Menikah Dengan Musuh Kesayangan

Menikah Dengan Musuh Kesayangan
Eps. 47 MDMK


__ADS_3

*Malam Hari


Jessi membantu sang ibunda untuk meyiapkan makan malam, sambil menyiapkan makan malam Jessi menceritakan kehidupannya selama menikah dan mengadukan keluh kesahnya selama menjadi seorang istri.


"Lalu alasan kalian ga mau punya anak dalam waktu dekat apa?" Tanya sang Ibu membuat Jessi terdiam.


"Eum.. Itu.." Jessi ragu untuk mengatakan nya kepada sang Ibu, ia takut akan salah bicara dan membuat sang Ibu salah paham.


"Bukan gak mau, Bu. Cuman belum di kasih." Sambung Nichol yang tiba-tiba saja sudah berada di depan kulkas untuk mengambil minum. "Nichol juga masih sibuk sama kerjaan, harus pindah-pindah, jadi ditunda buat punya junior." Sambung tersenyum kepada sang ibu mertua.


"Kamu tuh! Jangan lama-lama, udah ditungguin! Ibu juga mau gendong cucu kayak temen Ibu." Ucap Ibu membuat keduanya tersenyum kaku.


"Bu, apa kabar sama yang-" Panggil Nichol mengkode menggunakan tatapan matanya, hal tersebut ia lakukan untuk mengalihkan fokus sang ibu.


"Gak tau tuh kakakmu! Males ibu sama dia!" Jawabnya terlihat kesal.


"Abang kenapa emang?" Tanya Jessika tak mendapat jawaban dari sang ibunda.

__ADS_1


Mereka memilih diam tak melanjutkan percakapannya lagi,hingga makan malam selesai tak ada percakapan antara Eliza dan putranya Varren, tentu ini pertama kalinya keduanya saling diam-diaman dan pertama kalinya juga untuk Jessika melihat sang Ibunda merajuk ntah karena hal yang belum ia ketahui.


"Kok tumben ya Ibu diemin bang Varren?" Tanya Jessika pada Nichol.


"Varren bikin malasah kali," Jawab Nichol menghampiri Jessi dan merebahkan tubuhnya di samping nya sambil memeluk tubuh sang istri.


"Tapi Ibu ngga pernah gitu sebelumnya, jangankan marah, bicara pakai nada tinggipun Ibu gak pernah lakuin ke anaknya," Ucap Jessika berpikir keras alasan sang Ibu merajuk. "Kenapa ya kira-kira? Tanya Bang Arkan sama Bang Rion kali ya?" Gerutunya berbicara sendiri.


"Udah jangan dipikirin, Tidur aja, Ay!" Pinta Nichol dengan lembut.


"Gak bisa, Nic! Sebelum gue tau apa yang bikin Ibu marah, gue gak bisa tidur!" Ucapnya tak lama ia menutupi wajahnya dengan novel ditangannya. "Maaf ralat, Aku maksudnya," Ucapnya tak merasakan Nichol memeluknya lagi.


Dengan lembut Nichol mengusap rambut Jessi dengan lembut, "Nggak perlu tanya siapa-siapa, Aku kasih tau, tapi janji bakal tidur?" Ucap Nichol mendapat anggukkan cepat dari Jessi. "Jadi belum lama ini Varren ketemu sama mantannya, mantannya nemuin ibu buat minta tanggung jawab Varren karena udah ngehamilin dia dan usia kandungannya juga udah empat bulan, sedangkan lima hari yang lalu Varren baru ngenalin cewe barunya ke ibu buat dia nikahin,"


"Bang Varren mau nikah?! Kok ada yang mau sama Bang Varren?" Tanya Jessi merasa tak percaya.


"Iya, cewenya model," Jawab Nichol menbuat Jessi semakin tak percaya. "Gak percaya?" Tanya Nichol mengeluarkan handphone-nya dan memperlihatkan sebuah foto kepada Jessi.

__ADS_1


Jessi yang melihat foto itupun semakin kaget dan rasanya ingin berteriak, ia terkejut untuk kesekian kalinya. "Ini?!"


"Zia, Chaevandra Aloezia. Manta Varren waktu masih sekolah dan sebelum dia ketemu Oliev. Mereka ketemu waktu Varren dateng ke Fashion Show di London. Nah kebetulan pula, Varren sama Oliev udah putus sebelum Kakakmu mutusin pindah ke London, Jadi gak mungkin Oliev hamil anaknya Varren kalo Varren aja udah pindah dan gak balik." Jelas Nichol.


"Jadi Ibu cuman salah paham? Trus kenapa Ibu dieminn Bang Varren?" Tanya Jessi.


"Itu karena abangmu emang salah," Jawab NIchol. "Udah sekarang kamu tidur, besok juga kamu dapet jawabannya," Ucap Nichol mengecup pucuk kepala Jessi sangat lama.


"Kok besok? Aku mau nya sekarang," Rengek Jessi.


"Besok lagi, sayang. Sekarang waktunya istirahat, calon bumil gak boleh bobo malem-malem," Ucap Nichol menuntun sang istri untuk tiduran.


Mendengar ucapan Nichol membuat Jessi kesal, rasanya ia ingin memukul kencang lelaki dihadapannya. "Ist! Apaan sih!"


"Tidur, Sayang. Kalo gak tidur.."


Sebelum mendengar Nichol menyelesaikan kalimatnya, Jessi terlebih dulu memeluk erat tubuh Nichol dan membenamkan wajahnya karena malu. "Dasar mesum!" Gerutunya masih terdengar oleh Nichol.

__ADS_1


Sedangkan lelaki itu terkekeh mendengar gerutu sang istri, ia menarik selimut agar menutupi tubuh Jessi hingga bahu lalu memeluknya sebelum ia benar-benar tidur menyusul sang istri ke alam mimpi.


__ADS_2