
Kelas selesai pukul 11.00,,, aku menemui Christyn dan Anne di taman,, aku berjalan menuju taman. Mereka sudah sampai duluan,,, aku berjalan ke arah mereka.
"Hai,,, sorry.. tadi kelas di bubarinnya lama..." Ucap ku.
"Palingan juga ketiduran...." Ucap Anne.
Aku meringis seraya menggaruk kepala padahal tidak gatel. "Tau aja..." Ucapku sambil senyum.
"Ya udah yuk,,, makan siang... terus sholat dhuhur lanjut ke tempat kerja deh..." Ucap Christyn sambil merangkul lengan ku dan Anne,,, kami berjalan sambil bercanda.
Kami makan bukan di tempat yang mewah,, hanya rumah makan sederhana tapi makanannya luar biasa rasanya...
Kami memesan pecel lele kesukaan kami,, sambil makan kami ngobrol masalah sepele.
"Gak terasa bentar lagi tahun baru,,, dan bentar lagi kita lulus,,," Ucap Christyn.
"Iya,,, lu pada pengen jadi apa ntar ?" Ucapku sambil menyuap makanan.
"Gw pengen jadi Arsitek..." Jawab Christyn.
"Kalo gw pengen jadi Chef..." Jawab Anne.
"Yeee... dasar tukang makan..." Ledekku dan Christyn bersama.
"Kalian juga sama..." Ucap Anne,, lalu kami tertawa bersama.
"Lu jadi apa, Jess..." Tanya Christyn padaku.
"Jadi orang..." Jawabku terkekeh sendiri. "Gw pengen jadi traveling,, keliling dunia..." Jawabku serius.
"Kan lu bakal nikah.." Ucap Anne.
"Emang dibolehin sama Nichol ?" Tanya Christyn.
"Harus boleh... kalo gak boleh gw kabur..." Jawabku.
"Hhh,,, cuman dia yang berani nantangin Nichol..." Ucap Anne dan Christyn secara bersamaan.
"Ngapain takut sama anak itu coba! Sekali rayu langsung meleleh.." Ucapku lalu kami tertawa bersama.
__ADS_1
Setelah selesai makan, kami sholat dhuhur, karena adzan sudah berkumandang, kami sholat di masjid terdekat.
Setelah sholat,, kami ke tempat kerja. Kami kerja di sebuah caffe,, kami bekerja dari siang hari sampai sore.
Hari ini caffe ramai,, kami harus lembur dan pulang pukul 20.00 .
"Akhirnya bisa pulang juga.." Ucapku sambil meregangkan badan.
"Weh.. mau pada nongki dulu ngga?" Tanya Christyn.
"Ngga ah, mau balik aja.. tadi pas sholat isya ibu telpon suruh balik cepet.." Jawabku.
"Loh tumben? Emang mau ada acara?" Tanya Anne
"Au dah.. kan gw belum sampe rumah, jadi gw ngga tau.." Jawabku. "Yaudah gw balik dulu ye, kalian tiati di jalan.." Ucapku berjalan ke arah motor dan melambaikan tangan ke dua orang yang masih terdiam ditempat.
Setelah memasuki gerbang rumah, aku memarkirkan motorku di garasi dan mulai berjalan masuk ke rumah. namun aku melihat sepertinya ibu sedang kedatangan tamu, tapi aku tak mengenali kendaraan yang terparkir dihalaman rumah, hanya mengenali satu mobil milik abang ku.
"Assalamu'allaikum, aku pulang..." Ucap ku seperti biasa, masuk kedalam rumah, melepas sepatu dan menaruh ketempatnya dan berjalan kedalam.
"Wa'alaikumsallam,,," Jawab mereka.
"Mah.. ini ada acara apa? kok ada dia?" Bisikku pada Ibuku.
"Kamu cepat naik, bersihin badan kamu, habis itu turun, kasian mereka udah nunggu kamu.." Jawab Ibuku.
Lalu aku menunjuk diriku sendiri sambil memasang wajah bingung dan ibuku mengangguk. Aku tersenyum kepada tamu yang sedang duduk lalu naik ke atas menuju kamarku.
