Menikah Dengan Dosen Killer

Menikah Dengan Dosen Killer
Bab 16


__ADS_3

Suasana di dalam ruangan yang Hana masuki terasa begitu menyeramkan karna tatapan Hana yang seakan siap menerkam siapa saja apalagi melihat Regan di depan sana membuat nya ingin segera memukul lelaki tersebut.


"Hana kenapa sih dari tadi seperti ingin membunuh orang saja"bisik Sila pada Febi merinding menatap sahabat nya tersebut.


"Gua juga gak tau lu kan lihat dari awal dia datang udah kek gitu"ucap Febi berbisik juga.


"Ihh kok seram amat yah tu muka merinding gua lihat nya"ucap Sila pelan.


"Nanti kita coba tanya aja siapa tahu tuh anak ada masalah"ucap Febi di angguki Sila.


Sama hal nya dengan Regan yang juga sedari tadi menyadari ada yang menatap nya tajam,ia hanya melirik saja mungkin sudah tahu tentang perjodohan itu maka nya dia seperti itu pikir nya.


Tadi pagi papa Danar mengatakan jika Hana sudah menyetujui perjodohan tersebut dan ia sama sekali tak percaya dengan kabar yang ia dengar karna tahu bagaimana terlihat membenci nya dan sekarang terbukti dari sikap Hana yang sedari tadi memperhatikan nya seperti mangsa yang tak akan ia lepas.


Setelah Regan selesai di ruangan kelas Hana ia meninggalkan kelas tersebut membuat yang lain menghela nafas lega beda dengan Hana yang sudah menggebark meja di depan nya untuk melampiaskan rasa kesal nya tersebut pada Regan membuat yang lain terlonjak kaget menatap Hana horor.


Brukk


Suara meja di gebrak Hana setelah itu ia keluar dari dalam ruangan tersebut menuju belakang kampus tanpa peduli dengan yang lain lagi bahkan pada Sila dan Febi sekali pun.


Jika saja boleh membunuh aku akan membunuh saja tadi,sudah tua begitu gak laku malah mau saja di jodohkan dengan anak kecil dia gak tau apa kalau dia itu cocok nya jadi paman saja,batin Hana.


Tiba di belakang kampus bukan nya duduk di sana ia malah memanjat pohon mangga yang kebetulan memang masih ada buah nya karna saat mereka mengambil nya tidak lah sampai habis, Hana duduk di salah satu dahan pohon mangga tersebut dan mengambil satu buah mangga tanpa di cuci sudah masuk ke dalam mulut nya.


"Mending gua makan ini mangga dari pada memikirkan tuh orang membuat ku pusing saja"gumam Hana bersantai di sana menikmati mangga di tangan nya di tambah hembusan angin yang menerpa tubuh nya.


"Woii lo ngapain di atas sana monyet"ucap Sila menatap Hana yang di atas pohon karna sedari tadi memang ia dan Febi mengikuti kemana Hana pergi.


"Makan mangga lah mata lo gak lihat apa"ucap Hana ketus.


"Lo kenapa sih perasaan dari tadi aneh begitu"tanya Sila.


"Gak papa cuma sedang kesel aja"ucap Hana tak mau memberi tahu kan nya bisa-bisa kedua sahabat nya itu akan heboh.


"Kesel sih kesel tapi gak segitu nya juga kali lo udah kek mau memangsa orang aja tahu gak"ucap Febi.


"Emang iya gua ingin memangsa orang"ucap Hana.

__ADS_1


"Lo serem amat njing kalau kek gitu"ucap Febi lagi.


"Bodo amat"ucap Hana.


"Ehh kita juga mau kali Han tu mangga lo kira cuma lo doang yang mau"ucap Sila.


"Ambil aja sendiri lo pada kan punya kaki sama tangan"ucap Hana santai.


"Ehh onta kita gak ada ketularan tuh keturan monyet yah beda ama lo yang udah ada jadi bisa tuh manjat pohon"ucap Sila membuat Febi tertawa mendengar nya.


"Njirr padahal gua udah mau baik hati melempar nya sama lo gak jadi dah ambil aja sendiri"ucap Hana kesal.


"Yaahh dia ngambek lagi"ejek Sila.


"Lo turun dah entar ada yang lihat lo di sana"ucap Febi pada Hana.


"Gak akan ada yang datang ke sini juga"ucap Hana.


"Ck lo turun dah sekalian ambil sama kita mangga tu kita langsung ke cafe siap ini kan kita gak ada lagi tuh masuk"ucap Sila.


"Lo berdua tangkap nih mangga gua lempar ke bawah"ucap Hana.


"Wokehh"ucap kedua nya bersiap-siap.


Hana terkekeh sendiri di atas melihat kelakukan kedua sahabat nya tersebut,dengan cepat tangan nya memetik mangga-mangga tersebut dan melempar nya ke bawah setelah selesai Hana turun dari atas pohon mengampiri kedua nya yang sibuk memasuk kan mangga-mangga tersebut ke dalam tas mereka.


"Ayo pergi"ucap Hana pada kedua nya.


"Iyalah ngapain lagi kita di sini"ucap Sila.


"Njirr lo"sewot Hana.


"Bagi-bagi dosa kita dulu"ucap Sila terkekeh.


"Orang bagi-bagi uang atau apalah buat dapat pahala lo malah bagi-bagi dosa gak jelas banget sih"ucap Febi.


"Lah ini mangga kan bukan di minta malah nyolong nanti kita-kita makan di cafe kan dapat juga tuh mereka dosa nya"ucap Sila.

__ADS_1


"Gila lo"ucap Febi geleng kepala melihat teman ajaib nya tersebut.


Ketiga nya masuk ke dalam mobil segera meluncur ke cafe untuk membantu teman-teman mereka yang di sana seperti yang sudah mereka sepakati jika pulang kuliah mereka bertiga akan langsung ke cafe untuk membantu.


Sampai di sana ketiga nya masuk ke sana segera ke dapur dan mengeluarkan mangga-mangga tersebut dari dalam tas Sila dan Febi.


"Ini mangga kalian dapat dari mana"tanya Robi heran karna mangga-mangga tersebut masih setengah masak.


"Di kampus ada mangga gak mereka ambil yah kami ambil lah dari pada sayang di atas sana busuk"ucap Sila.


"Mana ada mangga busuk di atas yang ada kalau udah masak jatuh"ucap Febi.


"Dari mana lo tahu gak ada emang lo pernah lihat apa"ucap Sila.


"Ck bicara ama lo bikin darah gua naik"ucap Febi kesal.


"Kalau naik ya turunin lah ngapain repot begitu"ucap Sila santai.


"Mana pisau biar gua gorok nih orang"ucap Febi membuat mereka tertawa begitu juga dengan Sila.


"Itu mangga enak loh buat rujak kalau mau ambil aja kami sengaja ambil banyak biar cukup buat kita-kita"ucap Hana.


"Nanti masih sibuk nih"ucap Robi yang memang memasak.


"Hehehe kapan kalian buka nya"tanya Hana.


"Hampir tengah sepuluh lah"ucap Robi di angguki Hana.


"Semalam jam berapa tutup"tanya Sila.


"Jam dua pagi"ucap Robi lagi.


"Lama bener"ucap Sila geleng kepala.


"Masih banyak yang datang gak mungkin kan di usir maka nya lama gitu maklum anak cowok pada nongkrong"ucap Robi.


"Kalau gitu gak usah kepagian lagi buka jam sepuluhan aja biar kalian juga istirahat cukup"ucap Febi di angguki Robi sambil tersenyum tipis.

__ADS_1


__ADS_2