
Untuk tujuan pertama kita, kita pergi ke tempat makan untuk mengisi perut yang kosong.
"Ini beneran, Jess?"
"Sans aja sih kalo sama gw, dia juga ngga bakal marahin kalian, percaya ama gw" Ucapku meyakinkan temenku.
"Bener kata Jessi, ngga usah takut.. kan jarang-jarang kita ngumpul bareng, apalagi Jessi.. sibuk ngelayanin Nichol" Sambung Christyn.
"Mari nikmati hari ini!" Ucap Jessi mengangkat gelasnya dan bersulang dengan teman-temannya.
Tingg..
.
.
.
Aku setelah sholat maghrib bersama teman-temanku. Sesampainya dirumah, aku langsung membersihkan diri, lalu membersihkan rumah dan memasak untuk makan malam. Hanya masakan sederhana yang ku buat, karena rasanya tubuhku sangat lelah.
Setelah semuanya selesai, aku duduk di sofa sambil menonton tv, menunggu Nichol pulang bekerja.
"Rasanya lumayan bosan juga kalau begini"
Tak lama Nichol pulang dengan membawa pesananku, ia menghampiriku dan mencium keningku. "Udah sholat isya belum?" Tanyanya dan aku menggelengkan kepala. Aku hampir saja melewatkan untuk sholat isya, aku terlalu fokus dengan pekerjaanku. "Ya udah, gw mandi dulu nanti kita sholat berjamaah" Ucapnya lalu naik ke atas meninggalkan martabak di atas meja.
__ADS_1
Aku mengambil martabak itu, membawanya ke dapur dan menaruhnya dipiring. Setelah itu aku ikut naik ke atas menyusul Nichol, terlihat Nichol sudah mengenakan baju, rambutnya masih basah, Aku melewatinya dan mengambil air wudhu. Kami sholat berjamaah, setelah sholat kami turun untuk makan malam bersama, setelah makan aku mencuci piring kotor lalu gabung bersama Nichol yang sedang bersantai sambil menonton film.
"Gimana kegiatannya tadi? Seru?" Tanya Nichol dan aku menganggukkan kepala. "Saking serunya sampe ngabisin uang" Sindir Nichol membuatku tersedak dan dengan sigap Nichol memberiku minum.
"Sesekali... ntar gw ganti deh" Ucapku melanjutkan makan martabak.
"Gimana cara gantinya, hm?" Bisik Nichol menggoda di telingaku.
"eum.." Aku pura-pura berpikir dengan menaruh jari di daguku. "Gimana ya"
"Gimana hm?" Tanya Nichol mengangkatku untuk duduk di pangkuannya.
"Gini" Tiba-tiba aku langsung mencium bibir Nichol berkali-kali tak lupa mencium kedua pipinya. "Sudah!"
"Mau ngegoda hm?" Tanya Nichol menyentuh dengan lembut bibirku sambil menatap mataku. Mata kami saling terkunci, jarak wajah kami semakin dekat. "Lu yang mulai, Lu juga yang harus bertanggung jawab"
.
.
.
"Eugh*.." Rasanya sesak, Berat, tubuhku terasa remuk.
Aku mengerjapkan mata, melihat Nichol yang tertidur pulas, wajahnya terlihat sangat tenang, dan sangat tampan meski dalam keadaan berantakan, aku sangat sangat menyukainya.
__ADS_1
Lama aku memandanginya, sambil menggambar asal didada bidangnya menggunakan jari telunjukku. terlihat kedua mata miliknya terbuka dengan perlahan terbuka, memperlihatkan maniknya yang indah.
"kenapa? kok ngga bangunin gw?" Tanyanya dengan suara khasnya.
"ngga papa, lu jangan berangkat kerja ya hari ini" Ucapku.
"ngga bisa, gw harus masuk"
"ngga boleh!" Ucapku. Ntah kenapa aku tak ingin dia pergi, aku tak tau kenapa aku ingin dia terus disampingku.
"Lu kenapa sih? Kayak ada yang beda, kok jadi manja banget gini" Ucap Nichol.
"Ngga tau, tapi gw pengen posisi kayak gini terus" Jawabku memeluk tubuh Nichol erat.
"Yang bener aja!"
"Pokoknya ngga boleh pergi" Ucapku terdengar suara merengek. Tentu itu membuat Nichol kaget, merasa tak percaya.
...... ~•Note ::......
Maaf semua, saya jarang up...
Udah berapa abad ya aku gak up🤔 Intinya dah lama ya...
Jadi aku minta maaf ya semua...
__ADS_1
Nanti, ku coba buat rombak ulang jadwal²ku dan luangin waktu buat up cerita biar bisa up setiap minggu nya:>
Maaf ya semua🙏