
"Assalamu'alaikum,,, Aku pulang..." Ucapku sambil melepaskan sepatu dan menaruhnya di rak. Aku berjalan masuk ke dalam rumah.
"Wa'alaikumsallam,, Kamu sudah pulang..." Jawab Ibuku sambil menata makanan.
Aku menyalami tangan ibuku,, "Muka kamu kenapa lagi, nak ? Kok ini berdarah..." Ucap Ibuku khawatir karena pipiku berdarah.
"Gak apa kok,,, cuman luka kecil..." Ucapku sembari senyum.
"Ya udah,,, kamu bersih-bersih, trus turun makan..." Ucap Ibuku sembari memelukku.
"Oke..." Aku naik ke atas dan masuk kamar, aku bersih-bersih badanku lalu mengobati lukaku. Aku memikirkan tentang ucapan Nichol.
5 jam sebelumnya...
Aku sedang kumpul dengan teman-temanku.
"Lo tau gak ? Kalo si Nichol nantangin lo..." Ucap temanku Ryan.
"Nantangin apa ?" Tanyaku sambil minum.
"Balapan,,, kalo lo menang lo boleh minta apa aja ke dia..." Ucap Ryan.
"Terima gak, Jes ?" Tanya Anne.
"Mmm..." Aku berpikir.
"Udah terima aja,,, kita yakin lo menang kok..." Ucap Ryan.
"Oke,, gw terima..." Ucapku.
"Sekarang lu temuin Nichol trus bikin kesepatakan..." Ucap Ryan.
"Hmm... gw pergi dulu ya..." Ucapku.
Aku pergi menunggangi moge,,, aku pergi menemui Nichol di cafe yang sudah ia sherlock.
Sesampainya di cafe,, aku duduk di meja yang telah di pesan dan menunggu-nya. Tak lama ia datang.
"Sorry... buat lu nunggu lama..." Ucap Nichol.
__ADS_1
"Udah gak usah basa basi... Gw terima tantangan lo,,, syaratnya lo dan geng lo nurutin apapun kemauan gw dan jangan ganggu geng gw..." Jelasku.
"Oke... gw terima,,," Ucapnya. "Tapi kalo gw yang menang dan lo kalah,,, lo jadi istri gw... gak ada penolakan..." Ucap Nichol membuatku kaget.
"Lo gila ya,,, ya kali gw jadi istri lo..." Bantahku.
"Bantah aja terus... dari pada lo sama geng lo jadi babu gw seumur hidup ? Hayoo mau yang mana ?" Ancam Nichol.
"Astaghfirullah... sabar... sabar..." Lirihku. "Oke,,, itu kan kalo gw kalah dan lo menang... kita belum tau siapa yang menang dan siapa yang kalah..." Ucapku menyetujui permintaan nya secara paksa.
"Oke,, deal ya... gak boleh kabur kalo kalah..." Ucap Nichol seperti menyinggung ku.
"Besok,,, pulang dari kampus... gw temuin lu..." Ucapku lalu pergi
"Bye,, sayang...." Teriak Nichol membuat pengunjung cafe memperhatikanku.
Off~~~
"Gila sih,,, kalo gw kalah nikah sama dia... intinya gw harus menang..." Gumamku saat mengingat ucapan Nichol tadi. "Sholat isya' dulu deh... dari pada ntar kelewatan..."
Akhirnya aku memutuskan untuk sholat isya terlebih dulu, aku mengambil air wudhu, lalu sholat. Setelah sholat aku turun ke bawah untuk makan malam bersama ibuku.
"Mah,,," Panggilku pada ibu yang sedang menyusun makanan di atas meja makan. Aku duduk di depan Ibuku dan mengambilkan ibuku nasi.
"Mama mau punya mantu ngga?" Tanyaku asal ceplos membuat ibuku kaget.
"Memang siapa yang mau nikah? abang mu?" Tanya Ibuku sambil makan.
"Aku, ma.." Ucapku membuatnya berhenti makan dan menatapku.
"Mau nikah sama siapa kamu? Pacar aja kamu ngga punya?" Tanya ibuku.
"Kan besok Jessi balapan nih,,, taruhannya kalo Jessi kalah, Jessi nikah sama orang itu... menurut mama gimana ?" Jelasku.
"Ya... terserah kamu,, kalo itu udah jadi kesepatakan kamu gak boleh ngehindar,,, asal cowonya baik ya mama dukung aja..." Ujar ibuku membuatku kesal.
"Ist... mama mah gitu,,, Jessi kan minta solusi,, malah di dukung..." Ucapku kesal.
"Lah lagian mama udah ngelarang kamu balapan tapi kamunya ngeyel,,, jadi terima kenyataannya..." Tutur Ibuku.
__ADS_1
"Huh... Aku dah kenyang, mau lanjut ngerjain skripsi..." Ucap ku kesal,, aku beranjak dari tempat dan naik keatas menuju kamarku.
Aku mengerjakan tugas sampai pukul 23.00,, malam banget... lalu aku membereskan buku-buku ku dan pergi tidur.
Keesokan paginya...
Pagi hari aku bangun seperti biasa, Aku bersiap-siap untuk pergi kuliah karena aku memiliki jam pagi. Sebelum pergi, aku berpamitan pada ibuku.
"Jessi pamit dulu, Assalamualaikum.." Aku menyalami tangan ibuku lalu menaiki motorku untuk pergi ke kampus.
.
.
.
Setelah selesai, aku langsung pergi ke tempat balapan untuk menepati janjiku pada Nichol.
Sesampainya disana, teman-temanku menyambutku.
"Jessi, Lu dah dateng?" Tanya Anne menghampiriku dan memelukku. "Lu serius mau terima tantangan dia?" Tanya Anne sambil menunjuk Nichol.
"Ya, gw serius! Soalnya gw prihatin sama Ryan, dimusuhin sama pacar sendiri" Jawabku menyinggu Ryan yang terlihat sedang membujuk Christyn.
"Sialan lu! Gw sumpahin kalah lu!" Ucap Ryan yang merasa tersindir malah mendapat pukulan dari Christyn. "Sakiitt.. Chriss" Ucap Ryan memegang lengan yang dipukul oleh Chistyn.
"Nyumpahin yang ngga bener sih lu.." Ucap Anne.
"Dah bisa dimulai belum?" Tanya Jack yang duduk memojok sambil memakan roti.
"Bisa! Ayo dimulai!" Ucapku dengan yakin, kali ini pasti aku menang lagi.
"Lu udah siap ?" Tanya Ryan dan kami mengangguk.
Ryan mulai menghitung mundur, dan motor mulai dipanaskan, saat kain merah yang Ryan pegang jatuh ke aspal, motor mulai dilajukan dengan cepat
Aku melajukan motorku secepat mungkin, tak ingin jika aku kalah dari Nichol. Melintasi arena balap dengan terus memacu motorku dan saat sudah dekat dengan garis finish...
.
__ADS_1
— Jangan lupa tinggalkan jejak ya! >^<
— Ayo! jangan sampai ketinggalan cerita selanjutnya!