Menikah Dengan Musuh Kesayangan

Menikah Dengan Musuh Kesayangan
eps. 15 MDMK


__ADS_3

"Lo... itu..." Saat Nichol sedang berbicara tiba-tiba bel berbunyi.


Ting... tong...


"Nic,,, lepasin gw dulu,, gw mau buka pintu..." Ucapku melepaskan diri dari pelukan Nichol.


Aku membuka pintu dan melihat siapa yang datang. Seorang gadis mungil nan cantik berdiri di depan pintu apartemen. "Eh... tasya..." Sapaku pada gadis itu. Gadis itu bernama tasya, adik kedua Nichol.


"Eh... Kak Jessi,, ganggu ya? Maaf ya...." Ucapnya.


"Enggak kok, Ayo masuk..." Aku mempersilahkannya masuk.


Tasya masuk dan ia duduk di sofa, "Kakak kok ada disini? ini bener apartemennya kak Nichol kan bukan kakak? Ato aku salah apartemen?" Tanya Tasya.


"Iya kok, kamu gak salah apartemen, kakak cuman main aja..." Jawabku sambil meringis.


"Owh...."


"Oiya... kamu ada perlu apa datang?" Tanyaku.


"Ini... disuruh kak nichol anterin obatnya..." Ucapnya memberikanku papperbag berisi obat.


Aku menerimanya, "Owh... Nanti aku sampai in ke dia..." Ucapku.


Tiba-tiba Nichol keluar dari kamar dengan diri yang masih berantakan, "Siap..a... heh bocil, pulang sono... dah malem juga..." Ucap Nichol berubah menjadi ketus saat melihat Tasya.


"Kakak?!" Ucap tasya.


"Nichol... Gak boleh gitu sama adek kamu...." Ucapku.

__ADS_1


"Biarin..." Ucap Nichol. "Tadi kakak bilang apa coba ditelepon?" Ucap Nichol pada Tasya.


"Abis nganterin obat langsung pulang..." Jawab Tasya.


"Trus... ngapain masih disini?" Tanya Nichol lagi.


"Gw yang ngajak dia masuk..." Jawabku.


"Gw gak nanya sama lo,, cepet jawab.." Ucap Nichol.


"Kak... ijinin adek semalem aja nginep disini... Dah malem adek takut pulangnya,, kalo ada apa-apa sama adek gimana?" Bujuk Tasya.


"Bolehin lah, Nic... Gw khawatir kalo dia pulang malem-malem..." Bujukku pada Nichol


"Syarat..." Ucap Nichol.


"Satu, Tasya gak boleh bilang ke siapa-siapa soal semaleman ini ke siapapun,, mau tasya denger sesuatu kek liat sesuatu kamu gak boleh bilang..." Ucap Nichol.


"Siap, boss.." Tegas Tasya sambil hormat.


"Kedua... Aturan ini untuk Jessi dan kalo dia nolak tasya siap-siap tidur di luar ya..." Ucap Nichol.


"Kok gw juga dapet?! Ma taruhannya tasya lagi..." Bantahku.


"Belum kek bilang,, udah bantah duluan...'' Ucap Nichol, "Tasya kamu masuk kamar aja gih,, kakak mau ngajarin kucing liar ini dulu..."Ucap Nichol.


"Oke kak..."


"Jangan lupa kunci pintu kamar, tutup telinga dan jangan keluar tengah malem..." Ucap Nichol.

__ADS_1


"Oke... tapi kalian mau ngapain? kalian mau melakukan sesuatu ato udah? Kak Nichol berantakan banget..." Tanya Tasya.


"Bocil gak boleh tau urusan orang dewasa..." Ucap Nichol.


"Mmm... oke, adek tidur dulu ya..." Ucap Tasya lalu masuk kamar dan mengunci kamarnya.


"Bikinin gw bubur, gw mau minum obat..." Perintah Nichol dan aku menurut padanya.


Tak lama aku menyajikannya, "Nih..."


"Suapin..." Pinta-nya dan lagi-lagi aku menurut, "Lu juga makan..." Pinta-nya lagi dan aku menurut lagi. Setelah itu dia minum obat, "Nih,,, makan,,, dikasih temen gw tadi, katanya kalo ketemu kamu suruh makan ini..." Ucap Nichol memberikanku sebuah permen.


Aku menerimanya dan memakannya, setelah itu kami tidur, Namun saat aku dibaringkan di ranjang oleh Nichol, aku memeluk Nichol, "Sayang..." Lirihku.


"Jess..." Panggil Nichol,,


"Sebenernya apa yang lo kasih ke gw? Gedein ACnya... Gerah..." Ucapku, rasanya panas banget.


(PROV. NICHOL)


Jadi tuh,, aku tadi cuman lagi nongkrong di club. Awalnya sih gak mau minum, eh... malah ke goda, ya akhirnya aku gak nolak donk. Aku minum sampai setengah sadar, tiba-tiba temanku memberikanku sebuah permen dan saat itu juga Jessi dengam keadaan marah datang menjemputku, Sontak aku kaget donk, kok dia tau aku ada disini? Aku bertanya pada teman-temanku, siapa yang sudah memanggil dia...


Rio mengaku bahwa ialah yang memanggil Jessi, sebelum aku ditarik oleh Jessi, Rio berbisik padaku, "Berikan permen itu pada cewe lo dan setelah itu nikmati lah...." Aku yang setengah sadarpun masih menyaring perkataannya.


Jessi membawaku ke apartemen, dia terus mengomel tentangku padahal saat itu akuvsedang menunggu adikku dan menahan semuanya. Sampai kesabaranku habis dan adikku belum juga datang, aku menarik tangannya, Rasanya ingin sekali aku melahapnya, tapi aku harus sabar.


Tak lama adikku datang membawakan obat, awalnya aku menolak untuk dia menginap karena dia susah untuk diajak bekerja sama, nanti kalau aku kelewatan batas dengan Jessi trus dia lihat kan wassalam. Tapi kalau dipikir-pikir dia juga kasian kalau pulang sendiri, dan aku memilih jalan terbaik untuk mereka berdua, Tasya ku biarkan tinggal tapi dengan syarat, dan Jessi ku manfaatkan dengan ancaman Tasya. Kenapa harus Tasya? Karenadia tidak akan menolaknya.


Setelah Tasya masuk kamar, aku mulai menyuruhnya sampai aku menyuruhya makan permen yang diberikan Rio, tapi setelah itu sikapnya jadi berubah, dia lebih manja...

__ADS_1


__ADS_2