Setelah mandi dan mengganti pakaianku aku turun ke bawah ikut berkumpul dan aku duduk di sebelah ibuku dengan batin yang terus melontarkan pertanyaan.
Tunggu,, ini keluarga Nichol kenapa bisa ada disini? bukannya mereka ada di Inggris?! Trus bocil athu ini juga kok bisa pulang! dia kan lagi sekul di Turki!
"Jadi tujuan nak Nichol membawa keluarga ada apa ya ?" Tanya Ibuku dengan lembut.
"Jadi seperti ini, bu... Saya Nicholas ingin meminta restu kepada Ibu dan Kakak Jessica, Saya ingin menikahi putri Ibu.." Jawab Nichol.
"Jadi tujuan nak Nichol membawa keluarga ingin melamar putri saya, betul?" Tanya Ibuku.
__ADS_1
"Betul bu, Jadi untuk saat ini saya ingin melamar putri ibu terlebih dahulu, dikarenakan Jessica masih kuliah, saya akan menunggu Jessica hingga lulus.." Ucap Nichol. "Jadi apakah boleh saya meminang putri anda untuk menjadi pendamping hidup saya?" Lanjutnya.
Jujur saja aku kaget dengan pernyataan Nichol dan salut dengan keberaniannya untuk datang melamarku langsung dan membawa orang tuanya. Kalau digambarkan perasaanku sekarang seperti apa, pastinya aku sangat kaget dan sangat malu! Aku mendahului Abangku dan sejak lama aku dan Nichol terkenal tak pernah akur, lalu bagaimana bisa Nichol datang melamarku langsung.
"Kalo Ibu setuju aja,, tergantung putri saya... Jessi gimana ?" Ucap Ibu sambil membelai rambutku.
"Jessi... se – setuju juga..." Ucapku sambil menunduk untuk menutupi wajahku yang malu.
"Serius?" Tanya kakakku yang merasa tak percaya.
Aku menjawab pertanyaan kakakku dengan menganggukkan kepala, aku tak berani menunjukkan wajahku yang mungkin sekarang sudah berubah menjadi tomat.
"Akhirnya jadi besan juga..." Ucap ibu-nya Nichol yang merasa senang.
"Iya,,, kirain cuman bakal jadi rekan bisnis, ngga taunya malah dilamar..." Jawab Ibuku.
"Dapet menantu idaman juga nih saya, kenapa ngga dari dulu.. semoga lancar sampai hari H" Ucap Ibuku dan Ibu Nichol secara bersamaan.
"Ciee... yang bakal nikah..." Ledek Bella,, keponakanku.
"Apaan sih..." Ucapku sambil menyenggolnya.
"Ikut gw yuk..." Ajak Nichol bangun dari tempatnya. "Bu, mau minjem Jessi sebentar ya.." Ucap Nichol kepada Ibuku.
"Pulangnya jangan malam-malam.." Ucap Ibuku menyetujuinya.
Nichol mengulurkan tangannya dan aku menerima uluran tangannya, berdiri disampingnya. "Siap bu!" Ucapnya lalu membawaku pergi keluar dari rumah.
Ntah ingin kemana Nichol membawaku, kini hanya tinggal kami berdua di dalam mobil milik Nichol.
"Kok lu beneran sih!" Ucapku kesal.
"Namanya juga janji.." Jawab Nichol singkat sambil fokus menyetir.
"Tapi kenapa mendadak, bikin gw kaget aja!" Ucapku lagi.
"Lebih cepat lebih baik 'kan" Ucap Nichol melirikku sekilas.
"Huh! Sekarang kita mau kemana?" Aku mendengus kesal lalu bertanya kemanakah Nichol akan membawaku tanpa melirik ke arahnya.
__ADS_1
Nichol tak menjawab pertanyaanku barusan, namun tak lama mobilnya berhenti di depan sebuah bangunan yang bertuliskan...
"Club Night?!" Tanyaku kaget saat membaca tulisan yang berada di atas bangunan tersebut.