Menikah Dengan Musuh Kesayangan

Menikah Dengan Musuh Kesayangan
eps. 13 MDMK


__ADS_3

"Maksud lu ?" Tanyaku ku. "Yang lu maksud tadi,, lu pengen pernikahan kita dicepetin..." Lanjutku.


"Gw pengen aja, Jess..." Jawabnya.


"Tapi gw belum siap kalo misalnya pernikahan kita dicepetin..." Ucapku.


"Oke lah... gw paham kok..." Ucapnya lesu.


"Sorry..." Ucapku.


"Iya, gapapa.." Ucapnya. "Jes, gw laper.... ada cemilan gak?" Tanyanya.


"Gak ada..." Jawabku. "Gimana kalo gw bikinin? syaratnya lu aja gw jalan-jalan lagi...." Tawarku.


"Oke..." Jawabnya lalu beranjak dari posisinya. "Ayo...." Ucapnya sambil mengulurkan tangan.


Aku menerima uluran tangannya. "Ayo..." Ucapku, "Pengen nyemil apa?" Tanyaku.


"Pengen yang pedes gitu, tapi pengen yang berbau roti juga..." Jawabnya.


"Mmm... roti panggang toping pasta..." Tawarku.


"Boleh tuh..." Ucapnya.


"Ambil bahan-bahannya..." Ucapku.


Kami pun masak bersama, saling membantu juga, dan bercanda. Setelah makanannya jadi, kami makan bersama sambil menonton film.


"Lu suka film ini?" Tanyanya.


"Gak juga sih, cuman mau nonton aja..." Jawabku.


"Owh..."


Kami menonton film nya hingga selesai dan aku ketiduran.


.


.

__ADS_1


.


Waktu sudah menunjukkan pukul 19.00


"Kita mau kemana, Nic?" Tanyaku, karena sejak aku bangun dia langsung mengajakku keluar.


"Mau bayar janji..." Jawabnya.


"Oh ya? kita bakal kemana?" Tanyaku.


"Kepoo..." Ucapnya.


"Humph" Aku mendengus kesal, Aku melihat ke jalanan yang ramai dengan kendaraan.


Tak lama, kita sampai di alun-alun kota, disana sangat ramai, ramai pengunjung, pedagang dan lampu warna-warni. Kami turun dari mobil, ia menggandeng tanganku.


"Wow..." Ucapku takjub akan suasana. "Ramai tapi indah..." lanjutku.


"Dah yuk..." Ajaknya.


Disana selain menyantap jajanan yang ada, kami berfoto dan membeli pernak-pernik yang ada.


.


.


.


3 Hari kemudian...


Beberapa hari liburan di wonosobo kurasa sudah cukup untuk mengisi liburanku, dan lagipula keadaan di jakarta sudah cukup membaik, akhirnya kami memutuskan untuk pulang ke jakarta. Masih banyak waktu untuk kami berlibur dan masih banyak pekerjaan yang harus kami kerjakan juga.


Kami berangkat pukul 9 malam dan sampai pukul 5 pagi, alhamdulillah perjalanannya lancar tanpa ada kemacetan atau hambatan.


"Ya udah gw balik dulu ya..." Ucap Nichol.


"Gak ntar aja pulangnya, lagian ini masih pagi banget loh..." Ucapku.


"Kenapa? Masih pengen sama gw ya???" Ledek Nichol.

__ADS_1


"Apaan sih?!" Pekikku, aku mencubit lengannya. "Ditawarin juga... udah sono pulang aja..." Ucapku kesal.


"Ngusir nih?" Ucapnya.


"Tau ah,, serba salah..." Ucapku kesal.


"Iya iya... gw balik,, ntar gw kasih yang enak-enak kalo ketemu lagi..." Ucapnya.


"Ice cream..." Ucapku.


"Bukan,,,"


"Coklat..." Tebakku lagi.


"Bukan..."


"Trus apa?" Tanyaku.


"Apa aja yang penting enak..." Jawabnya lalu tertawa.


"Tau ah,,," Aku berdecak kesal. "Firasat gw jadi gak enak kan kalo lu udah ngomong gitu..." Ucapku kesal.


"Hahaha... Yaudah ya, gw balik..." Ucapnya sambil mengecup bibirku lalu masuk kedalam mobil.


"Tuh kan...." Ucapku kesal. Baru pertama kali? Tidak,, ini yang kesekian kalinya dia mengecup bibirku,,


"Hahahaa... Anggap aja buat ucapan terimakasih ke gw..."Ucapnya.


"Ya udah, makasih,,, maaf ngerepotin..." Ucapku.


"Yoi... gw balik dulu ya, assalamu'alaikum..." Ucapnya


"Wa'alaikumsalam... Hati-hati..." Jawabku.


Tak lama ia menjalankan mobilnya dan pergi. Setelah mobilnya menjauh dan tak nampak lagi, aku masuk ke dalam rumah.


"Assalamu'alaikum,," Ucapku sambil mengetuk pintu rumah.


Tak lama ibuku membukakan pintu untukku. "Wa'alaikumsalam..." Jawab ibuku. "Eh... putri mama udah pulang,, ayo masuk..." Ucapnya.

__ADS_1


Aku menyalami ibuku, lalu masuk dengan memeluk lengan ibuku.


__ADS_2