Menikah Dengan Musuh Kesayangan

Menikah Dengan Musuh Kesayangan
eps. 33 MDMK


__ADS_3

Aku terbangun dari tidur siangku,, aku beranjak dari tempat tidurku lalu ke kamar mandi.


Setelah mandi aku turun kebawah untuk mencari Nichol,, terlihat Ia sedang memasak makan malam. Aku menghampirinya.


"Dah bangun?" Ucapnya.


"Iyaaa..." Jawabku. "Jadi... masak apa?" Tanyaku.


"Emang lu makan?" Tanya Nichol.


"Laper..." Ucapku sambil wajah memelas.


"Kerjain dulu tuh skripsi... Nanti gw kasih makan..." Ucap Nichol dan aku menurut. Aku duduk di meja makan, disana sudah terdapat laptop dan catatan yang sudah disiapkan Nichol.


Lama aku mengetik,, tiba-tiba Nichol menutup laptop dan buku ku. Aku menatapnya bingung.


"Makan dulu baru nanti lanjut lagi..." Ucap Nichol memberiku makanan dan aku memakan makanan itu..


"Nic..." Panggilku.


"Apa?" Jawabnya sambil mengecek tugasku.


"Lu gak ada pelayan gitu disini?" Tanyaku.


"Nggak ada..." Ucap Nichol.


"Kenapa?" Bantahku.


"Gw gak suka sesuatu masuk ke rumah gw,, apa lagi tanpa ijin dari gw..." Jawab Nichol.


"Berarti lu suka ya ama gw..." Ledekku. "Buktinya gw diijinin masuk..."


"Apaan sih..." Ucap nya,,

__ADS_1


Mungkin ia malu untuk mengakuinnya,, eaa...


"Ululuuu... Iya kan...." Ledekku sambil memainkan pipi Nichol.


"Ya kan ini villa gw,, lu calon istri gw... emang lu mau nunggu diluar sono?" Ucap Nichol.


"Jahat kalo lu biarin gw diluar sana..." Ucapku.


"Lagian yakin amat kalo gw suka ama lu..." Ucap Nichol.


"Iyalah... sebagai Angel gw emang gak pede,, tapi sebagai Jessica gw harus yakin..." Ucapku dengan yakin.


"Hmm... ya ya ya... udah nyerocos nya?" Ucap Nichol.


"Emm..." Aku berputa-pura berpikir. "Kenapa lu nikahin gw?" Tanyaku.


"Nanya mulu... napa sih?! setiap yg gw lakuin ditanya mulu ama lu... ada yang salah?" Tanya Nichol kesal.


"Iya lah... ada... secara lu kan musuh gw yang tiba-tiba ngelamar gw trus ngajak nikah..." Jawabku.


"Gw gak puas ama jawaban lu yg cuman gitu doank.. gw mau jawaban yang jelas..." Ucapku.


"Yakin mo tau..." Ucap Nichol dan aku mengangguk. "Cium dulu..." Ucapnya sambil menunjuk pipi.


"Curang... masa cium..." Ucapku kesal.


"Kata mau tau,,, gak mau cium gak usah tau lah..." Ucap Nichol.


"Nggak ah... lu curang..." Adu ku kesal.


"Yeee... ngambek... dasar bocah..." Ucapnya.


"Lu juga bocah..." Jawabku.

__ADS_1


"Abisin makanannya abis gitu lanjutin skripsinya..." Ucap Nichol.


Aku menghabiskan makananku, lalu lanjut mengerjakan skripsi yang amat sangat membosankan. Sedangkan Nichol... ia bekerja dengan beberapa map dokumen.


"Nichol... udah ah... bosen..." Rengekku. Ntah kenapa... semakin hari aku semakin manja ke Nichol, sedikit-dikit merengek,, sedikit-dikit ngambek, bingung sendiri aku tuh.


"Kalo gitu rapiin,, trus susul gw ke kamar..." Ucap Nichol naik ke atas.


Aku membereskan buku-bukuku dan menyimpannya,, lalu aku menyusul Nichol ke kamar.


"Jadi mau ngapain?" Tanyaku sambil menjatuhkan tubuh ke ranjangdan merangkak memeluk Nichol.


"Gimana kalo nonton aja..." Ucap Nichol.


"Oke... tapi film action ya..." Tawarku.


"Iya..." Nichol memasang CD dan menyalakan tv,,, lalu kamipun menonton film itu sampai selesai.


"Seru gak?" Tanya Nichol saat filmnya selesain.


"Lumayan... cuman gak ngerti aja sama hidup tuh mafia... kok bisa gitu kaya tuju turunan..." Ucapku.


"Karna lu Oksigen Nitrogen makanya gak paham..." Ucapnya.


"Oksigen Nitrogen?"


"Oon maksudnya... beneran oon nih lu keknya..." Jawab Nichol.


"Tapi cantik kan? Imut kan? Sayang juga kan?" Tanyaku.


"Hm.. ya ya ya... terserah..." Ucap Nichol. "Mau tidur lagi atau ikut gw begadang?" Tanya Nichol.


"Ikut lu aja..." Jawabku.

__ADS_1


"Ya udah lu diem di ranjang,, gw mo lanjutin kerjaan gw..." Ucap Nichol beranjak dari ranjang dan melanjutkan pekerjaannya.


__ADS_2