bahan makanan di depan mereka,jika Regan memasak maka Hana menyusun nya dalam kulkas,meski pun ia tak bisa memasak tapi jangan salah ia sama sekali tak suka berantakan karna memang ia orang nya rapi,Regan saja awal nya tak percaya jika Hana bisa membersihkan rumah dan merapikan nya hanya saja ia tak bisa memasak.
"Ahh lelah sekali"ucap Hana menyenderkan tubuh nya di pintu kulkas setelah menyelesaikan pekerjaan nya.
"Baru begitu saja lelah"cibir Regan.
"Pak Regan bisa tidak sehari saja jangan membuat ku kesal"ucap Hana ketus.
"Kamu juga bisa tidak jangan memanggil saya dengan pak di luar kampus itu saya suami kamu dan kamu istri saya"ucap Regan.
"Kan saya sudah bilang kalau lebih nyaman menggil pak"ucap Hana.
"Mau sampai kapan kamu akan memanggil saya begitu jika tidak di biasakan dari sekarang"ucap Regan.
"Tidak tahu"ucap Hana mengangkat bahu nya acuh.
"Selain bar-bar kamu juga keras kapala"ucap Regan.
"Salah pak Regan sendiri kenapa mau menikah dengan ku sudah tahu kalau orang nya begitu"ucap Hana acuh membuat Regan menghela nafas kesal.
"Mulai sekarang kamu panggil saya mas"ucap Regan tak ingin di bantah karna jujur saya ia risih mendengar Hana memanggil nya seperti itu jika di luar kampus terlebih jika mereka sedang berdua begini di rumah.
"Ehh kenapa juga harus mas"protes Hana merasa geli sendiri mendengar nya.
"Terus kamu menggil saya apa sayang begitu"ucap Regan menatap Hana dengan pandangan menggoda membuat Hana terkejut melihat nya.
"Ternyata pak Regan bisa juga berkata begitu"ucap Hana menatap Regan yang di balas tatapan datar dari Regan.
"Sudah lah bicara dengan mu membuat ku pusing pokok nya mulai sekarang panggil saya mas jika di luar kampus"ucap Regan lagi.
"Ya ya"ucap Hana malas.
"Ini sudah hampir siang ayo makan tadi cuma sarapan saja"ucap Regan lagi setelah menyelesaikan masakan nya dan memindahkan nya ke meja makan.
Hana mengangguk segera berdiri dari duduk nga karna ia juga sudah merasa lapar sedari pulang dari pasar dan kini menyusun belanjaan mereka ke dalam kulkas.
__ADS_1
"Pak Regan belajar masak dari mana"tanya Hana karna masakan Regan enak menurut nya.
Regan menatap tajam ke arah Hana yang belum juga mengganti panggilan nya membuat Hana mengendus malas.
"Makusut nya mas salah sedikit doang sudah begitu"ucap Hana.
"Kan sudah saya katakan biar terbiasa"ucap Regan datar.
"Iyaa"ucap Hana menatap Regan menunggu jawaban dari lelaki di depan nya tersebut.
"Saya bisa memasak dari kuliah dulu karna saya lebih suka makanan lokal maka nya memasak sendiri"ucap Regan di angguki Hana karna ia tahu Regan dulu kuliah di luar negeri saat awal mereka kuliah dulu.
Selesai makan mereka kembali ke kamar untuk membersihkan diri mereka sendiri lebih tepat nya Hana yang memang belum mandi sedari bangun tidur, Selesai ia mandi dan berpakai an ia menghempaskan tubuh nya di ranjang menghubungi kedua teman nya tersebut yang mungkin ada di cafe karna libur,ia sendiri tak bisa ke sana karna ada Regan di rumah meski ia bar-bar ia tahu tugas nya sebagai istri. Belum lagi ia mau tak mau harus menerima pernikahan nya dengan Regan juga.
"Bosan sekali sih"gerutu Hana karna panggilan nya tak di angkat oleh Sila dan Febi.
"Kamu kenapa"tanya Regan baru masuk ke dalam kamar mereka mendengar gerutuan Hana walau tak jelas.
"Aku bosan pak"ucap Hana kembali mendatap tatapan tajam dari Regan.
"Saya mau ke rumah mama sebentar jika kamu ikut bersiap lah"ucap Regan.
Hana mengangguk segera bangkit dari Ranjang mengganti baju dengan yang lebih sopan sedangkan Regan masuk ke kamar mandi, Setelah kedua nya siap mereka keluar dari dalam rumah dan masuk ke dalam mobil milik Regan.
"Sebaik nya kita beli buah tangan lebih dulu mas gak enak datang ke sana gak bawa apapun sama sekali"ucap Hana membuat Regan tersenyum tipis mendengar nya.
"Baik lah"ucap Regan menghentikan mobil nya di supermarket yang dekat dari jarak mereka tadi.
"Kamu saja yang keluar saya tunggu di sini"ucap Regan di angguki Hana keluar dari dalam mobil segera menuju ke dalam.
Ia melangkah membeli buah-buahan untuk di bawa ke sana karna cuma itu yang ada di pikiran nya,selesai mengambil buah yang ia inginkan Hana membawa nya menuju kasir.
"Hana"panggil seseorang entah datang dari mana membuat Hana menoleh.
"Dim ngapain lo di sini"tanya Hana menatap Dimas yang berjalan mendekat ke arah nya sambil menggandeng bocah.
__ADS_1
"Nih nemanin ponakan gua beli jajan"ucap Dimas.
"Lo sendiri ngapain di sini"tanya Dimas.
"Beli ini"ucap Hana menunjuk kan plastik di tangan nya.
"Tumben lo sendiri kemana tuh dua manusia lagi biasa nya bertiga"tanya Dimas.
"Entah lah tadi gua hubungi gak ada yang angkat"ucap Hana.
"Gua duluan ya"ucap Hana membayar buah di tangan nya takut Regan menunggu terlalu lama di mobil.
"Iya hati-hati"ucap Dimas di angguki Hana yang segera keluar dari dalam sedangkan Dimas yang baru datang membawa keponakan nya tersebut berjalan menuju stand makanan.
"Kenapa lama"tanya Regan menatap Hana yang sudah duduk di samping nya.
"Ketemu Dimas di dalam jadi bicara sebentar"ucap Hana santai.
Regan menatap tajam ke arah Hana yang begitu santai bicara seperti itu pada nya membuat Hana merinding.
"Apa"tanya Hana.
"Kamu dekat dengan Dimas"tanya Regan menatap Hana dengan pandangan menyelidik.
"Iya dekat kami satu sekolah dulu"ucap Hana jujur.
Regan diam saja mendengar nya dan kembali melajukan mobil nya menuju rumah orang tua nya sama hal nya dengan Hana yang diam dan santai saja menatap keluar tanpa tahu raut wajah kesal Regan mendengar ucapan nya tadi.
Kedua nya tiba di rumah orang tua Regan dan segera turun dari dalam mobil masih dengan mode diam, Regan yang kesal pada Hana karna perkataan nya tadi sedangkan Hana santai saja lagi pula ia tak merasa membuat salah juga maka nya ia dima melihat Regan diam.
"Kalian datang"ucap mama Ayu tersenyum cerah menatap anak dan menantu nya datang.
"Iya ma"ucap Hana menyalam mertua nya begitu juga dengan Regan.
"Ayo masuk papa juga di dalam"ucap mama Ayu di angguki Hana berjalan masuk ke dalam bersama mama Ayu.
__ADS_1