
Aku terbangun saat adzan shubuh berkumandang. Aku terduduk di atas ranjang sambil bersender, aku memikirkan hal yang tadi malam terjadi padaku. Cukup lama aku terdiam,,, hingga tak menyadari bahwa Nichol sudah di depanku,, ia masih menggunakan baju koko.
"Woi... lu gak kesambet kan ? Masih waras kan lu ?" Tanya Nichol sambil menepuk pelan pipiku,, hal itu membuatku tersadar
"Apaan sih ? Ya gak lah,,, gini gini gw masih waras ya... emang lo..." Jawabku ketus.
"Syukur lah kalo gitu,,, jadi gw gk usah buang duit buat biaya masukin lu ke RSJ..." Ucapnya,, spontan aku langsung memukul lengannya.
"Lu doain gw gila ya ? Gw ceburin empang baru tau rasa lu...." ucapku kesal.
"Hahahahaa... ntar gw tarik lu biar ikut nyebur..." Ledeknya balik.
"Ist... pagi-pagi lu udah bikin gw darting..." Pekikku.
"Bodo... baguslah kalo gitu..." Jawab Nichol meledek.
"Ist... mending lu keluar aja sana,,, kesel gw sm lu..." Ucapku mengusir Nichol keluar dari kamarku.
Setelah itu aku mandi, lalu membereskan rumah hingga matahari naik.
"Oi... sarapan nya mana ?" Protes Nichol saat melihat meja makan kosong. Astaga,, aku lupa bikin sarapan.
__ADS_1
Aku menghampiri Nichol, sebelum itu aku menaruh sapu, barulah aku menghampirinya.
"Lu pengen gw mati kelaparan ya,,, ini mana sarapannya..." Protesnya lagi.
"Kemaren kan pas kesini gw gak belanja buat sehari-hari,,, ya mana gw bisa masak kalo gak ada yg bisa di masak..." Jawabku. "Kalo lu mau makan kayu,, batu sm daun kering gw siapin nih..." Ucapku.
"Eh... lu kira gw apaan?! Lo aja sini yang gw makan..." Ucap Nichol memegang daguku.
"Apaan sih lu?!" Ucapku mengalihkan tangan Nichol. "Mending temenin gw belanja,,, laper kan lu..." Ucapku.
"Oke..." Ucap Nichol.
Kami pun pergi berbelanja di abang tukang sayur,, sebenernya gak jauh,, tapi aku harus mengajak Nichol untuk membawa barang belanjaan,, Haahahaa... kan irit tenaga aku tuh. Saat di tukang sayur, banyak sekali ibu-ibu sedang bergosip,, mereka juga bertanya-tanya kepadaku,, tanya ini lah itu lah,,, semua yang ada di benaknya ia pertanyakan dan aku hanya bisa menjawabnya dengan sopan.
Sesampainya di rumah, aku mulai memasak, setelah itu menyajikannya di meja makan. Nichol sudah menunggunya sendari tadi.
"Nah dah jadi deh,,, makan gih..." Ucapku sambil duduk berhadapan dengan Nichol.
Dengan cepat Nichol langsung melahap habis makanannya. "Pelan-pelan,, Nic..." Ucapku.
"Oh ya... gw mau ngomong sesuatu ke lu..." Ucap Nichol setelah makanannya habis.
__ADS_1
"Ya... ngomong apa ?" Tanyaku padanya.
"Gw... gw... gw pengen... pernikahan kita dicepetin..." Ucapnya mengagetkanku.
"Hah... kok..." Ucapku kaget.
"Kenapa? Gak suka ya,,, ya udah gak usah..." Ucap Nichol beranjak pergi.
Aku membereskan piring kotor, setelah itu menghampiri Nichol di kamarnya. "Nic,,, gw boleh masuk ?" Tanyaku setelah mengetuk pintu kamarnya.
"Ya..." Setelah mendapat jawaban dari Nichol aku langsung masuk kedalam. Aku duduk di pinggir ranjang tempat tidurnya.
"Boleh gw tidur dipangkuan lu ?" Tanya Nichol meminta izin.
"Oke..." Aku membenarkan badanku,, lalu dia tidur di pangkuanku sambil mengusel-usel kepalanya pada perutku. "Lu ada masalah ?" Tanyaku sambil memainkan rambutnya.
"Gak..." Jawabnya singkat dan masih memendamkan wajahnya pada perutku.
"Cerita aja,, siapa tau gw bisa bantu..." Ucapku lagi.
"Gw... gw cuman pengen ngerasain kebahagiaan bareng lo walau sebentar, Jess..." Ucapnya.
__ADS_1
"Maksud lu ?" Tanyaku ku. "Yang lu maksud tadi,, lu pengen pernikahan kita dicepetin..." Lanjutku.