
Aku mengikuti Nichol, aku tidak tau dia akan membawaku kemana.
"Nic, kita mau kemana?'' Tanyaku namun tak ia jawab.
Tak lama Nichol berhenti di sebuah supermarket.
"Supermarket?"
"Keluar..." Pinta nya dan akupun keluar dari mobil.
"Mau ngapain kita ke supermarket?" Tanyaku.
"Belanja lah... belanja buat bakar-bakar..." Ucap Nichol.
"Hm...'' Aku hanya terdiam.
"Kenapa malah diem kek patung?" Ucap Nichol.
"Berdua doank? Gak rame donk?" Ucapku lesu.
"Lo boleh ajak bebek-bebek lu kalo mau..." Bisik Nichol.
"Bebek? Gw gak punya bebek? Gw juga gak suka bebek..." Ucapku tak paham apa yang Nichol maksud.
"Huft..." Dia menghembuskan nafas. "Yang aku maksud tuh Christyn ama Anne,,, bukan bebek beneran,, Sayang...." Ucap Nichol menahan amarah.
"Owh... ngomong napa yang jelas dari tadi kek..." Ucapku menepuk pundak Nichol sambil senyum.
__ADS_1
"Haduuhh... Gak yakin nih gw kalo nih anak beneran pinter,,,, pantes aja skripsinya kagak di terima dosen..." Lirih Nichol.
"Apa lo bilang? Maksud lu gw bego gitu?" Ucapku kesal.
"Enggak kok,,, gw gak ngomong itu, itu kan yang ngomong lu..." Ucap Nichol acuh.
"Tapi em..." Sebelum aku menyelesaikan ucapanku, Nichol membungkam mulutku.
"Kalo lu masih ngoceh lagi gw cium..." Ucap Nichol, aku mengangguk dan Nichol melepas bekapan mulutku. "Jadi gak nih?" Lanjutnya dan aku hanya mengangguk.
Kami berjalan beriringan memasuki supermarket itu. Nichol mengambil keranjang untuk menaruh belanjaan nantinya. Aku memilih-milih yang mau dibeli, Nichol mengikutiku, sambil memainkan handphone.
Saat aku sedang memilih daging,,, aku mendengar percakapan dua gadis SMA yang ada di dekatku...
"Eh... liat deh... gans banget cowo yang itu..." Ucap salah satu gadis sambil menunjuk.
"Apaan... tadi gw liat dia sama cewe cantik..."
"Paling temen kalo gak adeknya..." Jawab temannya. "Udah sana gebet aja..." Lanjutnya sambil mendorong gadis itu sampa menabrak Nichol dan membuat HP Nichol jatuh dari genggamannya.
Aku langsung menghampiri Nichol. Gadis itu mengambil HP Nichol yang jatuh dan meminta maaf, Nichol tampak marah.
"Hist... Loo..." Aku membungkam mulut Nichol. Aku mengambil HP Nichol dari gadis itu sambil senyum.
"Aduh... maaf ya kak... aku gak sengaja..." Ucap gadis itu.
"Iya gak papa..." Jawabku sambil senyum.
__ADS_1
"Aduh... gimana yak? Aku ganti aja gimana? Kayak nya rusak parah deh HP nya..." Ucap gadis itu.
"Gak usah... gak perlu kok,,, ini cuman pecah layarnya aja kok... gak parah banget,, uangnya simpen aja..." Jelasku.
"Beneran nih?" Ucapnya dan aku mengangguk. "Sekali lagi maaf ya kak..." Ucap Gadis itu.
"Iya gapapa kok..." Ucapku sambil senyum. Lalu gadis itu kembali ke temannya dan mengomel kesal, itu terlihat dari tingkahnya.
Aku melepas bungkaman mulut Nichol. "Apa-apaan sih lo? HP gw rusak gara-gara dia, tapi lo malah nolak ganti rugi...'' Omel Nichol.
"Nichol... lo bisa beli HP baru lagi..." Ucapku. "Dia nawarin ganti rugi buat dapetin nomor lu..." Bisik ku.
"Ya emang kenapa? Lo cemburu ya..." Ucap Nichol.
"Apaan sih... gak! dah yuk lanjut..." Ucapku, melanjutkan berbelanja.
.
.
.
Sesampainya dirumah...
Aku merapikan belanjaan dan menyiapkan semuanya. Kami akan melakukan bakar-bakar di halaman belakang rumahku. Anne dan Christyn pun sudah datang begitupun Ryan dan Jack.
Kami mulai bakar-bakar sambil bercerita dan tertawa.
__ADS_1