Menikah Dengan Musuh Kesayangan

Menikah Dengan Musuh Kesayangan
eps.31 MDMK


__ADS_3

Sesampainya dihotel...


Aku menidurkan gabriel di kasur, sedangkan Nichol pergi membersihkan diri...


Untuk menunggu Nichol keluar kamar mandi, aku memainkan pipi bayi mungil yang sedang tertidur. Tak lama Nichol keluar dari kamar mandi. Aku beranjak dari tempatku, dan masuk kamar mandi.


"Jagain gabriel,, kalo mau balik ke kamar lu, balik aja..." Ucapku sebelum masuk kamar mandi.


Tak lama aku keluar kamar mandi, menggunakan piyama. Aku melihat Nichol tidur di sebelah kanan gabriel. Aku tak mau membangunkannya, akupun memutuskan tidur di sebelah kiri gabriel.


*Ke esokkan paginya...


"Astagfirullah..." Ucap seseorang membuatku bangun.


"Mama?!" Aku terkejut saat melihat ibuku disusul dengan Kak Alex.


"Nah lo... ngapain tidur berdua, hayoo..." Ucap Ka alex.


Aku membangunkan Nichol.


"Kalian belum mukhrim udah tidur berdua ya..." Ucap ibuku.


"Ngg.. Nggak ngapa-ngapain kok, mah..." Ucapku.


"Tapi belum mukhrim, Jessi.." Ucap Ibuku. "Nichol... bangun,, ibu tunggu kamu..." Ucap ibuku lalu keluar.


"Baik..." Nichol bangun dan langsung ke kamar mandi.


"Kak Alex ngapain disini?" Tanyaku.


"Ambil gabriel... udah dicariin nih bocah sama momy nya..." Jawabny mengambil gabriel.


"Ouh..."


"Kamu ngapain aja tadi malem sama Nichol? Main kah?" Tanya kak Alex


"Gak..."

__ADS_1


"Boong... main pasti lu berdua..."


"Dibilang nggak ya nggak..." Ucapku.


"Jess..."


"Apa?!"


"Lo emang udah nggak..."


"Mm.. masih..."


"Waktu di tinggal lu ama nichol ngapain aja?"


"Ekhem... bang.. keluar ato gw tendang?" Ucap Nichol.


"Yee.. lu mah ganggu gw Nic,, lagi nanya juga..." Keluh kak alex.


"Terserah... Bukannya lu cuman suruh ngambil gabriel ya? Gak disuruh introgasi?" Ucap Nichol.


"Iya iya..." Kak Alex pun keluar dari kamar membawa gabriel.


"Apa?! Mau nyalahin gw?!" Ucap Nichol ketus.


"Apaan sih..." Jawabku.


"Dah lah gw mo nemuin ibu dulu,,,"


"Bentar..." Cegahku. Aku menghampiri Nichol,,, berdiri didepannya. "Jangan bilang macem-macem sama ibu..." Ucapku sambil merapikan rambut Nichol.


"Hmmm... Udah?" Ucap Nichol.


"Mmm... iya..." Aku menyingkir dari depan Nichol.


Nichol pun keluar dari kamar dan aku memutuskan untuk mandi lalu berjalan-jalan ke pantai. Aku duduk diatas batu karang, menikmati deburan ombak pantai.


"Cuman balapan aja berujung nikah... Boleh gak ya, gw ikut balapan lagi... Huwaaa.. nasib gw nanti gimana...." Aku merenungkan bagaimana kehidupanku nanti.

__ADS_1


Tiba-tiba seseorang menepuk pundakku, aku mendongak. "Mama..."


"Kalo kamu masih ragu sama Nichol,,, kamu boleh tunda kok... Biar mama nanti yang bilang ke orang tuanya Nichol..." Ucap ibuku.


"Enggak kok..." Jawabku. "Ma..."


"Iya..."


"Kalo nanti aku nikah,, kan ikut Nichol... trus mama gimana?" Jelasku.


"Mama gapapa sendiri,,, mama bakal nemuin ommah sama oppah... sekalian jaga mereka..." Jawab ibuku.


"Ma... mmm... mama marah ya soal yang tadi pagi..." Tanyaku.


"Mama cuman gak nyangka aja... kamu bisa tidur seranjang tanpa ada ikatan..." Jawab ibuku. "Udah sering tidur seranjang bareng Nichol?" Ucap Ibuku.


"Mmm... Ya... gitu deh,, tapi aku gak ngapa-ngapain kok sama dia,, cuman tidur doank..." Ucapku.


"Iya... tapi inget kalian belum mukhrim..."


"Iya ma... aku tau kok..."


"Ya udah mama tinggal dulu... masih ada yang harus diurusin..." Ibuku mengecup keningku lalu pergi.


Nichol memanggilku, "Jessi..."


Aku menghampiri Nichol,, Ia membantu aku untuk turun. "Kenapa?" Ucapku.


"Jalan?" Tawarnya.


"Oke..." Kamipun berjalan-jalan menelusuri pantai dan tempat wisata lainnya yang ada di bali.


"Nic..."


"Hmmm..."


"Gw... gw gak mau nikah sama lo..." Ucapku memberanikan diri.

__ADS_1


"Why?"


"Mmm..." Aku ragu untuk memberitahu alasannya pada Nichol. "Karena..."


__ADS_2