Menikah Dengan Musuh Kesayangan

Menikah Dengan Musuh Kesayangan
eps. 19 MDMK


__ADS_3

Keesokan paginya,


Aku bangun lebih awal untuk melaksanakan sholat shubuh, mandi, membangunkan adikku, membuat sarapan dan kembali ke tempat semula, yaitu disampi Jessi.


Berhubung menunggu Jessi sadar itu lama,,, aku memutuskan untuk mengupas apel. Saat aku sedang mengupas apel, aku mendengar suara rintihan.


"Ugh..."


Aku melihat Jessi terbangun, "Udah bangun lu?" Tanyaku


Aku membiarkan dia memfokuskan diri, setelah rasanya membaik, dia melihat melihatku, aku membantunya duduk.


"Lu gak papa kan?" Tanya ku lagi.


"Gw kenapa?" Jawabnya.


"Semalem lo jatuh dari tangga apartemen gw pas nganter gw balik, untung lu gak ada luka serius, jadi aman deh gw..." Jawabku.


"Hah?! gw jatuh dari tangga?" Ucapnya bingung lalu dia melamun.


"Kenapa? dah inget kan?" Tanyaku lagi.


Aku hanya mengangguk, 'Huft... untung itu cuman mimpi...' Lirihnya.


"Hah?"


"Gak kok..." Jawabnya. "Eh... mau nanya donk..." Ucapnya.


"Nanya apaan?" Ucapku sambil mengupas buah apel.


"Lu... gak ngapa-ngapain gw kan pas pingsan?" Tanyanya.


"Gak... paling cuman ngeliat dikit lah..." Jawabku jujur. Dia langsung memukulku. "Aawh.... sakit tau..." Ucapku sambil mengusap bagian yang dia pukul.


"Lagian mata jelalatan..." Ucapnya kesa.


"Ya elah... cuman dikit doank, buat awalan lah ya..." Ucapku. "Nyicil gitu..."


"Pala lo.. awalan... nyicil lagi,, gw ngutang ke lu aja kagak..." Ucapnya bertambah kesal.


"Pelit amat sih... nanti juga gw bakal liat semuanya, dari atas sampe bawah.. mau luar ataupun dalem... trus dimainin deh, enak ato kagak..." Jawabku sambil mengode menggunakan tangan dan mengekspresikannya.


"Enak amat tuh mulut kalo ngomong..." Ucapnya kesal.

__ADS_1


"Heh... lu lupa kejadian di liburan kemaren..." Ucapku.


"Yang mana?" Tanyanya sambil mengingat-ingat kembali.


"Gosah pura-pura lupa deh..." Ucapku, "Gw aduin ke abang lu baru tau rasa..." Ucapku.


"Et... jangan, nanti gw bisa diomelin habis-habisan sama abang gw... ntar gw gak boleh main malah lqngsung dipinyit lagi..." Ucapnya.


"Ya udah makanya gosah nantangin gw... ntar gw ngap baru tau rasa lu..." Ucapku.


"Iya iya..." Ucapnya mengalah.


"Ngomong-ngomong mau nonton gak?" Tawarku.


"Nonton apa?" Tanyanya.


"Kejadian waktu itu... ekspresi lu memuaskan buat gw tau..." Ucapku.


"Lu... ngerekam... juga???" Tanyanya.


"Iya lah... masa gak..." Ucapku. "Kan gw mau mengabadikan moment pertama kali calon istri gw nolep plus pertama kali punya calon istri gw dipegang... masa gak diabadiin sih..." Jelasku.


"Iiihh... bodoh lu,,, aib gw juga..." Umpatnya. "Hapus ih... gak boleh tau nyimpen aib orang..." Ucapnya.


"Ist... tapi kan..." Ucapnya tak bisa berkata-kata lagi.


"Tapi apa?" Ucapku.


"Gak... gak jadi..." Ucapnya tertunduk.


"Yah... ngambek nih..." Ucapku.


"Gak..." Jawabnya.


"Cium dulu,, ntar gw hapus..." Ucapku, tapi ia malah menggerutu. "Mau gak?"Tanyaku lagi.


"Iya iya..." dia mencium pipiku. Aku mengutak utik ponselku.


"Nah... gitu donk, udah gw hapus kok vidionya..." Ucapku.


"Bener ya..." Ucapnya memastikan.


"Iyaaaa kang ngambek..." Jawabku meledek.

__ADS_1


"Ist... gw gak ngambekkan..." Ucapnya kesal.


"Terserah lo..." Ucapku memberikan piring apel yang sudah aku kupas, lalu aku beranjak dari tempatku. "Makan tuh apel..."


"Mau kemana?" Tanyanya.


"Main... jangan pergi kalo belum izin sama gw... makanan sama obatnya udah gw siapin, jangan sampe lupa dimakan sam diminum tuh obat,, gw pergi dulu,, Assalamu'alaikum..." Jelasku sebelum pergi.


Aku keluar dari kamar dan melihat adikku sedang asik berbincang dengan temannya lewat telepon. Aku menghampiri dia, sebelum itu aku mengambil segelas air untuk aku minum.


"Dek..." Panggilku namun tak ada respon dari dia. "Nih anak kebiasaan..." Aku mencipratkan air ke dia, dia tampak kaget hingga hpnya lepas dari genggaman.


"Iiihh... kakak... apa-apaan sih..." Ucapnya kesal.


"Lagian, kakak panggil dari tadi malah dicuekin..." Jawabku.


"Iya... iya... maaf deh..." Ucapnya.


"Kakak mau pergi dulu, kamu jagain Jessi... ikut kemana aja dia pergi, jangan mau disuap sama dia, kalo kamu sampe ngelepasin dia... kakak sita handphone kamu..." Jelasku.


"Oke... uang nya..." Pinta nya.


Aku mengeluarkan dompet dan memperlihatkan beberapa lembar uangku. "Kebiasaan kamu dek..." Ucapku.


"Boleh tuh kak yang merah dua..." Ucapnya.


"Yang ini?" Aku memperlihatkan uang yang dia maksud. "Nih, buat kamu..." Ucapku memberikan selembar uang.


"Yah kakak... kok dua ribu sih..." Keluhnya.


"Masih kecil gak boleh pegang uang banyak-banyak..." Ucapku.


"Nih kak,, kalo nanti aku jalan sama kak Jessi nah terus dia yang bayar, sementara itu aku adek kakak, nah emang kakak gak malu apa jadi cowo gak modal..." Jelasnya.


"Oiya bener juga yak...." Ucapku sambil berfikir.


"Nah kan..." Ucapnya terlihat bahagia.


"Et... justru itu... masa anak kecil bayarin anak gede... kan gak banget,," Ucapku.


"Tap.. tapi... kan,,," Ucapannya aku potong, "Dah ya... kakak dah telat nih..." Dan aku langsung pergi.


"Ist... kakak..." Teriaknya dan aku tidak memperdulikan itu.

__ADS_1


__ADS_2