
*Kriinggg.... (Bunyi alarm)
Aku mematikan alarm dan melihat jam,,
[ 09.45 AM]
aku langsung lari kekamar mandi. Tak sampai 20 menit aku sudah keluar kamar mandi dengan keadaan sudah mandi dan ganti baju.
Aku mengecek Nichol, namun ia tidak ada dikamarnya,, lalu turun ke bawah,, rumah sudah sepi?! Aku mengecek setiap ruangan namun tak ada Nichol,, Aku keluar rumah.
"Aaargh... gw kesiangan!!!" Ucapku frustasi. Aku duduk di kursi teras sambil menunduk.
"Tumben dah bangun???" Ucap seseorang.
Aku mendongakkan kepala,, melihat Nichol sedang bersender di tembok. "Kok lu???" Batinku bertanya-tanya. Dia kok ada di sini? Bukannya??
"Gw kenapa?"
"London..." Lirihku.
"Ya emang ada apa sama london?" Tanya Nichol.
"Gw kira lu udah ke london..." Lirihku.
"Ya emang..." Ucap Nichol.
"Trus kenapa masih disini?" Tanyaku.
"Oke... Jadi gini... ini tuh masih jam 4 pagi,, ngapain gw berangkat ke london jam segini... liat noh masih gelap..." Ucap Nichol.
"Tapi jam gw tadi..."
"Jam lu kan rusak... makanya error kek yang punya..." Ucap Nichol.
"Enak aja... sembarangan lu kalo ngomong" Bantahku.
"Buktinya... lu bangun,, buru-buru,, muka ditekuk,, nanyain london lagi... Gw emang mau ngajak lu ke london,, tapi bukan sekarang,, sayangku..." Jelas Nichol sedikit menggoda.
"Trus kapan?"
"Nanti... pas skripsi lu da selesai..." Jawab Nichol.
"What?! gak bisa gitu donk.. gw ... gw..."
"Dah yuk masuk...'' Ajak Nichol.
__ADS_1
"Aaa... gak mau..."
"Terserah... intinya tuh skripsi harus selesai..." Ucap Nichol.
"Iihh... tau ah kesel..."
"Bodo amat... gak peduli..." Ucap Nichol berjalan masuk ke dalam rumah.
"Ist... nyebelin..."
Aku ikut masuk ke dalam rumah.
"Buru kerjain tuh skripsi..." Ucap Nichol.
"Nicholl..." Rengekku.
"Apa lagi???"
"Nanti aja..." Bujukku.
"Gak!"
"Aaa...." Rengekku.
Nichol menarikku ke pelukkannya. "Mau sekarang atau nanti?" Tawar Nichol.
"Cium dulu..." Ucap Nichol sambil menunjuk pipinya.
"Gak mukhrim tau..." Elakku.
"Yeee... Lo bilang gini juga sering tidur bareng gw..." Ucap Nichol.
"Mmm... Iya juga sih..."
"Buru..." Ucap Nichol.
Aku mencium pipi Nichol,, tiba-tiba Nichol menggendongku.
"Eeh... turunin Nic..." Ucapku meminta turun. Ia mem
"Ssttt... Kek nya bikin dede bayi sekarang enak juga,, Jess..." Bisik Nichol.
"Nic... gosah ngarang deh lo... dosa,, nic..." Bantahku sambil meronta.
"Sssuttt... Bisa diem?" Ucap Nichol.
__ADS_1
"Turunin dulu... baru gw diem..." Ucapku.
Nichol menurunkanku di ranjang,,, wajahnya sangat dekat denganku.
"Nic... gosah aneh-aneh deh lu..." Ucapku merasa takut karena Nichol sekarang berada diatasku.
Wajahnya semakin dekat,, aku menutup mataku.
*Chup... Nichol menciumku.
"Ngapain tutup mata?" Tanya Nichol.
Aku membuka mataku,, terlihat Nichol sudah berbaring disampingku. "Kat.. kata.. nya..." Ucapku gagap.
"Katanya mau bikin debay? Orang gw cuman mau cium lu..." Ucap Nichol. "Atauuu... jangan-jangan... lu beneran mau ya?" Tanya Nichol.
"Apaan sih... gak ya..." Ucapku sambil mengalihkan wajah.
"Hayooo... pengen ya..." Ledek Nichol.
"Tau ah.. mending tidur lagi..." Ucapku.
"Oke..." Nichol mengiyakan, "Gak jadi pergi berarti ya... berarti lu dirumah sendiri..." Ucap Nichol membuatku terbangun lagi.
"Katanya gak jadi...?" Tanyaku.
"Kan lu ngerjain skripsi sambil liburan,, gw juga ada urusan disana..." Ucap Nichol.
"Ih... lu mah... ngerjain gw mulu..." Rengekku kesal,, aku memukul Nichol.
"Hahhaa... Gw baru tau, Jessi gampang banget dikerjain..." Ledek Nichol. ''Idih mukanya ijo kek tomat... hahahaa..." Goda Nichol.
"Nicholll...." Rengekku kesal.
Nichol memelukku,, "Dah gede masih aja ngambekkan..." Ucapnya.
"Bodo... Jadi beneran ke london?" Ucapku.
"Gak..."
"Yang bener...."
"Kali ini beneran... gw gak ngajak lu ke london,, tapi kesesuatu tempat yang pastinya lu bakal seneng..." Ucap Nichol.
"Bener ya..."
__ADS_1
"Iya,, sayang..." Ucap Nichol. "Ternyata kalo gak ada si kutu-kutu,, Jessi manja banget..." Ledek Nichol membisik.
"Bodo..." Ucapku sambil memeluk Nichol.