Menikah Dengan Musuh Kesayangan

Menikah Dengan Musuh Kesayangan
eps. 18 MDMK


__ADS_3

(PROV. NICHOL)


Jadi tuh,, aku tadi cuman lagi nongkrong di club. Awalnya sih gak mau minum, eh... malah ke goda, ya akhirnya aku gak nolak donk. Aku minum sampai setengah sadar, tiba-tiba temanku memberikanku sebuah permen dan saat itu juga Jessi dengam keadaan marah datang menjemputku, Sontak aku kaget donk, kok dia tau aku ada disini? Aku bertanya pada teman-temanku, siapa yang sudah memanggil dia...


Rio mengaku bahwa ialah yang memanggil Jessi, sebelum aku ditarik oleh Jessi, Rio berbisik padaku, "Berikan permen itu pada cewe lo dan setelah itu nikmati lah...." Aku yang setengah sadarpun masih menyaring perkataannya.


Jessi membawaku ke apartemen, dia terus mengomel tentangku padahal saat itu aku sedang menunggu adikku dan menahan semuanya. Sampai kesabaranku habis dan adikku belum juga datang, aku menarik tangannya, Rasanya ingin sekali aku melahapnya, tapi aku harus sabar.


Tak lama adikku datang membawakan obat, awalnya aku menolak untuk dia menginap karena dia susah untuk diajak bekerja sama, nanti kalau aku kelewatan batas dengan Jessi trus dia lihat kan wassalam. Tapi kalau dipikir-pikir dia juga kasian kalau pulang sendiri, dan aku memilih jalan terbaik untuk mereka berdua, Tasya ku biarkan tinggal tapi dengan syarat, dan Jessi ku manfaatkan dengan ancaman Tasya. Kenapa harus Tasya? Karena dia tidak akan menolaknya.


Setelah Tasya masuk kamar, aku mulai menyuruhnya sampai aku menyuruhya makan permen yang diberikan Rio, tapi setelah itu sikapnya jadi berubah, dia lebih manja...


Nah, kesempatan ini yang aku ambil, aku menyuruhnya membuatkan makan untukku, tapi sebelum bertambah parah aku memberikannya obat pereda, barulah aku membiarkanku untuk membuatkan makanan.


Aku selesai makan dan dia kembali seperti semula. Dia menaruh piring bekas makanku ke dapur bawah, tak lama setelah itu, aku mendengar teriakan dia.


"Aaaaa...."


Sontak itu membuatku langsung menghampirinya, begitu juga dengan tasya. Dan saat aku keluar kamar, tasya teriak memanggilku.


"Kakak... kak nichol..." Panggil tasya dengan suara keras.


Aku langsung menghampiri tasya, dan betapa terkejutnya aku saat melihat Jessi yang sudah terkapar di lantai dengan tasya yang sudah memangkunya.

__ADS_1


Aku langsung menggendong Jessi dan membawanya ke atas.


"Tasya... cepat panggil dokter datang kemari..." Ucapku sambil berjalan.


"Oke..." Ucap tasya langsung menuruti perintahku.


Aku membaringkan Jessi di ranjangku. "Aduh... nih gimana ceritanya dia bisa gini... masa naik tangga aja gak bener... pasti gegara obat itu... gimana nih gw bilang ke ibu... aarggh..." Pikirku.


Tak lama Tasya masuk ke kamar dengan seorang dokter. "Kak,, ini dokternya dah sampe..." Ucapnya.


"Oke,, dok.. tolong cek ke adaannya, dia habis jatuh dari tangga..." Ucapku pada dokter.


"Baik, saya periksa dulu..." Ucapnya. Akupun mundur ke belakang dan mempersilahkan dokter bertugas.


"Oke..." Akupun mengajak Tasya keluar kamar. "Kenapa, kak?" Tanyanya saat diluar kamar.


"Lo... jangan bilang ke siapa-siapa soal malam ini, soal kakak sama kak jessi..." Ucapku.


"Loh.. kenapa, kak?" Tanya-nya.


"Rahasia..." Ucapku meledek.


"Haa... Tasya tau... Kak abis main sama kak jessi ya... trus kak jessi bisa jatuh karena kecapean, ya..." Tebak adekku.

__ADS_1


"Heh... dikasih tau sama siapa kamu soal main?! masih bocil juga..." Ucapku sambil menarik telinga tasya.


"Aduh... duh... kak... ampun... Tasya gak ngulangin lagi deh... Tasya tau karena temen di sekolah... suer deh... Sebagai gantinya tasya gak bocorin ke siapa-siapa deh, soal malem ini...." Jelasnya sambil menahan sakit.


"Janji?" Tanyaku sambil mengulurkan tangan dan melepas kan telinga Tasya.


"Janji..." Jawabnya sambil melakukan tos ala kami, depan, belakang, atas, bawah, mengaitkan jari kelingkingnya pada jari kelingkingku, lalu jari telunjuk dan menempelkan jempol.


"Nah, masuk kamar gih..." Ucapku. "Eh... satu lagi..." Cegahku.


"Apa?" Tanya nya.


"Besok jagain kak Jessi,,, kakak besok ada clien..." Ucapku.


"Oke... kalo gitu duluan ya kak" Ucapnya lalu masuk kamar.


Tak lama dokter keluar dan memberikqn hasil pemeriksaan dan resep obat, setelah itu aku mengantarkannya keluar dari apartemenku. Aku menghampiri Jessi dan mengambil kursi lalu duduk di sebelahnya. Aku memandangi wajahnya hingga aku tertidur.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2