Menikah Dengan Musuh Kesayangan

Menikah Dengan Musuh Kesayangan
eps. 16 MDMK


__ADS_3

Aku terus menatapinya sambil minum,,, sampai akhirnya aku puas memandanginya menderita seperti itu.


"Nichol... panas... ugh... panas... Nichol..." Rintihnya. Sudah selesai aku menontonnya, dan menatapi setiap inci tubuhnya.


Aku menghampirinya dan membenarkan tidurnya, aku menutupi tubuhnya dengan selimut dan memangku kepalanya.


"Nichol... panas... agh... sakit..." Rintihnya.


"Sakit? Panas? Kamu mau apa sayang?" Tanyaku.


"Kamu... aku mau kamu..." Jawabnya.


"Gak nyesel?" Tanyaku. "Mau obatnya? atau mau aku?" Tawarku.


"Dua-duanya..." Jawabnya.


"Jujur dulu sama aku soal perasaan mu..." Ucapku, "lebih cepat lebih baik..." Bisikku.


"Jessi... sayang sama Nichol..." Jawabnya.


Ucapannya membuatku merona,, parah sih... nih wajahku terasa panas.


"Nichol.... panas.... gak tahan..." Rengeknya.

__ADS_1


Aku langsung mencumbunya,, aku meminumkannya obat tapi efeknya sangat lama. Astaga.... aku sudah terlalu menyiksanya, padahal aku sendiri tahu apa efek samping dari obat yang ada di permen itu.


"Jessi maafkan kelakuanku ini, aku ini memang seorang hewan, aku selalu menyakitimu... Aku tidak bermaksud untuk melakukannya... setelah ini ku serahkan semuanya padamu.….." Batin ku menangis, tanpa sadar air mataku jatuh ke bawah.


Ku harap esok akan baik-baik saja, walaupun akhirnya kebencian yang ada dihati Jessi.


.


.


.


(PROV. JESSICA)


Argh... kepalaku sakit. Apa yang terjadi? Tunggu...


"Nichol?" Aku tersadar saat melihat kalau di sekelilingku sepi dan lebih kagetnya lagi saat aku melihat keadaanku. "Argh... kenapa gw bisa hilang kendali tadi malam? Lalu sekarang ia pergi meninggalkanku?" Aku frustasi akan hal yang telah terjadi padaku.


Aku membersihkan diri dan bersiap-siap, aku keluar kamar disana masih ada Tasya.


"Kak... udah bangun? Sarapan dulu yuk..." Ucapnya.


"Nichol...?" Tanyaku.

__ADS_1


"Owh... kak Nichol udah pergi ke kantor, ada urusan, katanya kakak nyusul aja..." Jelasnya.


"Owh... kalau gitu kamu makan sendiri ya,, kakak ada urusan nih...." Aku langsung pamit ke Tasya.


Aku langsung pergi ke kantor Nichol, sesampainya disana aku langsung menuju ruangannya. Ternyata ia sudah menunggu ku.


"Akhirnya... hari akhirku sudah tiba..." Ucapnya.


"Nichol!" Panggilku.


"Iya sayang..." Jawabnya.


Aku langsung memeluk Nichol amat sangat erat dan menangis di pelukannya. Ia membalas pelukkanku. "Maafin gw, Jess... Gw ini hewan... Gak bisa ja perilaku... Maaf... gw udah mgelakuin itu ke lu padahal kita belum nikah... Gw minta maaf... mungkin maaf ini gak akan lu terima... gw rela ngelakuin apa aja buat nebus semuanya... Maafin gw, Jess..." Jelasnya sambil memendamkan wajahnya di leherku.


"Lu.. jahat... lu nyakitin gw... hiks... hiks... lu ngambil mahkota gw sebelum lu halalin gw... gw harus ngomong apa ke ibu.... lu jahat, nic... hiks... hiks..." Rengekku.


"Gw gak tau kalo obat yang gw kasih gak mempan... gw gak mqu ambil resiko jess... gw sayang sama lu,,, gw gak mau kehilangan lu... tapi gw bakal ngelakuin berbagai hal biar lu bisa maafin gw... Apa aja..." Jelas Nichol.


"Coba ulang... gw pengen denger sekali lagi..." Ucapku terfokus pada ungkapan hati Nichol.


"Gw Nichol sayang sama Jessica... Gw cinta sama lo..." Ucap Nichol.


Aku semakin mengeratkan pelukanku, "Jangan tinggalin gw... jangan tinggalin gw... Hal yang perlu lakuin buat nebus semuanya cuman itu... Jangan saitin gw..." Jelasku.

__ADS_1


"Iya... gw janji sama lo... gw bakal jaga lo...." Ucapnya, aku percaya sama setiap ucapan dan janjinya, alasannya karena dia bukan tipe cowo yang suka ingkar sama ucapannya.


__ADS_2