Menikah Dengan Musuh Kesayangan

Menikah Dengan Musuh Kesayangan
eps. 22 MDMK


__ADS_3

Sesampainya di rumah, aku bersih-bersih dan membereskan semuanya.


"Lu kalo mau mandi, mandi aja... ntar gw siapin bajunya..." Ucapku dari dapur.


"Hmmm..." Nichol beranjak dari tempatnya, dan naik ke atas.


Aku membuat cemilan, setelah itu menyiapkan baju ganti Nichol. Selesai aku membuat cemilan selesai juga Nichol mandi.


"Iihhh... rambut lu masih basah,, keringin dulu napa?!" Pekikku, lalu aku menarik Nichol untuk naik keatas dan aku membantunya mengeringkan rambut. "Kalo abis keramas rambutnya tuh dikeringin dulu, biar gak sakit..." Ucapku sambil mengeringkan rambut Nichol.


"Hmmm... Kan gw tinggal sendiri, selalu males buat ngeringin rambut, lagian gak sempet juga..." Jawab Nichol.


"Yayaya... orang penting mah beda..." Sindirku. "Nah, dah nih..." Ucapku merapikan rambut Nichol. "Gw mau mandi dulu... terserah lu mau berkeliaran dikamar ini... bebas lu ngelakuin apa aja, yang penting jangan kekamar yang lain, semuanya udah gw siapin..." Jelasku sebelum masuk kamar mandi.


30 menit kemudian...


Aku keluar kamar mandi dengan memakai kaos hitam panjang dan celana panjang. Aku mengeringkan rambut, setelah itu aku melanjutkan skripsiku, sedangkan si Nichol lebih asik bermain PS.


"Ekhem... aduh... siapa yang bilang pen bantuin ya..." Sindirku namun Nichol mengacuhkannya. "Nichol..." Panggilku.


"Apaan? Ntar napa sih... lagian lu juga bisa sendiri..." Ucap Nichol.


Aku membiarkan Nichol bermain dan Aku mengerjakan skripsiku sendiri.


Pukul. 21.00 WIB

__ADS_1


"Hoaammm..." Aku meregangkan badanku, aduh... pegel banget nih badan dari tadi ngerjain skripsi mulu, mana belom makan lagi. Aku membereskan buku-buku yang berserakan di kasur.


"Jessi... laper... lo pengen bikin gw mati kelaparan apa?! dari tadi gak dikasih makan..." Omel Nichol.


"Iya... iya... sabar... ntar gw bikinin makan..." Ucapku


"Gak ada ntar-ntaran... gw maunya sekarang..." Protes Nichol.


Aku menaruh buku dan laptopku di meja, "Iya.. nih, gw bikinin..." Ucapku. aku keluar dari kamar dan pergi ke dapur. Aku membenarkan ikatan rambutku, barulah aku memasak.


Sekitar 30 menit masakanku baru jadi, aku memasak ikan goreng dan sayur sop. Aku menyajikannya di meja makan dan memanggil Nichol untuk turun makan.


"Nichol..." Panggilku dengan suara kencang. Tak lama Nichol turun dan duduk.


"Ikan?" Ucapnya.


"Gak bisa makan ikan... banyak durinya..." Ucapnya.


"Huft..." Aku menghembuskan nafas, lalu duduk di sebelah Nichol. "Sini... gw pilihin duri ikannya..." Ucapku. Aku mengambil sepotong ikan goreng, ku taruh ke piring, lalu aku memisahkan daging ikan dan duri ikannya.


Nichol terus menatapku, "Lo... kenapa mau ngelakuin hal sepele kayak gini?" Tanya nya.


"Cuman gini doang elah..." Jawabku masih fokus memilihi duri.


"Gw kira..."

__ADS_1


"Apa?! Kekanak-kanakan? bandel? keras kepala?" Tanyaki.


"Ya... begitu..." Ucapnya. "Tapi gak juga sih..." Lanjutnya.


"Yayaya... gw terima pendapat lo, tanpa ada rasa dendam..." Jawabku. "Nih... makan, udah gak ada durinya kok..." Ucapku memberikan daging ikan yang sudah bersih tiada duri kepada Nichol.


Nichol mulai menyantap makanan yang ada, begitupun juga aku.


Tak lama makanan buatanku habis tanpa sisa. Aku membereskan piring kotor dan Nichol membantuku. Setelah itu kami balik ke kamar.


"Lu bisa masak darimana?" Tanya Nichol sambil duduk di shofa kamarku.


"Mama yang ngajarin... katanya anak cewe harus bisa masak, harus bisa ngehemat uang juga, biar gak bergantung sama suami pas udah nikah..." Jawabku sambil duduk di kasur dan bersender ke tembok.


"Terapin tuh..." Ucap Nichol.


"Tapi gak ah..." Ucapku.


"Gak apanya..." Tanya nya.


"Gak papa..." Ucapku. "Ntar diomonginnya setelah nikah aja, sekarang gw mau tidur besok gw mau kuliah..." Ucapku, bersiap-siap untuk tidur.


"Yeee... gw ditinggal tidur, ya udah lha... gw tidur di kamar kakak lu ya..." Ucapnya, berjalan keluar dari kamarku.


"Ya udah sono... asal jangan aneh-aneh aja..." Ucapku dari balik selimut.

__ADS_1


"Iya.. iya... gak kok.." Ucapnya, lalu dia menutup pintu kamarku dengan pelan.


__ADS_2