Menikah Dengan Musuh Kesayangan

Menikah Dengan Musuh Kesayangan
eps. 46 MDMK


__ADS_3

(Author pov)


Setelah perjalanan yang cukup melelahkan, kini Jessica dan Nichol sudah sampai di depan pintu rumah sang ibunda tercinta. ia mengetuk pintu rumahnya pelan sambil mengucap salam.


"Assalamu'alaikum, mah.." Ucap Jessi setelah mengetuk pintu rumah.


Tak lama, seseorang membukakan pintu seraya menjawab salam dari sang putri, "Wa'alaikumsalam.. Loh Jessi? Nichol?"


Jessi menyalami tangan sang ibunda lalu memeluknya, bergantian dengan Nichol. "Aduh aduh.. menantu ibu sibuk banget sampai baru main, ayo masuk" Ledek sang mertua kepada Nichol.


"Maaf baru bisa berkunjung, mah.." Ucap Nichol memasuki rumah bersama Jessi, mereka duduk di sofa ruang tengah.


"Bawa apa ini? kok banyak banget" Tanya nya melihat belanjaan Jessi.


"Niat nya Jessi mau nginep disini, sambil ngerujak gitu mah.. Jessi kangen sama rujak buatan mama yang super uenak itu" Jawab Jessi.


"Tumben ngajakin ngerujak, biasanya ngga mau.." Sindir sang ibunda. "Ngidam ya"


Perkataan sang ibunda yang terakhir membuat Jessi dan Nichol saling bertatapan. "Orang cuman pingin mah, bukan lagi bunting" Bantah Jessi.


"Yah.. kirain mama beneran, kan mama nungguin" Ucap Sang Ibu langsung mengubah raut wajahnya.


"Tau nih, gimana sih Jess.. kan ditungguin itu" Ucap Nichol berpihak pada sang mertua membuat ia mendapat cubitan maut di pinggangnya.


"Apaan sih! Lu jangan mulai cari perkara ye" Ucap Jessi berbisik kepada Nichol.


"Aiya iya.. udah lepasin cubitannya" Ucap Nichol yang merasa kesakitan dibagian pinggangnya.


Sang ibunda yang melihat perilaku kedua anaknya hanya bisa terkekeh. "Udah udah.. ayo sini bantu mama, kalau ribut terus ngga jadi nanti ngerujaknya" Ucapnya melerai perkelahian dua pengantin itu.

__ADS_1


"Iya mah, siap!" Ucap Jessi beranjak dari tempatnya menyusul sang ibunda untuk menuju halaman belakang diikuti oleh Nichol.


"Biar Nichol aja yang nyuci buahnya" Ucap Nichol mengambil keranjang yang berisi buah untuk ia cuci.


Selagi buahnya di cuci, Jessi menggelar karpet di halaman belakang, sedangkan sang ibunda menyiapkan bumbu rujak. Mereka berkerja sama untuk membuat rujak, sambil mengobrol tentang kabar mereka masing masing.


".. trus ibu tau, karena saking buru-burunya Nichol ke kantor pakai celana pendek.. diliatin dia sama karyawannya, tapi dia yang marah" Jelas Jessi menceritakan kejadian lucu yang pernah ia alami.


"Loh.. lagian kamu bukannya ngingetin" Ucap sang ibunda yang menahan tawanya.


"Udah di ingetin, tapi dianya malah bilang 'iya tau, gue cakep kan' gitu bu, ya jessi biarin aja dia berangkat" Ucap Jessi yang kini tak kuasa menahan tawanya hingga keluar air mata.


"Ya emang gue cakep kan" Ucap Nichol yang baru saja selesai mencuci buah buahan. Ia memberikan buahnya ke Jessi lalu duduk disampingnya.


"Dih pede banget" Ucap Jessi lalu mengambil satu persatu buah untuk ia potong.


"Itu loh Jessi cerita pas kamu kerja pakai celana pendek trus ngga mandi" Jawab sang ibunda kepada Nichol. Spontan membuat Nichol menatap Jessi dengan tajam.


"Gue cerita jujur loh.. ppfft.." Ucap Jessi menahan tawanya.


"Ya tau.. tapi jangan terlalu jujur juga" Ucap Nichol.


"Sory sory, lagian lu jadi orang pede banget sih" Ucap Jessi lalu menyuapi Nichol mangga yang baru saja ia potong. "Manis ngga?" Tanya nya, namun melihat ekspresi wajah Nichol saat memakan mangga itu sepertinya kurang meyakinkan.


"Asemm tapi enak jes" Jawab Nichol yang merasa mangga itu sangat asem.


"Coba pakai bumbunya nih" Tawar sang mertua kepada Nichol.


"Loh udah jadi aja bumbunya, mah" Ucap Jessi melihat sang ibunda menyuapi Nichol.

__ADS_1


"Enak ngga?" Tanya nya kepada Nichol.


"Enak, pedes pedes seger.. mantep pokoknya" Ucap Nichol memberikan dua jempol untuk bumbu buatan mertuanya.


"Nah berarti pas kan? Yuk, sekarang makan.."


Mereka menikmati waktu senja dengan memakan rujak di halaman belakang, hingga malam tiba dan waktunya untuk makan malam. Jessi membantu sang ibunda untuk turun langsung ke dapur menyiapkan makan malam, sedangkan Nichol yang baru selesai sholat isya turun ke bawah, ia melihat ke asyiknya dua sosok wanita yang sangat ia sayangi sedang bercanda ria sambil memasak.


Nichol berjalan menuju ruang tengah, dan duduk di sofa. Ia meraih remot tv dan menekan salah satu tombol untuk menyalakan tv. Ia menonton tv hingga suara merdu memanggilnya untuk makan.


"Nich, Ayo makan" Panggi Jessi. Nichol yang mendengar panggilan dari sang istri, langsung mematikan tv dan bergabung dengan Istri dan ibu mertua nya.


"Woah... ikan bakar.." Ucap Nichol saat melihat makanan yang tersaji.


"Jessi tuh yang minta ikan bakar, sampai tadi dia nangkep sendiri" Ucap sang ibunda.


"Kenapa ngga manggil gue, jes?" Tanya Nichol kepada Jessi yang sedang menuangkan makanan ke piring Nichol.


"Pingin nangkep sendiri, lebih seru terjun langsung kan" Ucap Jessi menaruh piring yang sudah berisi makanan itu di depan Nichol lalu berganti mengambil makanan untuk dirinya sendiri.


"Iya dah"


Mereka pun mulai makan malam bersama, Namun keanehan mulai terjadi pada saat..


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2