Menikah Dengan Musuh Kesayangan

Menikah Dengan Musuh Kesayangan
eps. 35 MDMK


__ADS_3

Ke esokkan pagi nya...


Deg.. deg.. deg...


Semua orang bangun lebih awal dari sebelumnya,, semua tampak rapih dengan menggunakan dress dengan warna yang sama.


Aku duduk di depan kaca dan menatap diriku.


"Apa ini aku?" Tanyaku dalam hati. Gaun mewah berwarna putih,, rambut yang dihiasi oleh bunga,, wajah yang berbeda dari biasanya, dan perhiasan yang ku.


Aku terus memandang diriku yang ada di kaca, dan semua pertanyaan yang ada di benakku mulai muncul satu per satu.


Ini adalah hari terpenting di hidupku. Hanya ada sekali moment seperti ini untukku.


Apa aku benar-benar sudah siap?


Apa ia benar-benar tulus padaku?


Apa semuanya akan baik-baik saja?


Mengapa dengan mudah aku menerima ini?


Dan semua pertanyaan itu muncul dari benakku secara tiba-tiba.


Dari semalam, yang aku lakukan hanya berdoa dan memohon pada tuhan untuk melancarkan semuanya, dan aku berharap, keputusanku kali ini tidak salah.


Umurku terbilang masih sangat muda untuk ini, tapi ini keputusanku dan apapun yang akan terjadi selanjutnya aku harus menerima nya. Lagi pula aku sudah berjanji pada bunda kemarin.


Seseorang masuk ke dalam kamarku dan membuat semua pikiran itu buyar.


"Jessi..." Panggil seseorang.


Aku menengok ke belakang dan terlihat dua orang gadis ada di depan mataku. Aku memeluk mereka dan tak tau kenapa.. air mataku membasahi pipi.


"Hei... jangan menangis..." Ucap Anne.


"Gw gak salah ambil keputusan kan?" Tanyaku pada mereka.


Mereka membawaku duduk di ranjang.


"Insyaallah.. nggak.." Jawab Christy.


"Gw yakin lu bisa jalanin ini,, lagian kalian berdua kan udah kenal lama.. pasti bisa saling mengerti..." Ucap Christy.

__ADS_1


"Gw... takut... takut kalo dia bakal ninggalin gw lagi kayak waktu itu..." Ucap ku.


"Waktu itu dia pergi kan buat belajar... bukan buat ninggalin lu..." Ucap Anne.


"Udah... jangan nangis... make up nya luntur loh..." Ucap Christy menghapus air mataku.


Aku hanya mengangguk sambil tersenyum. "Makasih ya... udah mau dateng..." Ucapku.


"Ini kan acara yang penting,, apapun bakal gw lakuin buat ini..." Ucap Anne.


"Iya,, sama-sama..." Ucap Christy.


"Anne nawar apa ke Jack biar bisa dateng?" Tanyaku.


"Mmm... udah lah... gak usah tau... Yang penting gw dah dateng..." Ucap Anne. "Lagian Nichol kan temennya Jack, masa dia gak mau dateng sih..." Lanjutnya.


"Masuk akal juga alasan lu, Ne..." Ucap Christy.


"Iya lah... kan gw ngarang dulu sebelum berangkat... karena gw tau lu pasti bakal nanyain..." Ucap Anne, lalu kami pun tertawa.


Saat kita sedang bercerita, tiba-tiba ibu datang ke kamarku.


"Ibu..." Aku memeluk ibuku dengan erat.


"Ibu mah..." Rengekku.


"Hehehe..." Ibuku tertawa mendengar rengekkan ku.


"Ini moment penting buat kamu dan ibu... pernikahan adalah moment yang sakral dan bukan mainan. Disinilah seorang ibu akan melepaskan putrinya..." Jelas ibuku sambil memakaikan ku sebuah kalung. "Putri ibu kan kuat... jadi gak boleh nangis.." Ibuku menghapus air mataku.


"Tapi Jessi gak mau ninggalin ibu..." Ucap ku


"Kapanpun kamu bisa bertemu ibu..." Ucap Ibuku. "Lagian ibu gak kemana-mana kok... Ibu selalu ada di hati kamu..." Ucap Ibuku sampai tersenyum. "Kamu jaga baik-baik ya... kalung dari ibu...''


"Ini pasti kalung nenek.." Ucap ku.


"Iya... sekarang jadi punya kamu..." Ucap Ibuku sambil tersenyum.


"Acaranya dah mulai... sekarang kamu benerin make up nya... nanti ibu paanggil buat turun..." Ucap Ibuku lalu keluar kamar,, sebelum itu ia mengecup keningku.


.


.

__ADS_1


.


Satu per satu susunan acara terlaksa dengan lancar, kini aku telah sah menjadi istri Nichol.


Senang, sedih, bercampur aduk. Rasanya tak percaya, tapi ini nyata.


 Sedih karena aku harus meninggalkan ibuku, dan senang.. karena apa ya.. senang aja gitu... kalo liat semuanyya akur. Ya... intinya campur aduk deh perasaan nya... gak bisa di utarakan dengan kata-kata..


Sekarang sesi fotho, satu per satu tamu undangan mengucapkan selamat dan berfoto dengan kami. Rasanya lelah, tapi tak apa... ini hanya sebentar... sebentar lagi acara juga akan selesai.


"Kalo capek duduk aja.." Bisik Nichol dan aku hanya menggeleng.


Acara selesai hingga petang tiba dan malam harinya Nichol mengadakan pesta.


Heran aku tuh... Capek gak sih tuh bocah ampe ngadain pesta segala ...


Untung aja dia dah sepakat tadi,, kalau aku cuman ikut setengah acara aja...


Dah capek aku ngurusin tadi pagi,, gak mungkin kan harus dipaksain,, ntar malah sakit lagi...


Pesta dimulai dan semua bergembira.


Sampai di tengah acara, aku ijin pada Nichol untuk kembali ke kamar lebih dulu dan ia yang menghandle semuanya...


Sesampainya di kamar aku terkagum melihat apa yang ada di depan mataku.


Banyak sekali kelopak bunga mawar yang menghiasi setiap sudut ruangan. Namun kekaguman itu sirna...


Saat aku selesai mandi dan aku tau mimpi buruk itu akan terjadi...


"Lu.. kok.. balik??" Tanyaku sambil mengeringkan rambut.


"Karena gw tau lu pasti bakal ngehindar..." Ucap Nichol sambil menghampiriku.


"Ngehindarin apaan?" Tanyaku.


"Sok polos deh lo..." Ucap Nichol.


"Mending lu mandi dulu..." Ucap ku.


"Jan tidur... " Ucap Nichol.


"Iyaaa...'' Nicholpun masuk ke dalam kamar mandi dan aku melihat handphoneku.

__ADS_1


Serasa artis gitu... semua beranda sosmed di hp ku berisi ucapan untukku.


__ADS_2