Menikah Dengan Dosen Killer

Menikah Dengan Dosen Killer
Bab 39


__ADS_3

Kini Hana bersama anak-anak itu berada di pasar yang cukup ramai,sesuai dengan perkataan Hana membeli banyak makanan ia membeli makanan untuk mereka dengan banyak jenis sekali gus ia juga membeli bahan untuk di masak yang ia tanya apa saja yang perlu pada pedagang di sana dengan senang hati para pedagang tersebut menyebutkan nya dan membantu Hana,apalagi mereka juga sudah mengenal Hana yang ikut bersama mereka memetik teh membuat suasana pasar heboh sendiri dengan kedatangan Hana.


"Teriamkasih semua nya"ucap Hana tersenyum manis pada mereka yang membantu nya.


"Ayo kita cari tempat makan ini semua"ajak Hana pada anak-anak yang di tangan mereka terdapat bungkusan makanan.


"Di dekat sungai saja kak di sana ada batu-batu besar"ajak salah satu dari mereka.


"Boleh juga kita ke sana saja"ucap Hana.


Anak-anak itu berjalan lebih dulu menunjuk kan jalan dan Hana mengikuti mereka hingga mereka tiba di sungai yang di menjadi tujuan mereka,Hana menatap kagum dengan sungai yang mengalir tak terlalu deras tersebut,air nya terlihat begitu bersih hingga jelas terlihat batu-batu di bawah sana belum lagi ada batu-batu besar yang bisa di gunakan sebagai tempat duduk.


"Kita akan makan sama-sama tapi di mana kita menaruh semua itu"tanya Hana menatap plastik-plastik di tangan mereka dengan penuh berbagai jenis makanan.


"Pakai daun pisang saja kak"ucap salah dari mereke menunjuk kan daun pisang tak jauh dari mereka.


"Ahh benar juga"ucap Hana berjalan mendekati daun pisang tersebut dan mengambil nya dengan pecahan kaca yang ia dapat kan tak jauh dari sana.


Hana menaruh nya di atas batu besar tersebut membagi nya menjadi dua bagian lalu ia menaruh semua nya dengan rata di kedua daun pisang tersebut.


"Sebagian makan di sana sebagian makan di sini yah,kita semua gak akan muat duduk di batu ini"ucap Hana.


"Siap kak"ucap mereka mengambil tempat duduk mereka begitu juga dengan Hana.


Semua nya makan dengan lahap bahkan tak membuat mereka kepanasan sama sekali di saat matahari sedang terik di atas, Hana kembali mengambil gambar mereka bersama-sama sebagai kenang-kenangan untuk nya.


Selesai makan kini mereka duduk santai di atas batu menunggu makanan tersebut turun sampai keperut mereka.

__ADS_1


"Apa air sungai ini dalam"tanya Hana penasaran.


"Gak kak kami sering mandi di sini"ucap salah satu dari mereka di angguki Hana.


Akhir nya karna penasaran Hana berjalan masuk ke dalam air tersebut namun kaki nya menginjak batu yang agak licin membuat nya tercebur hingga basah.


"Sekalian saja mandi"pikir nya kini tangan nya menyiram anak-anak yang menatap nya hingga basah.


Jadilah mereka semua mandi di sungai tersebut hingga menjelang sore baru mereka meninggalkan sungai itu,Hana kembali ke Villa dengan keadaan basah kuyup namun bibir nya terus tersenyum.


"Kamu dari mana saja Hana"ucap Regan menatap datar ke arah Hana yang baru saja pulang sementara ia telah lelah mencari Hana kesana kemari namun tak menemukan nya akhir nya ia memutuskan pulang berharap Hana sudah ada di dalam Villa.


"Dari pasar"ucap Hana singkat sambil menunjuk kan bawaan nya.


"Mas juga tadi ke pasar Hana tapi gak menemukan mu"ucap Regan.


"Oh kalau begitu Hana ada di sungai"ucap Hana santai dan masuk ke dalam rumah berjalan ke dapur meletak kan plastik yang ia bawa baru ke kamar mereka untuk membersihkan tubuh nya dan memakai baju tidur nya karna ia tak akan keluar lagi sudah merasa lelah seharian ini.


"Bukan nya kita di sini akan seminggu kenapa cepat pulang ini baru dua hari"ucap Hana membongkar belanjaan nya.


Regan terdiam menatap Hana yang masih asyik dengan kegiatan nya sendiri,ia merasa di sini hubungan mereka terlihat bukan seperti suami istri tetapi seperti orang lain namun tinggal di rumah yang sama,belum lagi kejadian-kejadian yang terjadi pada mereka.


"Bagaimana menurut mu dengan pernikahan yang kita jalani ini"tanya Regan dengan serius membuat Hana terhenti dan menatap balik ke arah Regan.


"Kenapa bertanya seperti itu"tanya Hana.


"Jawab saja dulu"ucap Regan.

__ADS_1


"Apa mas sekarang sudah menemukan gadis yang mas sukai"tanya Hana pada Regan.


"Mas sudah jelaskan dia hanya anak yang kebetulan mas dekat dengan ayah nya"ucap Regan.


"Mana tahu mas suka pada nya dan meceraikan ku lalu menikah dengan nya"ucap Hana kembali sibuk dengan pekerjaan nya.


"Kamu mau mas menceraikan mu"tanya Regan.


"Kita menikah tanpa saling mencintai bisa saja mas menemukan seseorang yang mad cintai dan mencerikan ku lalu menikah dengan seseorang yang mas cintai itu"ucap Hana.


"Apa kamu mencintai seseorang"tanya Regan menatap Hana.


"Kenapa mas bertanya begitu"tanya Hana.


"Jawab saja apa kamu mencintai orang lain"tanya Regan.


"Aku belum mencintai siapa pun"ucap Hana setelah cukup lama diam tidak tahu menjawab apa karna benar ia belum mencintai siapa pun termasuk Regan sendiri walau ia memang merasa nyaman dekat dengan Regan.


"Bisakah mas meminta sesuatu pada mu"tanya Regan menatap Hana.


"Kalau aku bisa memberikan nya"ucap Hana.


"Mas hanya meminta jika kau belum mencintai mas setidak nya hargai mas sebagai suami mu jangan seperti tadi kamu meninggalkan mas dan memilih bersama orang lain"ucap Regan membuat Hana menatap tajam ke arah Regan.


"Apa mas tidak berpikir jika itu kebalikan nya,mas meninggalkan ku di sini sendirian dan pergi bersama orang lain"ucap Hana kesal sendiri mendengar Regan menuduh nya,padahal Regan yang selalu meninggalkan nya.


"Baiklah besok kita pulang saja"ucap Hana berjalan meninggalkan dapur ke kamar nya untuk mengemas barang-barang nya kembali ke dalam koper,ia kesal karna di tuduh seperti itu oleh Regan ia juga jika saja Regan tak meninggalkan nya pasti nya ia tidak akan begitu tapi sudah dua hari ini Regan meninggalkan nya sendirian di Villa itu dan sekarang menuduh nya begitu.

__ADS_1


"Jika aku tahu begini lebih baik tidak perlu berlibur begini,akan lebih baik aku bekerja di cafe lebih menyenangakan menghabiskan waktu ku bersama mereka di sana"gerutu Hana memasuk kan semua baju nya ke dalam koper.


Sementara Regan masih terduduk di kursi meja makan dapur,ia ingin mengatakan perasaan nya pada Hana tapi gengsi melihat Hana yang seperti itu,ingin mengatakan pada Hana agar belajar mencintai nya tidak berani juga mengingat Hana saja baru awal menerima pernikahan mereka.


__ADS_2